
Gevan mendorong kembali Natasya yang sekali ini cukup kuat, melihat kesempatan itu Gevan langsung keluar dari kamar Natasya
" Huft..Alena gue harus nelpon Alena " Gevan merogoh saku celananya mencari alat komunikasi zaman sekarang
Setelah yang ia cari berhasil ia dapatkan Gevan mencari nomor Alena di daftar kontak nya, memencet nomor Alena kini ia harus menunggu panggilan itu di jawab
Di sisi lain
Alena sekarang tengah berada di dalam kamar nya, ia sedang mengerjakan PR yang tumben-tumbenan ia kerjakan biasanya juga ia menyontek dari Sasa
" Huftt... bentar lagi Na yok semangat demi juara 1 dari belakang hehehe " Alena lanjut mengerjakan tugasnya lagi
Beberapa saat ia mengerjakan tugasnya, Alena tiba-tiba berhenti
" Lah ini kenapa perasaan gue tiba-tiba gak enak ya dan kenapa gue kayak sesak napas " Alena memegang dadanya yang tiba-tiba sesak
Saat Alena masih berfikir dengan keadaan nya sekarang, sebuah deringan ponsel mengalihkan perhatian Alena
Kring... kring......
" Tumben " Alena mengerutkan keningnya saat orang yang tidak ia duga menelpon dirinya, Alena menggeser tombol hijau
" Ngapain lo nelpon gue, tumben biasanya juga lo langsung ke si_ "
__ADS_1
^^^ * on call *^^^
" Na tolong gue " (Gevan)
" Hah😨, Lo kenapa " ( Alena)
" Gue gak bisa jelasin sekarang Na, cepat (gevan)
" Lo dimana " ( Alena)
" Tunggu gue sherlock " ( Gevan)
" ya gue udah tau lo dimana, tunggu gue " (Alena)
" Gue harus pergi nolong dia, tapi gak mungkin gue sendiri, gue perlu ajak seseorang, saga ya saga " Alena dengan sangat khawatir langsung keluar dari kamarnya, pikiran nya sekarang hanyalah menyelamatkan Gevan
***
" By kamu mau lari kemana, percuma kamu gak akan bisa keluar dari rumah ini karna udah aku kunci semua, mending kamu nyerah aja " ucap Alena santai sambil berjalan mencari keberadaan Gevan
" ****, kenapa ni pintu harus di kunci " Gevan mencoba membuka pintu keluar tapi nihil usahanya hanya sia-sia karna sudah di kunci oleh Natasya apalagi tenaga nya sudah hampir habis
" Aaa...kalau gue tahu bakal gini gak akan gue minum minuman laknat, Na cepat gue sudi hal itu terjadi " Kini Gevan hanya berharap dengan pertolongan dari Alena sebelum Natasya berhasil mendapatkan apa yang ia mau yaitu tubuh Gevan
__ADS_1
" Hai By, akhirnya aku ketemu kamu, kamu mau kabur percuma kecuali kamu lakuin apa yang aku mau dan pasti kamu tahu apa itu kan " Natasya berdiri di depan Gevan dengan seringaian tercipta di mulutnya
" Hah, sampai kapanpun lo gak bakal dapatin apa yang lo mau " Dengan kepala yang masih terasa pusing, Gevan berbicara dengan Natasya menolak ajakan dari Natasya
" By kamu sekarang benar-benar berubah, apa jangan-jangan ini semua karna si Alena-alena itu, ya kalau itu benar aku bakal hancurin si wanita j@lang itu " Marah Natasya atas perkataan Gevan
" Berani lo nyentuh Alena seinci aja lo bakal mati di tangan gue " marah Gevan dengan perkataan Natasya yang akan menghancurkan Alena
" By kamu jangan gini, mending g kita ke kamar ayo aku bantuin " Natasya berjalan ke arah Gevan dengan senyuman liciknya, Natasya memegang tubuh Gevan dengan gaya sensualnya
" Minggir " Gevan menampik tangan Natasya
" hoo ayolah baby ku, atau kamu mau kita lakuin semua hal itu di sini " Natasya memajukan badannya ke depan mengikis jarak di antara mereka, Natasya mensejajarkan wajah mereka, jarak demi jarak terkikis, Natasya memejamkan matanya sepertinya ia memang ingin melakukan semua hal itu di sini sesuai dengan perkataan nya
tapi tiba-tiba......
*brakkk......
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya*
__ADS_1