
Besoknya
Alena masuk sekolah seperti biasanya, dengan memakai syal di leher padahal cuaca sedang panas, " Jangan sampai orang liat leher gue" ya akibat bercak yang ia kira di lakukan oleh gigitan nyamuk, Alena harus memakai syal kalau tidak temannya akan salah paham mengatakan itu ulah manusia, itu terbukti saat Alena memasuki kelasnya
" Lo lagi sakit atau kenapa Na " tanya salah satu teman kelasnya
" Emang gue kenapa"
" Cuaca panas-panas gini lo pakai syal "
" Ee ya gue lagi gak enak badan, mangkanya gue pakai syal" elak Alena mencari alasan yang tepat agar temannya tidak lagi mencurigai dirinya
" Oh ya gue keluar dulu" Alena pergi dari dalam kelasnya, takut temannya semakin menanyakan tentang ia yang pakai syal
Alena memilih duduk di taman, mencari udara segar tapi pandangan nya teralihkan saat melihat sang sahabat bersama dengan wanita yang membuatnya merasakan sakit hati selama ini
Alena mengikuti mereka seperti seorang penguntit, rasa penasaran dan takut bersatu di dalam fikirannya
" Hahaha gue yakin, Alena si j@lang gak akan berani datang ke sekolah Sa "
__ADS_1
" Mana ada muka dia ke sekolah, kalau pun berani pasti urat malunya udah putus " Sasa dan Natasya tertawa dengan bahagia nya tanpa tahu ada orang yang melihat mereka dengan tatapan tak percaya dengan perkataan sang sahabat yang di dengar nya
" Sa apa yang gue denger ini beneran...tapi kenapa sa lo gini ke gue " Alena terdiam dalam keterkejutan nya mencerna perkataan sang sahabat mungkin saja ia salah dengar tapi tidak sekali lagi Alena melihat mereka tertawa dengan perkataan mengatai dirinya dan itu bukan perkataan yang baik
Alena terdiam sampai mereka pergi, ntah apa yang sedang ia pikirkan tapi sebuah tepukan di bahunya mengalihkan pandangan Alena karena terkejut
" Na lo lagi apa di sini sendirian" Saga ikut melihat ke tujuan mata Alena tapi tidak apa-apa di situ
" Eh lo ga, gak gue cuma lagi cari udara segar" Alena duduk ke tempat semula, sambil merapikan roknya yang kusut akibat mengikuti Sasa dan Natasya sambil berjalan jongkok tadi
" Na semalam lo kemana" Alena nampak gugup dengan pertanyaan Saga
" Bokap lo semalam nelpon gue " Saga menatap Alena menunggu jawaban yang keluar dari mulut Alena atas pertanyaan nya
" Gue... semalam nginap di rumah Sasa " Alena mengalihkan pendangkalannya dari tatapan mata Saga, ia takut kebohongan nya ketahuan
" Na lo boongin gue, gue semalam nelpon Sasa, sebenarnya lo kemana sih Na" Alena merasa terdesak oleh pertanyaan Saga apalagi Saga sudah tahu tentang kebohongan nya
Tring...tring....
__ADS_1
Alena merasa sangat tertolong dengan bunyi bel barusan, " Ga gue masuk dulu ya" Alena langsung pergi secepat mungkin supaya Saga tidak bisa mengejarnya
Saga menatap punggung Alena yang sudah tidak terlihat lagi, " Na gue tahu lo dimana semalam, mau lo istri orang sekalipun gue bakal tetap terima lo, gue tahu kalau lo gak pernah bahagia dengan pernikahan dalam perjodohan lo itu"
*
*
*
tok..tok
" permisi pak" Gio salah satu anggota OSIS atau lebih dikenal dengan sahabat Gevan mengetuk pintu kelas Alena
" ya ada apa Gio "
" Alena lo di panggil Bu Gea sekarang " Gio langsung pergi setelah berpamitan ke guru yang sedang mengajar di kelas Alena
" Alena kamu boleh keluar sekarang " Alena langsung pergi keluar tanpa ada rasa curiga sedikitpun
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...