
" Assalamu'alaikum " ucap Gevan yang sudah berdiri di pintu rumah Alena
" waalaikumsalam " jawab seseorang dari dalam
" Eh van kamu udah datang " ucap sang mertua saat ia sudah membuka pintu
" ya Ma, Gevan boleh langsung ke atas ketemu Alena " ucap Gevan meminta izin pada sang mertuanya
" boleh lah van, yaudah Mama juga mau tidur dulu udah ngatuk banget soalnya " ucap Melia langsung berjalan ke kamarnya dan kini tinggal Gevan di tengah rumah yang sudah sepi tanpa kehadiran orang satu pun karna semua sudah mengistirahatkan diri mereka untuk kegiatan besok
Gevan berjalan menaiki tangga menuju kamar sang istri sekaligus kamarnya juga sekarang, saat ia sampai di depan pintu kamar, ia tak mendengar satu pun lagi suara dari arah kamar pertanda sang istri juga sudah masuk ke alam mimpi sama seperti yang lain
Gevan meletakkan tangan nya di ganggang pintu, mencoba untuk membuka pintu yang ia kira di kunci tapi ternyata tidak
saat berhasil membuka pintu, Gevan masuk dengan sangat pelan takut untuk membangun kan sang istri dari tidur pulasnya yang kini dapat di lihat Gevan
Gevan berjalan ke ranjang Alena yang ukuran king size yang pastinya sangat besar untuk satu orang yang tidur di atas nya
Gevan mensejajarkan ranjang tempat istri nya tidur dan dirinya, ia menyikap anak rambut sang istri yang dengan lancang hampir menutupi wajah Alena
saat Gevan melihat jam yang berada pada pergelangan tangan kirinya yang kekar, terlihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 23:55 malam
Gevan melihat sekeliling ruangan mencari tempat yang bisa ia buat untuk merebahkan diri, tatapan Gevan terkunci ke sebuah sopa yang cukup luas untuk satu orang
Gevan langsung berjalan menuju ke sopa tempat tidur nya, ia merebahkan diri ke tempat yang jauh dari kata luas dari ranjang di kamar nya
Tanpa menunggu waktu lama, Gevan terlelap masuk ke alam mimpinya menyusul sang istri karna kantuk berat melanda dirinya
........
Keesokannya
Karna sebuah cahaya yang masuk di celah garden, membuat Gevan terganggu karena cahayanya yang cukup menyilaukan masuk ke matanya saat ia berkedip untuk menetralkan cahaya yang meneparnya
Gevan sudah bangun dengan posisi duduk, ia melihat ke arah tempat tidur sang istri, Gevan cukup kaget melihat tempat tidur sang istri yang sudah rapi tanpa ada orang di atasnya
' kemana dia ' ucap Gevan dalam hatinya
saat Gevan masih berkutat dengan pikiran nya, terdengar suara pintu di dorong dari arah pintu kamar mandi, Gevan mengalihkan pandangannya ke arah suara pintu, ia melihat sang istri keluar dengan baju yang sudah rapi seperti orang mau pergi keluar, karna hari ini adalah hari libur jadi tidak mungkin Alena pergi ke sekolah ðŸ¤
Alena yang merasa ada orang yang menatap dirinya, ia langsung balik menatap orang itu walaupun hanya sebentar setelah itu Alena langsung pergi menuju meja riasnya
__ADS_1
Melihat sikap Alena yang tak seperti biasanya, Gevan berdiri dari tempat duduk nya berjalan ke arah sang istri
" Na kenapa lo gak kasih kabar kalau lo ada di sini " tanya Gevan di samping Alena
"..... "
" Na lo kenapa " tanya lagi Gevan saat ia melihat sikap Alena yang tak seperti biasanya
Bukannya menjawab sang istri malah pergi dengan membawa tas kecil yang ia pakai di bahu kirinya
" Lo mau pergi kemana " ucap Gevan dengan nada dingin
" Bukan urusan lo " ketus Alena menjawab pertanyaan Gevan
" Gue ini suami lo, jadi berhak tahu " ucap Gevan berjalan maju ke arah Alena
" Tepatnya suami yang di jodohkan dan lagian kita juga punya kontrak kan " ucap Alena menohok
