
Kini di rumah sakit semua orang menunggu dengan gelisah di depan pintu ruang yang bertuliskan IGD
Tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruang IGD, semua orang sontak langsung berdiri mendekat ke arah dokter
" Dok anak saya kenapa " tanya Bu Melia
" Anak ibu terlalu keras untuk mengingat kembali memori yang telah terhapus di pikiran nya, ini lah yang menjadi penyebab anak anda pingsan karna tidak sanggup menahan sakit di kepalanya"
" jadi tolong lain kali jangan terlalu di paksakan, dulu saya juga pernah menekankan ini kepada Anda, untuk kondisi pasien sekarang biarkan pasien beristirahat dulu kalau pasien sudah sadar kalian sudah boleh membawa pulang anak ibu tapi ingat perkataan saya tadi " jelas dokter pada keluarga Alena tentang kondisi Alena sekarang
Setelah menjelaskan semua keadaan Alena, dokter itu langsung pergi meninggalkan mereka, semua orang langsung terduduk dengan sedikit rasa lega karna kondisi Alena bisa di katakan sudah baik, tapi berbeda dengan kedua orang tua Alena yang merasa lega sekaligus ada rasa janggal di hati mereka terhadap kondisi sang anak
" Van apa yang kamu lakukan sampai-sampai Alena bisa masuk rumah sakit lagi " tanya Bu Melia dengan berlinang air mata, mengingat putrinya harus kembali masuk rumah sakit
__ADS_1
" Ma.. maaf Ma, Gevan cuma berusaha mengingatkan Alena tentang pernikahan kami" Gevan menundukkan kepala tidak berani menatap sang mertua, rasa bersalah itu lah yang di rasakan Gevan karna dulu ia juga yang menyebabkan Alena masuk ke rumah sakit dan sekarang ia juga yang menjadi penyebab nya
Plakk
" Kamu tahu sendiri Gevan kalau Alena tidak boleh berfikir terlalu keras tapi kenapa kamu tetap paksakan, kamu mau membunuh Alena, Hah.. " Marah Pak joni, ayahnya Alena mendengar penjelasan dari sang menantu
" Maaf Pa, Gevan salah Gevan cuma gak sanggup Alena melupakan Gevan sebagai suaminya " ucap Gevan menyesali tindakan nya yang terlalu tidak sabaran sehingga inilah hasilnya dari tindakan nya
" Maaf pa tapi perkataan Papa itu salah tentang Gevan " ucap Gevan membela diri dengan oktaf suara yang rendah
" Perkataan saya salah? terus siapa perempuan yang bernama Natasya itu Gevan" seketika Gevan di buat terkejut dengan perkataan sang mertua yang tahu tentang Natasya, apa Papa mertuanya juga tahu tentang hubungan nya dengan Natasya pikir Gevan
Bukan hanya Gevan tapi semua orang juga di buat terkejut dengan perkataan Pak joni yang mengatakan kalau Gevan ada main di belakang Alena
__ADS_1
" Jawab saya Gevan Alvaska " bentak lagi Pak joni tapi dengan suara yang masih bisa ia tahan, ia tidak mau gara-gara dirinya semua pasien terkejut dengan suara nya yang menggelegar dan itu juga akan berdampak pada anaknya yang kini terbaring di ranjang pasien
Gevan diam tidak berani membuka suara untuk menjawab pertanyaan Pak joni, sikap nya yang demikian bukannya membuat orang bersimpati malah membuat orang kecewa, marah pada gevan termasuk kedua orang tuanya
" Jawab Gevan siapa Natasya, apa kalian memiliki hubungan khusus di belakang Alena" tanya Bu Melia mencari kebenaran dari perkataan sang suami
Lagi dan lagi Gevan hanya diam tertunduk tidak menjawab perkataan dari kedua mertuanya hingga sebuah deringan ponsel memecah keheningan dan rasa tegang di antara mereka
...----------------...
jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya
__ADS_1