
Alena tiba di sekolah lebih dulu dari Gevan, karna ia harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu dan pagi ini seperti biasa Alena tidak datang dengan Gevan saat mereka sampai di sekolah maka mereka seperti orang yang tak kenal lagi
Alena menyusuri lorong sekolah yang di ujung nya terdepan kelas Alena
" Na.... " panggil seseorang saat Alena sudah duduk nyaman di bangku nya
" ya sa" jawab Alena dengan wajah yang menampilkan kelelahan
" lo kenapa pagi - pagi udah kayak mayat hidup " ledek Sasa pada temannya yang membuat meja sebagai alas kepala nya untuk tidur
Dengan mata yang memejam Alena menjawab perkataan sang sahabat yang duduk di depannya
" Sialan lo ngatain gue kayak mayat hidup " bantah Alena yang tak terima dengan perkataan sang sahabat
" ya sorry tapi kali ini serius lo kenapa Na" tanya lagi Sasa
" Ini semua gara si G_ "
' eh tunggu dulu, kalau gue bilang ini semua gara-gara Gevan pasti si Sasa banyak tanya ke gue, secara kan sahabat gue ini termasuk fans nya Gevan suami gue ' batin Alena dalam hati
" G siapa Na " tanya kembali sang sahabat melihat Alena yang terdiam saat perkataan nya belum sampai ke ujung
" itu... maksud gue tu ini semua gara-gara gue yang kepagian bangunnya " Jawab Alena sedikit terbata- bata
" ohhhh " Sasa ber-oh ria saja ia seakan percaya dengan apa yang di ucapkan oleh sang sahabat
......................
" van gue perhatiin beberapa hari ini si pembuat onar gak lagi terlambat atau buat kerusuhan deh " ucap Gio teman se organisasi Gevan yang kini tengah duduk di kelas mereka yang tak jauh dari kelas Alena
Gevan mengernyit heran, tumben Gio temannya membicarakan Alena
" terus " tanya Gevan yang fokus menatap benda pipih di genggaman nya
" yaelah lo susah-susah gue ngomong panjang lebar, lo cuma bilang terus " cerocos Gio menanggapi sang ketos di sebelah nya yang sibuk dengan kegiatannya
" mulut lo kayak cewek " ucap Gevan yang masih menatap benda pipih di depan nya
__ADS_1
Ntah apa yang ia lakukan dengan benda pipihnya itu, tapi terlihat dari tadi ia memandangi nya
" sembarangan lo ngantain mulut gue kayak cewek, eh tapi van siang ini kita ada rapat OSIS kan " Gio masih menatap Gevan yang sama sekali tidak mengalihkan pandangan nya pada benda pipihnya itu
" Habis pulang sekolah " Jawab Gevan langsung berdiri berjalan keluar, ntah mau pergi kemana ia sekarang, Gio juga tak peduli Gio lebih memilih melanjutkan kegiatan nya daripada kepo kemana Gevan
Di samping kelas Gevan tepatnya kelas Alena yakni XI MIPA 2, terdengar sorak-sorai dari para kaum hawa dalam kelas itu mereka seperti memperebutkan satu posisi yang sangat di idam-idamkan para wanita di kelas
"SAYA AJA BU " teriak salah satu siswi dengan pakaian yang sangat ketat
" GAK SAYA AJA BU, SAYA KAN SERASI SAMA KAK GEVAN " teriak lagi salah satu siswi dengan riasan tebal memenuhi wajah nya yang putih kayak tikus keluar tepung
Huuuuhuuuuu
sorak-sorai terdengar menyoraki siswi dengan tingkat kepedean di atas rata-rata itu
" pede banget lo, mana mau Gevan sama siswi modelan mak-mak kayak lo coba " ejek siswi lain yang tak Terima dengan perkataan siswi tadi
" CUKU-CUKUP " Ucap Bu Hestin selaku wali kelas XI MIPA 2
" Biar adil Ibu yang pilih siapa yang akan menjadi juliet di drama nanti " ucap Bu Hestin menjadi penengah
Alena yang duduk di pojok belakang hanya diam sambil mendengarkan lagu lewat earphone yang ia pasang di telinganya agar suara yang sangat memekikkan itu tidak membuat Gendang telinganya pecah
Alena tidak tahu apa yang terjadi di kelasnya ia hanya fokus dengan lagu yang kini terdengar oleh telinganya, Alena juga tidak tahu bahwa Ibu Hestin memandangi nya dari tadi
