Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
Baikan?


__ADS_3

pagi yang terlihat indah dengan air embun yang berjatuhan dari daun ditambah suara kicauan burung yang sangat merdu sangat pas untuk menjalankan hari-hari dengan semangat. Tapi tak dengan dua insan atau tepatnya si wanita yang tengah kerusak-kerusuk mencari sesuatu sampai-sampai benda yang ada di dalam kamarnya terlempar hingga keluar.


Gevan yang tengah berkutat di dapur sampai berlari menuju kamar Alena saking khawatir pada istrinya.


"Na kamu kena_" Gevan terhenti di depan pintu kamar Alena dengan raut wajah terkejut nya.


Alena melihat ke arah suaminya dengan raut muka khas anak kecil, bibir yang manyun, mata yang berair seperti anak kecil yang sedang menahan tangis.


"Gevan~"


Gevan terkejut dengan tindakan Alena yang tiba-tiba memeluk dirinya. Tapi tak apa lah mumpung rejeki pagi sang suami, pikir Gevan langsung membalas pelukan Alena tak lupa ia juga menenangkan sang istri.


"Van, mama kan ngundang kita buat makan malam kan tpi aku gak ada baju yang bagus buat di pakai nanti" ucap Alena dengan nada sendu, Gevan yang mendengar penjelasan dari Alena sempat aneh melihat sikap Alena yang tak biasanya ini. Apalagi Alena tak lagi berbicara dengan cara formal ke dirinya.


"Kirain kamu kenapa tadi Na, kalau masalah baju kamu pakai apapun udah cantik menurut ku apalagi gak pakai apapun tambah cantik" Ucap Gevan dengan cengiran nya


plakk

__ADS_1


"aduhh na kok kamu mukul suami sendiri nanti meninggal gimana mau kamu jadi janda anak satu" Gevan menggosok dahinya yang tak sakit sama sekali


"Alah kamu lebay, masa di pukul gitu mati lemah dong berarti" Remeh Alena menatap suaminya


"Gak aku gak lemah buktinya aja kamu bisa hamil" Ucap Gevan menggoda Alena dan pastinya wajah Alena sekarang seperti kepiting rebus sekarang


"Ngomong apa sih kaga jelas dh"


"Van ini kok ada bau hangus ya atau cuma perasaan ku aja" Alena mengendus bau gosong yang ntah berasal dari mana


"Astaga aku sampai lupa, tadi aku masak telur" Gevan bergegas keluar dan benar saja tebakannya saat ia sampai di dapur sudah ada asap berwarna hitam di atas kuali dan nasib yang paling naas adalah si telur yang hangus tanpa ada lagi warna aslinya.


"Gakpapa, gosongnya cuma dikit doang Van, jadi masih bisa dia makan" ucap Alena menenangkan suaminya yang terlihat sangat bersalah atas kejadian makanan gosong.


"Yaudah ayo kita makan, terus pergi belanja baju Van"


.

__ADS_1


.


.


Malamnya......


"Assalammualaikum Ma"


"waalaikumsalam ayo masuk nak" ucap bu Melia saat anak dan menantu tiba dia rumahnya.


"Ma, Ale laper mau makan" rengek Alena pada sang mama


"anak mama laper yaa, ayo mama udah siapin makanan kesukaan Ale" Mereka bertiga menuju meja makan, dan mereka sudah ditunggu oleh kedua orang tua Gevan dan ayah Alena.


"Loh mama juga makan malam di sini" tanya Gevan yang cukup terkejut dengan kehadiran sang mama.


"iya nak, kami juga di undang"

__ADS_1


"jadi kalian udah baikan ya ma" tanya Alena yang juga terkejut dengan kehadiran mereka, pasalnya kedua orang tua Alena sangat marah dengan kedua orang tua Gevan sampai-sampai menyuruh Alena untuk bercerai dari Gevan tapi mungkin ini yang namanya takdir, Alena mengandung anak Gevan.


"iya na, kami udah baikan. Gevan udah ngejelasin semuanya dan ini juga demi cucu kami"


__ADS_2