Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
Ditoyor


__ADS_3

Di sekolah


"kenapa mata lo le, habis nangis ya.." ucap sasa saat melihat mata temannya yang bengkak dan ada lingkaran hitam di sekeliling mata alena


"gak, mana mungkin seorang Alena Attahirah menitikkan air mata" ucap alena Mendramatis


"halah, lo di kasih siput aja langsung nangis, itu tuh yang katanya GAK CENGENG"ucap sasa yang memang benar adanya


" ya itu kan hewan melata Sa,lo tau sendiri kalau gue fobia sama hewan melata"ucap alena menjelaskan


Alena memang sangat takut akan hewan melata, karna saat ia menduduki jenjang SMP,


temannya memberi ia ulat pucuk sebesar jari jempol manusia, siapa yang gak takut coba?, jadi semenjak hari itu dia sangat takut semua hewan yang digolongkan ke hewan melata


"yayaa, trah lo dah" ucap sasa yang tau kalau di perpanjangan pasti Alena ada saja jawaban dari perkataan nya


"jadi mata lo kenapa le"sambung sasa penasaran akan kondisi mata temannya itu


"gue nangis semalaman, meratapi nasib sial yang menimpa gue kemaren Sa" ucap alena lesu


"emang kemaren kenapa le"

__ADS_1


"gue di jodohin"


"HAH, DIJODOHIN" teriak sasa membuat ia menjadi pusat perhatian di kelasnya


"jangan teriak dong Sa" peringat alena pada sahabat nya itu


"ya maaf, ini kan berita amat-teramat besar le secara kan lo gak pernah pacaran eh tau-taunya mau taaruf aja mana pas masih sekolah lagi"


"emang orang yang mau di jodohin sama lo siapa? jangan bilang akik-akik botak, gendut terus ileran lagi iiuu..gue ngebayangin aja udah gimana gitu apalagi gue liat pas hari H nya lo bsk le" ucap sasa yang langsung mengambil kesimpulan membuat alena menatap nya malas


"dihh sok tau lo"


"besok gue pastiin lo gak bakal jijik tapi lo amat sangat terkejut siapa jodoh gue besok" sambung alena


"lepasin, ngapain sih lo narik-narik gue" ucap alena menghempaskan tangan kekar yang tengah mengenggam nya, tapi bukan nya lepas genggaman itu malah semakin gevan eratkan


"mau lo apa sih, datang-datang langsung narik gue, suka lo sama gue" teriak alena agak marah dengan perilaku semena-mena gevan


"kalau iya?" ucap gevan dengan nada yang dingin


"gak kenapa-kenapa sih gue tau gue ini cantik, imut, lumayan pintar lah" ucap alena yang sikap nya berubah 180°, yang awalnya marah, takut sekarang malah kepedean tingkat tinggi

__ADS_1


"kepedean" Ucap gevan menoyor kepala alena dengan sangat pelan, tapi tetap saja sakit bagi alena, karna tangan gevan yang kekar dan jari-jari nya yang panjang


alena mengusap jidatnya yang terasa nyeri akibat toyoran gevan,yang membuat alena kesal sang penoyor seakan tak bersalah karna telah menoyor jidatnya


"ngapa sih noyor-noyor sakit tau" ucap Rina mangut


"lebay" cuma sesingkat itu jawaban gevan, menambah rasa kesal alena


"sembarangan lo ngomong, lo liat tu tangan lo, gede, panjang wajar sakit ni jidat gue" cerocos alena depan gevan


"to the point aja lo ngapain bawa gue kesini, gue gak punya banyak waktu" sambung Alena


gevan hanya diam menatap Alena, menurut nya Alena sangat cerewet bukan kata orang-orang kalau Alena adalah gadis pendiam, gevan menemukan hal baru dalam diri Alena, ia yakin masih banyak hal yang alena sengaja sembunyikan


"tunggu gue pas pulang sekolah" ucap gevan lalu berjalan pergi


"wahh gila tu anak yak, dia pikir dia siapa nyuruh-nyuruh gue, dasar ketlay"


"ogah banget gue nungguin lo" sambung alena kesal berlalu berjalan ke kelasnya


..................

__ADS_1


jangan lupa dukungan nya, 😊


__ADS_2