
Alena dan Sasa langsung menatap orang yang yang baru saja duduk di meja yang sama dengan mereka
" Hai sorry ya gue agak telat, macet soalnya " ucap saga di sertai senyuman tiba-tiba saja tatapan nya beralih ke orang di sebelah nya yaitu Alena yang sedari tadi hanya diam menyimak pembicaraan mereka
" Eh lo Alena, Hai apa kabar " tanya Alena membuat tatapan Alena teralihkan ke saga
" emm gue baik tapi lo siapa ya " Alena tersenyum tipis bertanya dengan saga, Alena merasa mereka memang tidak pernah kenal sebelum nya
" Hah lo lupain gue, gue saga yang dulu pas kita ngumpul satu kafe, ingat kan " saga mencoba mengingat kan Alena akan dirinya
Alena mengangguk kan kepala pertanda ia berkata 'iya' padahal Alena sama sekali tidak mengingat momen saat mereka berkumpul seperti yang di katakan saga
" Oh ya gue permisi ke toilet dulu ya, kalian ngobrol aja " sebuah suara membuat Alena dan saga yang awalnya masih saling menatap teralihkan dengan suara Sasa, Sasa langsung berdiri pergi dari meja mereka
Tak butuh waktu lama untuk saga dan Alena menjadi akrab apalagi dengan pembawaan saga yang humoris dan Alena yang tak jauh beda dengan saga membuat mereka berdua tak luput dari candaan dan tawa
" hahaha udah-udah gue gak sanggup lagi ketawa " ucap Alena menghapus jejak air mata yang keluar akibat ia tertawa tadi
" oh ya na, gue boleh minta nomor lo gak " tanya saga
__ADS_1
" boleh sini HP lo " saga langsung memberikan HP nya dengan senang hati karna dari dulu ia sudah mencari-cari nomor Alena
" makasih na "
" ya "
CEPRET....... ( anggap bunyi kamera)
tanpa mereka ketahui seseorang dari tadi memfoto interaksi mereka dengan anggel yang bisa membuat orang mengira kalau mereka sedang berpacaran
" lo tunggu aja Alena, gue bakal ngebuat lo menyesal karna udah berani mencari perhatian Gevan apalagi itu di depan gue " ucap orang di balik dinding menatap Alena dengan wajah kebencian
Di sisi lain, nampak Gevan tengah menahan emosi ketika ia melihat foto yang di kirimkan oleh nomor tak di kenal beberapa menit yang lalu
ya sekarang Gevan tengah bekerja di perusahaan Ayah nya menjabat sebagai CEO muda bukan hanya itu saja di usia nya yang sekarang Gevan sudah memiliki beberapa tempat usaha dan perusahaan nya sendiri jadi dia menghendel dua perusahaan sekaligus
" ohh jadi lo di situ " seringai Gevan melihat lokasi di mana sang istri dan orang yang ia anggap selingkuhan istrinya berada
" jangan biarkan dua orang ini keluar dari kafe" ucap Gevan berbicara pada sekretaris nya
__ADS_1
" Baik Pak " sekretaris itu langsung keluar, meninggalkan Gevan yang kini menatap kafe tempat Alena berada dari atas gedung perusahaan Ayah nya
" Tunggu Alena gue pasti akan beri lo pelajaran karna udah berani selingkuh di belakang gue " Gevan langsung keluar dari ruangan kebesaran nya dengan ekspresi yang datar
Di sisi lain tepatnya di tempat Alena dan saga berada, mereka tengah adu mulut dengan manejer kafe yang telah menahan mereka berdua, Sasa? ia sudah pulang dulu karena katanya ada urusan mendadak
" pak kami tidak salah apa-apa kenapa kami tidak boleh keluar dari kafe ini " ucap Alena meninggikan oktaf suaranya, pengunjung yang banyak berdatangan ke kafe hari ini menatap mereka seakan menonton pertunjukan yang bagus
" Maaf mbak tapi pemilik kafe kami tidak memperbolehkan mbak sama masnya pergi dulu " jelas manejer kafe tentang alasan mereka menahan Alena dan Saga
" siapa bos lo hah gue mau ketemu, suruh dia ke sini enak aja ngurung gue di sini emang dia siapa " marah Alena meminta sang manejer memanggil sang bos
" karna gue memiliki hak atas diri lo " ucap seseorang yang baru saja tiba, membuat semua orang termasuk Alena dan saga mengalihkan tatapan nya ke orang itu
Alena mengernyit melihat orang yang di kenalnya bisa ada di kafe yang sama dengan dirinya apalagi dengan perkataan nya barusan yang terdengar sangat ambigu
" Lo "
......................
__ADS_1
***jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya***