
" kenapa gak jujur"
*
*
*
Alena yang tengah di landa rasa bersalah langsung di buat kaget dengan suara dari orang sebelah nya yang tak lain adalah Gevan
" Astaga lo Van ngagetin gue aja " Alena menenangkan dirinya sambil mengusap dada tapi...
" Eh tapi bukannya lo mabuk terus tidur karena pusing ini kenapa bisa sadar dan kayak orang gak mabuk dan terus..."
" Lo terlalu cerewet " potong Gevan dengan mata yang masih tertutup
" Lo beneran sadar atau cuma ngigo sih Van " Alena menatap Gevan yang masih dalam posisi tidur
" Menurut lo " Dengan mata yang masih terpejam Gevan membalas perkataan Alena dengan intonasi seperti orang yang sedang kesal
__ADS_1
" fiks Lo udah sehat, kalau gitu mending gue pulang aja " Alena memilih untuk pulang saat ia yakin kalau keadaan Gevan sudah baik-baik saja tapi sebuah tangan menghentikan langkahnya untuk pergi
Alena menoleh kebelakang tepat di tangannya yang di pegang lalu beranjak pada pelaku yang memegang tangan nya
" Apa " tanya Alena menatap Gevan dengan bingung
bukannya menjawab Gevan malah menarik tangan sehingga Alena terjatuh di atas tubuh Gevan
' Gilakk ini gak dosa kan eh tapi kan dia suami gue ya gak dosa lah tapi kok suami gue kali ini guanteng banget yakk ' Lama melamun ternyata Alena diam-diam memuji sang suami di dalam hati ya kalau secara langsung gengsi lah
" baru nyadar kalau suami lo ini ganteng " ucap Gevan menatap sang istri yang terus saja menatap nya dari tadi dan tak di pungkiri tatapan kagum nampak dari mata Alena
" Dihh jangan narsis, lo itu gak seganteng yang lo pikirin "
" mending lo khursus bohong deh, biar Lo pintar cara ngebohongin orang gak jelek kayak gini " Ucap Gevan yang berhasil membuat Alena gelagapan, Gevan merubah posisi nya menjadi duduk jadi ia lebih leluasa berbicara dan menatap Alena
" Gue gak bohong tuh lo aja yang ngira gitu dan ya apa ada seorang sua.. gak jadi " Gevan mengernyit bingung dengan tingkah laku Alena apalagi di tambah dengan perkataan Alena yang tidak sampai
" Kenapa gak jadi "
__ADS_1
" ya gak aja males aja jelesin ke elo gak ada faedahnya juga kan " Takut kalau pembicaraan ini akan sampai ke hal yang berusaha ia sembunyikan selama ini, Alena langsung berdiri hendak pergi dari situasi nya sekarang
Tapi....
" Jangan pergi " tangan nya lagi-lagi di tarik oleh Gevan dan untung saja posisi nya tidak sama seperti tadi, Alena hanya terduduk akibat tarikan dari Gevan
" kenapa lagi, ini udah malam gue sekarang mau tidur " ucap Alena pada Gevan, tangan Alena belum juga di lepaskan oleh Gevan
" Mau tidur kan, di sini aja ini kan juga kamar lo " ucap Gevan sambil menatap Alena
" Lo gilak ya kita ini gak boleh satu kamar " Alena menepis tangan Gevan dan Karena itu kini tangannya sudah bisa terlepas dari genggaman tangan Gevan
" kenapa bukannya kita masih suami istri "
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
*Maaf ya kalau misalkan alurnya lambat gitu atau jalan ceritanya gak sesuai sama ekspetasi kalian
tapi jangan lupa untuk tinggal kan jejak nya ya sebagai bentuk penghargaan para author,oke😊
__ADS_1
sampai ketemu di episode selanjutnya