
" Na orang itu siapa "
...........
" Mau dia siapa gue, itu bukan urusan lo " ucap Alena dengan intonasi dinginnya
Gevan yang mendengar jawaban Alena, membuat ia mengepal kan tangan, marah akan sikap Alena
" walaupun lu itu amnesia tetap aja_ " marah Gevan sedikit membentak Alena, dengan perkataan yang tak selesai ia ucapkan
Saga yang mendengar perkataan Gevan sontak terkejut ketika mengetahui Alena ternyata mengalami amnesia
" Lo amnesia na " tanya saga yang langsung menatap Alena dengan penuh tanda tanya
" Hmm gue juga baru tahu kok " jawab Alena santai dengan menatap Saga
" Pantas aja, pas di kafe lo gak kenal gue " ujar saga membuat kesimpulannya
" Hmm maybe " ucap Alena sambil kedua alis terangkat
" udah ngomong nya " Alena dan saga sontak melihat ke arah Gevan yang tak sengaja mereka lupakan keberadaan nya
" Lah emang kenapa, mau udah kek gak kek itu kan urusan kita lo mah siapa, kita gak ngajak lo ke sini loh " Ucap Alena mengeluarkan kata pedasnya, menatap gevan dengan tatapan dingin nya
" Na.. kalau lo gak amnesia gue jamin lo udah habis sama gue "
' di atas kasur ' sambung Gevan tak berani mengatakan secara langsung perkataan terakhir nya
" Apa, lo mau nyerang cewek gitu, ohh gue baru tau kalau lo tu ternyata orang nya pengecut " ejek Alena yang tak suka dengan perkataan Gevan terhadap dirinya
" mending lo pergi sana, ganggu aja lo " usir Alena yang tak suka dengan kehadiran Gevan
" Gue gak mau " santai Gevan menjawab kalau ia tak mau pergi dari tempat ia duduk sekarang
" lo.. " Geram Alena menahan amarah dengan sikap Gevan
" Udah Na, kalau dia gak mau pergi,mending kita aja yang pergi dari sini daripada waktu kita ke keganggu dengan ni orang " ajak saga pada Alena yang juga tak suka dengan sikap gevan yang menurutnya semena-mena
__ADS_1
Alena mengangguk setuju dengan ajakan saga, saat Alena dan saga hendak pergi dari tempat duduk, tangan Alena tiba-tiba di tahan oleh Gevan
" Lepas, ngapain lo sentuh tangan gue " dengan wajah datarnya, Alena melihat tangan Gevan menahan tangannya tanpa persetujuan Alena, tindakan itu membuat Alena semakin tidak suka dengan Gevan
" Gak " ucap Gevan dengan wajah tak kalah datar dari Alena
" woii lepasin tangan Alena " tiba-tiba saja saga marah menyuruh Gevan untuk melepaskan tangan Alena yang masih ia tahan
Alena berontak tapi percuma bukannya terlepas tapi malah semakin kuat Gevan menahan tangan Alena dan tindakan Gevan membuat Alena meringis sakit karna cekalan tangan Gevan terlalu kuat
saga yang menyadari Alena sedang kesakitan, langsung menatap marah dengan Gevan
" Lo gak liat Alena kesakitan hah " mendengar perkataan saga, sontak membuat Gevan langsung melihat ke arah Alena dan benar saja perkataan Saga kalau Alena sedang menahan sakit
Gevan langsung melepaskan tangannya dengan ekspresi bersalah menatap Alena
" Maaf , gue gak sengaja " Gevan merasa bersalah dengan tindakan nya
" Gampang ya lo minta maaf setelah lo buat Alena kesakitan " ucap saga dengan nada menahan amarah, ia tak mau membuat keributan di sekolah barunya
" maaf na " ucap sekali lagi Gevan, ia tak memedulikan saga mau berkata tentang apa pada dirinya
Setelah itu Alena langsung pergi bersama dengan saga, kini tinggal Gevan yang masih duduk terdiam mencerna perkataan Alena barusan
' Apa lo udah ingat semuanya Na ' batin Gevan
" Gak, gak mungkin kalau emang ingatan Alena kembali pasti dia udah kembali ke rumah dan pasti orang tua Alena ngomong ke mama " ucap Gevan menampik hal yang sebelumnya ia pikirkan
Gevan yang berbicara sendiri ternyata menjadi pusat perhatian para kaum hawa
" kenapa " tanya Gevan yang kembali ke mode cool nya, Gevan langsung pergi dengan kedua tangan nya ia masukkan ke kantong celana sekolah nya
Saat Gevan berjalan tak sengaja ia melihat Alena dan saga bercanda gurau, yang membuat Gevan sakit hati, ia bisa melihat kalau Alena sangat bahagia saat bersama saga
tak mau menambah sakit di hatinya, Gevan keluar dari kantin dan tanpa ia sadari dari awal ia berdiri melihat Alena, Alena telah melihat nya terlebih dahulu lewat ekor matanya
***
__ADS_1
Pulang sekolah
Alena menunggu di parkiran karena tadi pagi ia pergi bersama Saga otomatis ia pulang juga bersama saga, Alena menunggu saga yang katanya mau mengambil motornya di parkiran
Saat saga sudah tiba di depannya, Alena melihat wajah saga yang seperti orang khawatir
" Lo kenapa ga " tanya Alena menatap saga
" Na maafin gue, gue gak bisa antar lo pulang soalnya keluarga gue ada yang kecelakaan dan gue harus ke sana sekarang " jelas saga yang harus meninggalkan Alena
" gakpapa mending cepetan lo pergi ke rumah sakit " ucap Alena yang seakan tahu bagaimana perasaan saga
" makasih na"
Saga melajukan motor nya melewati Alena
" yahh kalau tau begini mending gue pesan taksi dari tadi " Alena terpaksa harus berjalan kaki sendirian, dari tadi ia mencoba memesan taksi lewat aplikasi tidak ada satupun yang bisa jadinya yaa harus jalan kaki dari pada Alena menjadi penunggu gedung sekolah
Alena berjalan di gang sepi karena itu jalan yang paling cepat untuk sampai ke rumahnya
" ni gang kenapa sepi amat yaa, gak ada orang yang mau lewat gitu, wahhh atau jangan-jangan ini tempat para preman-preman nongkrong lagi kayak di berita yang gue tonton kemaren " cerocos Alena sendiri yang mudah sekali menyimpulkan hal baru tanpa ia tahu
Sampai tiba-tiba sebuah tangan menariknya ke dalam pelukan
" Haa kan udah gue bilang juga apa ini pasti salah satu preman yang nongkrong di sini, tapi kok suka narik-narik cewek gak di kenal ke pelukan dia yaa"
" atau jangan-jangan ni preman mesumm lagi" takut Alena yang mengira orang yang sedang memeluknya adalah seorang laki-laki mesum
Alena meovaba melepaskan dirinya dari pelukan yang ia anggap sebagai orang jahat
tidak punya pilihan lain terpaksa akhirnya Alena mengginggit orang yang memeluknya dengan sangat kuat, sampai orang itu meringis kesakitan akibat ulah Alena
Saat Alena berhasil melepaskan diri dari pelukan orang itu, saat tiba Alena ingin memukul orang itu tiba saja Alena di buat terkejut dengan siapa orang yang memeluknya tadi
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
__ADS_1
sampai ketemu di episode selanjutnya