Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
pacar


__ADS_3

Hari ini Alena kembali masuk sekolah seperti biasa, ya walaupun dirinya sedang dalam kondisi hamil tapi itu belum terlihat karna kehamilan Alena masih terbilang baru.


Ia mau tak mau harus pergi bersama Gevan yang sejak pagi sudah menunggu dirinya di depan pintu kamar Alena. Ya kamar mereka memang berpisah itu sesuai dengan perjanjian awal mereka.


"Turunin gue di toko mbak uti " Ucap Alena saat mereka akan sampai ke gerbang sekolah. Kali ini Alena meminta Gevan untuk menurunkannya di toko mbak uti yang terletak sekitar 50 meter sebelum gerbang sekolah jadi kalau Alena turun di situ, otomatis dirinya tidak akan ketahuan pergi bersama Gevan.


"Gak, mulai hari ini sampai seterusnya kita pergi dan pulang bareng, gak ada pengecualian" Gevan sudah memutuskan untuk menjadi suami yang baik untuk Alena, ia tidak akan mengulangi kesalahannya dulu yang hampir merusak rumah tangga dirinya dan juga Alena.


"Van gue tahu lo itu cuma mau ngelindungin anak dalam perut gue, tapi jangan juga jadiin gue musuh fans lo, bukannya ngelindungin malah lo ngebahayain gue sama anak gue" cerocos Alena yang menganggap Gevan tak memikirkan akibat dari perkataannya.


"bukan anak kamu tapi anak kita" Gevan memperjelas kembali perkataan Alena barusan.


"ya-ya anak kita tapi tetap aja lo gak boleh bawa gue sampai masuk ke gerbang bareng lo" peringat Alena.


"kalau masalah itu doang biar aku beresin Na"


"Na nanti aku ada rapat sebentar, kamu tungguin aku diparkiran ya jangan pulang dulu"


"Van kenapa lo gak berhenti di toko mbak Uti" Alena melihat toko mbak uti cuma dilewatkan begitu saja oleh Gevan, membuat dirinya protes dengan tindakan suami.


"kan tadi aku udah bilang Na"


Mobil Gevan memasuki perkarangan sekolah, seperti biasa terlihat banyak kaum hawa yang sudah berkumpul di tempat parkiran maupun lapangan menunggu Gevan sang pujaan hati mereka tiba di sekolah.


Gevan memberhentikan mobilnya lalu menoleh ke arah Alena yang mencoba menyembunyikan dirinya dengan cardigan yang ia pakai.


"Ngapain Na, ayo turun" ajak Gevan yang masih menunggu pergerakan Alena.


"Gak gue gak mau turun, kan tadi gue udah minta di berhentiin di toko mbak uti tapi lo gak berhenti"


"kalau gue keluar sekarang, habis gue di hajar sama fans lo" jelas Alena yang masih berusaha menyembunyikan dirinya dari pandangan para fans Gevan, sedangkan mereka yang di luar heran mengapa Gevan tak kunjung keluar dari mobil, mereka memilih untuk mendekati mobil Gevan mencari tau penyebab Gevan tak keluar.

__ADS_1


"Ngapain lagi mereka jalan ke sini, ayo van antarin gue ke toko mbak uti aja" Alena berusaha membujuk sang suami tapi ternyata bujukan Alena tidak diindahkan oleh Gevan.


Gevan keluar dari mobilnya lalu berjalan memutar tepat berhenti di sebelah tempat duduk Alena, membuka pintu lalu menarik tangan Alena keluar. walaupun ada penolakan tapi akhirnya Alena mau juga keluar dari dalam mobil Gevan.


"Whatt anak kegatelan itu satu mobil sama ayang guee"


"Kenapa si j@lang itu bisa semobil sama pangeran gue"


"ini pasti dia yang ngegoda laki gue"


"Gevan gue gak Terima lo di ambil sama tu anak"


"Gak cukup apa Saga aja ini kenapa malah Gevan yang dia ambil"


"Emang ya bibit-bibit pelakor ada dimana-mana dan tak tau usia sekarang"


"jijik gue liat tu anak, iyuuu"


'sayang kamu jangan dengerin apa kata mereka, mereka cuma gak tau siapa mama dan papa kamu Idola mereka mangkanya mereka kayak gitu' batin Alena sambil memegangi perut datarnya.


Gevan membawa Alena ke tengah kerumunan lalu ia berhenti, " mulai saat ini Alena udah jadi pacar gue siapapun yang berani ganggu Alena siap-siap berhadapan sama gue" Ucap Gevan yang berhasil membuat mereka kaget bukan main, idola mereka yang mereka kenal tak dekat dengan siapapun kecuali Natasya sekarang malah jadian dengan anak tukang onar di sekolah, serasa susah di percaya tapi Gevan langsung yang mengatakan nya.


Tanpa mereka sadari ada orang yang menatap Alena dengan tatapan benci.


"Awas lo Alena gue bakal ngehancurin hubungan lo sama Gevan, gue yakin lo yang ngegoda Gevan"


*


*


*

__ADS_1


"Lepasin Van" Gevan melepaskan tangan Alena sesuai dengan permintaan sang istri.


"Maksud lo apaan ngomong kayak tadi di depan semua orang" Alena marah dengan tindakan Gevan yang mengatakan kalau dirinya adalah pacar Gevan sekarang.


"Oh iya ya, maaf ya sayang seharusnya aku gak ngakuin kamu sebagai pacar seharusnya sebagai istri aku, yaudah ayo kita ke ruang aku biar aku umumin ulang siapa kamu" Gevan menarik kembali tangan istri nya tapi ia kembali terhenti dengan penolakan Alena.


"Lo mau bikin gue jantungan van, bukan itu maksud gue, seharusnya lo gak usah ngomong kalau gue t pacar lo. Cukup lo bilang, kalau lo gak sengaja ketemu gue di jalan karna iba lo kasih gue tumpangan" cerocos Alena menyesali perkataan sang suami barusan, ia sudah bisa membayangkan bagaimana nantinya kehidupan sekolah nya atau bagaimana saat ia masuk ke kelas nanti.


Gevan menampakkan ekspresi biasanya, datar dengan hawa dingin.


"lo itu istri gue bukan orang asing"


Deg


'Kenapa gevan jadi gini' Alena kaget sekaligus takut dengan perubahan sikap Gevan yang tadinya lembut dan romantis tiba-tiba kembali ke Gevan yang baru ia kenal.


"Ma-maaf kalau omongan gue salah"


Tau akan ketakutan sang istri, Gevan langsung menarik Alena memeluk dirinya dengan erat.


"Maaf udah bikin kamu takut, tapi aku gak suka dengar omongan kamu tadi seakan gak anggap aku sebagai suami kamu"


"iya gak lagi gue ngomong gitu"


"yaudah ayo aku antar kamu ke kelas"


Mereka berjalan ke kelas Alena dengan tangan Gevan yang masih setia di pinggang Alena.


....


"Gue gak bakal biarin lo bisa dapetin Alena Gevan, gue bakal pisahin kalian"

__ADS_1


__ADS_2