"..... " Gevan hanya diam karna yang di katakan oleh Alena itu semua benar
setelah mengatakan yang mampu membuat Gevan terdiam tanpa balasan, Alena lalu memutar tubuhnya berjalan ke arah pintu
Sekali lagi Alena memutar tubuhnya menghadap sang suami yang kini berdiri di depannya
" kenapa " ucap Alena tanpa basa basi
Bukannya menjawab perkataan Alena, Gevan malah diam dengan kakinya yang mulai berjalan maju mendekati Alena
" I..ini kenapa lo maju " gugup Alena melihat Gevan yang terus berjalan maju sedangkan dirinya berjalan mundur untuk menghindari sang suami
Dan lagi- lagi Gevan hanya diam dengan posisi yang masih berjalan maju ke arah Alena
" van lo kenapa " takut Alena saat Gevan semakin melangkah maju sedangkan tubuhnya hampir mendekati tembok di kamar nya
saat tubuh Alena tak bisa lagi mundur karna punggungnya sudah mentok ke dinding, Gevan mengukung dirinya dengan satu tangan dan tatapan yang sangat tajam seperti Alena sedang di tusuk oleh benda yang tajam
" Va.. van lo gak b..bakal aneh- aneh kan " takut Alena mencoba menyingkirkan tangan Gevan dari sebelah nya agar ia bisa keluar
smirk.... Gevan hanya menyeringai sambil matanya yang naik turun menatap tubuh Alena di depannya
Gleg...
__ADS_1
' mati gue, ni orang sebenarnya mau ngapain sih ' ucap Alena dalam hati dengan perasaan yang khawatir takut kalau ia akan di lecehkan oleh sang suami
" v.. van jangan gini lah, kalau ada masalah bisa kita omongin baik- baik dengan kepala dingin, jangan gini gue yakin lo masih punya iman kan jadi jangan buat diri lo menyesal dan ini juga dosa buat kita " ucap Alena panjang lebar karna saking takutnya kalau sampai Gevan khilaf jadi ntah apa yang ia bicarakan yang penting bisa mengulur waktu
" gak akan dosa, kita suami istri " ucap Gevan dengan mata yang masih menatap Alena yang kini tengah menatap lurus ke arah dada Gevan
Gleg....
' hiks... maaf ya keperawanan gue udah gak bisa buat jagain lo, untuk suami masa depan gue ' ucap Alena dalam hati dengan mata tertutup
Gevan maju mendekati wajah Alena, semakin dekat Gevan juga dapat melihat ekspresi Alena yang sudah waspada dengan tubuh yang tegang entah kenapa
" buka mata lo " suruh gevan dengan suara agak serak
Alena tidak menuruti perkataan Gevan yang menyuruhnya untuk membuka mata ia takut kalau akan di perlakukan tidak senonoh oleh gevan
" buka atau... " ucap Gevan sengaja menggantung ucapannya
" jangan.... i.. ia ini gue buka " pasrah Alena dengan sikap Gevan yang dari dulu perkataan nya harus di turuti dan Alena juga tau kalau Gevan tidak bisa di bantah atau ia akan melakukan seperti apa yang ia katakan
Deg.....
kaget Alena mata nya dan Gevan sangat dekat hanya berjarak beberapa senti saja
" v.. van bisa munduran, ini terlalu dekat "
" emang kenapa, bukankah kita sudah sah, dan ini belum seberapa dari apa yang ingin gue lakukan sebagai hak gue sebagai suami lo " ucap Gevan tidak mau menuruti perkataan Alena, ia bahkan menarik pinggang Alena agar jarak nya dengan Alena tak ada lagi
" v.. van gue mohon jangan gini " bujuk Alena mencoba melepaskan diri dari pelukan Gevan yang erat di tubuhnya
" Gini apaan " tanya Gevan malah membuat Alena takut dengan ekspresi Gevan yang menyeringai kepadanya
" Posisi ambigu lo ini " ucap Alena agak meninggikan suara nya karna ia sudah kesal dengan sikap Gevan yang dari tadi hanya tarik ulur dengan nya
Gevan memajukan wajahnya semakin dekat dari yang tadi, membuat Alena tanpa sadar menutup mata karena waspada akan kelakuan Gevan sekarang
...----------------...
***jangan lupa dukungan nya ya😊
sampai ketemu di episode selanjutnya***
__ADS_1