Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
tangis Alena


__ADS_3

" Gevan emang salah gue apa hah " marah Alena yang tak tahan lagi dengan semua tindakan Gevan, Alena menatap gevan dengan marah


" salah lo karna udah berani jalan sama cowok lain di belakang gue " marah Gevan mengintimidasi Alena dengan tatapan tajam nya


" Hah, emang nya lo siapa gue van yang bisa ngatur gue mau jalan sama siapa aja, lo gak punya hak " mendengar alasan Gevan yang menurut Alena tidak masuk akal, menambah emosi Alena yang merasa sudah di permainkan oleh Gevan


" ALENA ATTAHIRAH GUE PUNYA HAK ATAS LO " bentak Gevan yang sangat marah dengan perkataan Alena ,ia merasa kalau dirinya tidak di anggap sebagai suami Oleh Alena


Gevan langsung mencium bibir Alena dengan kasar, Alena yang tak siap dengan tindakan Gevan tidak bisa mengelak dari perbuatan Gevan, Alena langsung berontak dengan sekuat tenaga


tapi percuma karna kedua tangan sudah di pegang oleh Gevan di atas Kepala nya dengan satu tangan, dan tangan gevan yang lain hendak memegang tubuh Alena


"Gevan gue mohon jangan " mohon Alena dengan air mata yang sudah membanjiri wajah nya, membuat gevan yang tadi kalap langsung tersadar dengan tindakan nya terhadap Alena


Gevan langsung bangkit dari tubuh Alena, Alena langsung duduk menyelimuti semua tubuh nya dengan ketakutan


" Maaf Alena " sesal gevan yang hendak mencoba menyentuh kepala Alena tapi ketika melihat tubuh Alena yang bergetar ketakutan, membuat Gevan menarik kembali tangannya


" Pergi " ucap Alena dengan suara bergetar

__ADS_1


" tapi na_"


" Gue bilang pergi " bentak Alena membuat Gevan mau tak mau harus pergi dari hadapan Alena


Saat Gevan telah meninggalkan kamar, tangis Alena langsung pecah meratapi nasibnya yang hampir di perkosa untung saja kewarasan Gevan langsung sadar kalau tidak mungkin Alena akan memilih bunuh diri


" hiks.. hiks.. kenapa ini semua terjadi sama gue, gue kan hiks bukan siapa-siapa dia " ucap Alena langsung menangis kembali


tetapi sebuah suara mengalihkan perhatiannya, suara dari benda pipihnya yang ia simpan di saku celananya langsung Alena mengambilnya dan mengangkat panggilan dari sang Mama


" kamu di mana ale " (ucap Bu Melia)


" ak.. aku di kafe sama teman ma, bentar lagi aku pulang kok " ( ucap Alena)


" ya ma " ( ucap Alena)


tut... tut... tut


Alena langsung mematikan panggilan nya, langsung bergegas keluar tak lupa ia merapikan bajunya yang sempat kusut oleh sikap Gevan tadi

__ADS_1


saat Alena keluar ia melihat Gevan duduk di sopa menatap nya dengan raut wajah bersalah


" mau kemana " tanya Gevan hendak menghampiri Alena tapi Alena langsung menghindar membuat Gevan lagi dan lagi harus menjaga jarak dengan Alena


" bukan urusan lo " Alena langsung pergi tanpa Gevan cegah, karna ia tak mau membuat Alena tambah marah lagi kepadanya


" maaf na, bukan maksud aku untuk ngelakuin yang tadi ke kamu tapi ntah kenapa aku gak Terima kamu jalan, tertawa dengan laki-laki lain " monolog Gevan sendiri mengacak-acak rambutnya


" aaaaaa"


Alena langsung keluar dari kafe, saat ia keluar Alena melihat Saga yang seperti menunggu seseorang di parkiran kafe


" Alena lo gak di apa-apain kan, ada yang luka atau gimana " khawatir saga saat ia melihat Alena keluar dari kafe


"gue gakpapa, cuma tadi sempat ribut aja, yaudah ga ayok kita pergi nyokap gue udah nyuruh gue pulang " tak mau membahas masalah yang tadi, Alena langsung mengajak saga untuk pulang


Tanpa Alena tau Gevan melihat semua nya dari atas


...****************...

__ADS_1


jangan lupa tinggal kan jejak ya😄


sampai ketemu di episode selanjutnya


__ADS_2