
" Lo ngapain di sini " tanya Alena heran dengan orang di depannya apalagi di tambah dengan para karyawan kafe yang membungkuk memberi hormat pada orang yang ia benci
" Hah😧" bukan Alena saja yang dibuat tercengang, saga dan penonton alias pengunjung yang lain juga dengan tindakan para pelayan di depan mereka
Gevan yang melihat ekspresi Alena tercengang dengan mulut yang terbuka, langsung menutup nya dengan sedikit mendorong dagu Alena ke atas, membuat Alena langsung tersadar dan segera menjaga jarak aman dengan gevan karna ia ingat dengan perkataan sang Mama
" apa-apaan sih lo, nyentuh gue tanpa izin " ucap Alena dari belakang punggung saga seperti anak kecil yang meminta perlindungan dengan orang dewasa tapi Alena telah salah memilih orang itu bukannya membuat ia di lindungi malah tindakan Alena sekarang bisa memancing singa mengamuk
" Gue gak butuh izin dari lo untuk nyentuh dan jangan kan cuma nyentuh lo gue berhak atas diri lo " ucap gevan dengan datar tapi terdengar seperti orang yang sedang menahan amarah
" Alena pergi dari dari situ " suruh gevan dengan mata tajamnya menatap Alena, Alena yang di tatap seperti itu langsung menyembunyikan seluruh wajah nya pada punggung saga, dan hal itu membuat Gevan naik pitam
Tanpa basa-basi Gevan langsung menarik Alena tanpa bisa di cegah oleh saga karna ia sudah di tahan oleh para pekerja Gevan saat ia berusaha menarik tangan Alena
" Lo bawa gue kamana, lepas " berontak Alena mencoba melepaskan diri dari Gevan
__ADS_1
Gevan seakan menulikan pendengaran nya, ia tidak memberhentikan langkah nya tapi malah mempercepat langkahnya membawa Alena menaiki lift menekankan lantai 4, lantai yang paling atas kafe yang di buat khusus hanya untuk Gevan
ting (bunyi lift)
saat pintu lift telah terbuka, Gevan menarik Alena lagi walaupun Alena sudah berontak tapi Gevan tak peduli
" lay lepasin gue, gue mau sama saga " saat Gevan mendengar nama saga dari mulut Alena, Gevan menghentikan langkah nya
Saat mendapati ada kesempatan Alena langsung berusaha kabur tapi percuma saja gevan telah lebih dulu membaca pergerakan Alena
Gevan langsung memikul Alena seperti sedang membawa karung beras di atas pundak
Alena berontak lagi dengan cara memukul punggung Gevan tapi ternyata usahanya sama dengan usaha yang lain PERCUMA
Gevan membuka pintu di depan nya dengan menggunakan sidik jari, langsung melempar Alena ke atas kasur
__ADS_1
" lay lo mau ngapain gue " takut Alena menyilang kan kedua lengannya di dada
Gevan hanya menatap Alena sambil tangan nya melonggarkan dasi yang ia pakai, Gevan masih memakai pakaian kantor nya tadi
Gevan naik ke atas kasus menyudutkan Alena di pojok tempat sandaran kasur, mengukung Alena dengan Posisi Alena yang terus mencoba menghindari tatapan gevan
Alena mau mundur ia tidak bisa karna telah mentok, mau keluar dari kukungan gevan juga tidak bisa, Alena seakan kehabisan kata-kata untuk mengatai gevan, Alena yang biasanya cerewet menjadi sosok yang pendiam sekarang, Gevan hanya menatap dingin Alena
" Gevan gue mohon le.. lepasin gue " Alena berusaha memberanikan dirinya
" kalau gue gak mau gimana " smirk Gevan menatap Alena yang masih belum berani menatap dirinya
" Gevan emang salah gue apa hah "
...----------------...
__ADS_1
jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya