
Alena masih menutup matanya, takut yang ia pikirkan terjadi tapi sudah cukup lama Alena memejamkan matanya tidak ada yang ia rasa sedang menenpel atau hembusan nafas dari Gevan
lantas membuat Alena langsung membuka mata, tapi tak ia sangka Gevan sedang melihat nya dengan senyum menyeringai nya
" udah halunya " ucap Gevan masih menatap ke arah sang istri
" Apaan sih siapa juga yang halu " ucap Alena mencoba mengelak dari perkataan Gevan
" ooo jadi tadi tu lo lagi bayangin gue cium lo kan " ucap Gevan dengan mimik wajah seperti sedang menebak-nebak sesuatu
' Mati gue kok ni bocah bisa tau ye ' ucap Alena dalam hatinya
" Gue benar kan, gakpapa sih gue tau gak ada satupun wanita yang gak bisa nolak pesona gue " Ucap Gevan dengan narsis nya
" Dih sok narsis padahal ya kalau gue nilai gantengan juga mamang tukang bakso yang didepan kompleks " Bohong Alena ia tak mau mengakui tampannya seorang Gevan, ia tau apa yang akan terjadi kalau ia membenarkan perkataan orang- orang bahwa Gevan tampan
" Udah ah... gue mau pergi sekarang " ucap Alena hendak berjalan pergi namun tangannya di pegang oleh Gevan sehingga langkah Alena terhenti
" kenapa sih lo van " ucap Alena menghempaskan tangan sang suami
__ADS_1
" mau kemana " tanya Gevan baik- baik
" kan tadi gue udah bilang, gue mau pergi " ucap Alena sedikit menaikkan oktaf bicaranya
" Ya gue tau, tapi lo mau kemana gue sebagai suami lo berhak tau mau kemana dan dengan siapa lo pergi " jelas Gevan pada Alena yang kini tengah terkaku diam mendengar perkataan nya
Mala hanya diam tanpa bisa membalas perkataan sang suami karena yang di katakan oleh suaminya adalah benar
" kenapa diam benar kan kata gue " ucap Gevan yang tau kenapa Mala terdiam tanpa membalas perkataannya
" jadi selagi lagi gue nanya, lo mau pergi kemana dan sama siapa " tanya lagi Gevan pada Alena
" cowok atau cewek " tanya lagi Gevan yang kini seperti sedang menginstrogasi seseorang
" cowok " jawab Alena jujur
" jangan pergi " larang Gevan pada sang istri yang akan menemui seseorang
" lahh emang lo siapa, ini hak gue, mau gue pergi kemana pun itu bukan urusan lo " ucap Alena yang tak Terima kalau dirinya kini harus di atur -atur oleh orang, apalagi yang tukang atur nya adalah Gevan
__ADS_1
" Gue siapa? pasti lo lebih tau " ucap Gevan sedikit merasa tak terima dengan sikap sang istri
" Na jangan kayak anak kecil deh, gue ini suami lo jadi lo harus turutin perkataan gue " ucap Gevan tegas pada sang istri
" suami lo bilang, suami mana yang meluk cewek lain di depan istrinya " ucap Alena mengeluarkan unek-unek yang dari tadi ia tahan
Gevan terdiam beberapa saat mencerna perkataan sang istri
" jadi kamu cemburu " Tebak Gevan menahan senyumnya
" Gak, siapa yang cemburu sama cewek kegatelan ke suami orang " ucap Alena menggebu-gebu
" siapa yang suami orang " Tanya Gevan dengan seringaian nya
" Hah, ee.. gak tau tuh " ucap Alena baru sadar bahwa ia baru saja mengakui bahwa Gevan adalah suaminya
...****************...
***jangan lupa dukungan nya ya😊
__ADS_1
* sampai ketemu di episode selanjutnya***