
" Na lo kenapa " tanya saga mereka sekarang tengah duduk didalam kelas yang hanya ada mereka berdua didalamnya
" Gak, gue gak kenapa-kenapa " Alena menatap keluar jendela tidak berani menatap Saga takut kebohongan nya akan ketahuan oleh Saga yang sangat tahu kalau dirinya sedang berbohong
" Terus, kenapa tadi lo pergi pas ngeliat Gevan sama keyzia bareng " Gevan semakin curiga dengan Alena
" Au ah gue mau pergi dulu " Alena pergi meninggalkan Saga tanpa melihat kearah saga yang ada di sampingnya
saga memandangi kepergian Alena dengan ekspresi datarnya yang berbeda dari sebelumnya
" Na berdoa aja lo gak suka sama tu orang, kalau sampai itu terjadi, maafin gue kalau suatu hari nanti, gue bakal jadi orang egois buat lo "
*
*
*
" Alena lo gak pulang " salah satu teman kelas Alena, Kia. Bertanya kepada Alena yang tampak seperti penguntit dilorong sekolah dengan menyandang tas tapi tidak langsung pulang
__ADS_1
" Iya bentar lagi " Alena celingukan menatap kia takut kalau curiga dengan dirinya
" Yaudah gue bareng lo aja pulangnya " Kia menyender di dinding lorong di sebelah Alena
" Ngapain lo di sini pergi sana " Alena mengusir kia karena merasa kalau kia merusak aktivitas nya sekarang
Kia menggelengkan kepalanya pertanda tidak mau, " Gue dari dulu mau jadi sahabat lo, tapi lo cuma fokus sama si Sasa ya gak berani gue "
" terus sekarang kenapa lo berani jadi sahabat gue " Alena menaikkan salah satu alisnya
" Kalau sekarang Sasa gak ada lagi, dia juga gak baik. Dari dulu si Sasa sering ngengadu domba lo sama teman kelas mangkanya mereka gak suka ke elo "
....
" Kok gue bisa hamil, ini anak siapa " ya saat pulang sekolah Alena langsung membeli tespek di apotik tepi jalan dan langsung mengetes kecurigaan nya beberapa hari ini
Dan terbukti ada dua garis merah di tespek itu sudah beberapa kali Alena mencoba terus tapi hasilnya masih tetap sama
Alena langsung terduduk saat ia teringat tentang sesuatu " Sasa ini semua gara-gara lo" Alena marah karena jebakan Sasa dan natasya dirinya kini harus mengandung benih yang tak ia tahu milik siapa
__ADS_1
" Maafin gue Gevan " Alena mengusap perutnya dengan air mata yang tiba-tiba mengalir begitu saja
Malamnya
" Alena, Mama udah kirimin surat perceraian kamu dengan keluarga Gevan " ucap Bu Melia saat mereka tengah makan malam
uhuk...
uhuk....
" Ma.. kenapa mama gak ngomong dulu ke Ale " Alena menatap sang mama dengan sorot kecewa atas keputusan sepihak itu
" Apanya yang harus diomongin lagi na, mama sudah selidiki Gevan selama ini dan kamu tahu apa yang mama temukan, ini! " Bu Melia melempar sebuah amplop coklat ke arah Alena
Alena membuka amplop yang di lempar Bu Melia, dada Alena tiba-tiba terasa sesak melihat isi amplop tadi itu ternyata foto Gevan dan Natasya tengah tidur di satu ranjang yang sama dan bukan hanya itu, foto Gevan dan Natasya berpelukan memasuki sebuah hotel. Alena disaat itu juga terasa sangat hancur
" Ma, Alena setuju untuk bercerai dengan Gevan " Alena langsung pergi setelah mengatakan persetujuan nya dengan kedua orang tuanya
" Gue gak nyangka selama ini lo ada main api di belakang gue van "
__ADS_1
.....
" Gak ma, Gevan gak akan pernah setuju! "