" Baiklah semua Ibu sudah memutuskan siapa yang akan menjadi juliet dari kelas kita " ucap Bu Hestin membuat semua siswi kecuali Alena senyum sendiri mungkin mereka berfikir mereka yang akan di sebut kan oleh Bu Hestin
" siswi yang akan menjadi juliet adalah..... "
" selamat kepada Alena " sambung Bu Hestin tersenyum bahagia tetapi tidak dengan siswi nya yang lain, mereka melihat ke arah Alena yang tak tahu apa-apa dengan tatapan benci
Alena yang merasa ada yang menatap nya lantas membuat ia membuka earphone yang dari tadi terpasang di telinganya, Alena menatap balik ke arah siswi yang tengah menatap nya sekarang dengan tatapan bingung karena ia tak tahu alasan mengapa siswi di kelasnya menatap nya
" Apa " ucap Alena dengan dahi yang mengernyit pertanda ia sedang bingung sekarang
" ck " ucap siswi yang memakai make up tebal tadi setelah itu ia berpaling menghadap Bu Hestin dengan mood
__ADS_1
' lah salah gue apaan ' batin Alena merasa bingung
" Alena " panggil Bu Hestin yang melihat Alena celingukan seperti orang kebingungan
" ya Bu " jawab Alena saat mendengar Bu Hestin memanggilnya
" kamu dengar apa yang Ibu katakan tadi " tanya Bu Hestin memastikan lagi kalau Alena mendengar apa yang di sampaikan oleh nya
" Gak " jawab Alena dengan wajah polos nya
" sa emang Bu Hestin bicara apaan " bisik Alena pada sang sahabat yang duduk di sebelah nya
Dengan wajah tertekuk Sasa menjawab pertanyaan Alena " lo jadi juliet untuk kelas kita yang kolaborasi sama kelas ayang Gevan gue "
" What, saya gak mau Bu jadi juliet nya " tolak Alena saat mengetahui apa yang akan di katakan oleh wali kelas nya
" kenapa kamu tidak mau Alena, padahal teman kelas kamu dari tadi memperebutkan posisi itu " heran Bu Hestin melihat muridnya yang satu ini, di saat semua orang memperebutkan posisi sebagai Juliet walaupun ia tau maksud muridnya tetap saja kenapa Alena malah menolak mentah-mentah
" Ya gak lah Bu, masak saya harus juliet yang super lebay, alay itu sih, dan juga kata Ibu kan banyak orang yang mau di posisi juliet silakan dengan senang hati saya kasih Bu " ucap Alena yang menawarkan posisi nya itu pada orang lain, tak heran Alena menolak posisi sebagai pemeran juliet ia pikir juliet sang alay, lebay karna di butakan oleh cinta nya pada romeo dan itu sama sekali bukan ia walaupun itu cuma pemeran saja tetap saja Alena tidak suka karna ia bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta sama orang apalagi sampai mengorbankan nyawa demi orang yang di cintai nya
" Baiklah ibu akan Terima kamu menolak peran itu tapi jangan harap ulangan harian dengan Ibu akan tuntas untuk semester ini " ucap Bu Hestin setuju dengan penolakan Alena walaupun ia sedikit mengancam
" kok gitu sih Bu " tak terima dengan perkataan sang guru yang menurutnya sangat tidak masuk akal karna mencampur adukkan masalah drama dan juga nilainya
" setelah saya, kalau kamu gak mau nilai kamu tidak tuntas dengan saya silahkan masuk drama dan jadi peran yang sudah saya katakan tapi kalau kamu tidak mau ya.. kamu harus tanggung resikonya " ucap Bu Hestin memberi pilihan pada Alena
Alena sempat terdiam memikirkan perkataan sang Wali kelas karna menurut nya sama-sama tidak menguntungkan dirinya, kalau ia memilih opsi pertama ia harus masuk drama yang sama sekali tidak di sukai nya tapi kalau ia tidak masuk drama nilai nya yang akan menjadi taruhan jadi Alena harus pilih yang mana
" jadi pilihan kamu apa Alena " tanya Bu Hestin memandangi anak muridnya yang masuk kategori salah satu siswi ternakal tapi memiliki prestasi
" Hmmm "
•••••••••••••••••••
***jadi apa pilihan Alena ya?
jangan lupa dukungan nya ya😄
__ADS_1
sampai ketemu di episode selanjutnya***