
pulang sekolah
.
.
terlihat gevan sedang menunggu seseorang di area parkir, padahal sekolah sudah mulai sepi
tanpa mau menunggu lagi, gevan langsung masuk ke mobilnya,ia yakin kalau orang yang tadi pagi ia suruh untuk menunggu nya di parkiran sudah pergi tanpa mengatakan apa pun padanya
di dalam mobil gevan memutuskan untuk menelpon Alena orang yang tadi ia tunggu, gevan di buat kesal karena Alena tak mau mengangkat panggilan telpon nya padahal di HP nya bertuliskan bergetar
"sial..." umpat gevan
.
.
.
Di sisi lain Alena dan temannya sasa sedang tertawa bahagia didampingi oleh teman cowok nya sasa
"ngomong-ngomong lo udah punya pacar le" ucap salah satu cowok yang duduk di sebelah Alena, sebut saja saga cowok dengan lesung pipi pada kedua pipinya itu terlihat sangat manis di tambah tahi lalat di bawah matanya membuat penampilan nya saat ini terlihat sangat manis, apalagi saga ramah, dan murah senyum
"gimana mau punya pacar, toh dia kan udah di jo__" mulut Sasa langsung di bekap oleh sahabatnya tak lain adalah Alena
"sa bisa diam gak, mulut lo rembes banget" bisik Alena pada sahabatnya itu
__ADS_1
Alena langsung melepas bekapan tangannya pada mulut sasa karena dua orang di depan nya sudah melihat aneh ke arah mereka berdua
"di jo apaan sa" bukan saga yang berbicara tapi gino sahabatnya saga
"gak maksud gue tu jo.. jomblo ya jomblo itu maksud gue" ucap sasa gugup
"oh.. masih jomblo" alena terdiam mendengar suara orang yang di jodohkan dengan nya dari arah belakang, sejak kapan gevan ada di kursi belakang, apalagi tadi alena main pergi saja tanpa mengabarkan pada gevan
semua orang langsung melihat ke arah belakang Alena, bingung? ya itu yang mereka bertiga rasakan
"dia siapa" ucap saga pada alena yang masih diam menatap calon suaminya itu
"dia gevan ketos di sekolah gue" ucap sasa dengan wajah berseri-seri, gimana tidak sasa salah satu orang yang menyukai gevan diam-diam sampai alena pun tidak tahu
"pulang" ucap gevan menatap dingin pada dua orang laki-laki di depannya
gevan menatap tajam pada saga karna sudah berani memegang tangan calon istrinya itu
"lepas" ucap gevan sangat dingin
"lo yang harus lepasin lena" ucap saga dengan sedikit meninggikan oktaf suaranya
gevan mengernyit mendengar kata 'lena' sejak kapan mereka dekat sampai-sampai mempunyai nama panggilan
alena yang berada di tengah-tengah hanya diam merasa hawa dingin dari gevan apalagi terlihat perubahan di wajah gevan walaupun ekspresi nya masih tetap dingin tapi alena tau kalau gevan saat ini sedang marah
"gue bilang lepas" kembali gevan bersuara dengan dingin hanya saja ia sedikit meninggikan oktaf suaranya
__ADS_1
bukannya takut saga malah semakin mempererat genggaman nya pada tangan Alena
"emang nya lo siapa nya lena"
smirk.. gevan menatap remeh pada saga
"gue ca___" belum juga gevan menyelesaikan ucapan nya, Alena langsung memotongnya
"dia sepupu gue ga" ucap Alena sembarangan ia takut kalau identitas dia sudah di jodoh kan tau oleh semua orang di tambah di jodohin sama most wonted sekolah bisa mati di kroyok ia pikir Alena
gevan diam mendengar penuturan alena bahwa ia adalah sepupunya, apalagi saat melihat saga tersenyum penuh arti pada alena membuat gevan semakin kesal kalau lama-lama di sini
tanpa mau mendengarkan apa yang mau saga ucapkan, gevan langsung menarik tangan Alena saat genggaman saga sudah terlepas, membawa paksa Alena masuk ke mobilnya
tiga orang yang tengah berdiri di bangku mereka hanya bingung dengan perilaku gevan, apalagi sasa dan saga
apa begitu cara memperlakukan sepupu pikir mereka
.
.
.
.
jangan lupa dukungan nya😊
__ADS_1