
Pagi ini, Alena sudah rapi dengan seragam sekolah nya, ia akan kembali bersekolah karna Alena merasa sudah banyak pelajaran yang tertinggal saat beberapa hari lalu ia tidak masuk lantaran masih di rawat di rumah sakit
Alena menuruni tangga rumahnya, terlihat sang Mama sudah memulai kegiatan bersih-bersih seperti Ibu rumah tangga pada umumnya
" pagi ma " ucap Alena yang mengalihkan perhatian Bu Melia pada sang putri
" pagi, oh ya sayang di luar ada teman kamu nungguin udah dari pagi tadi " ujar Bu Melia memberitahukan pada sang anak
" siapa ma, kok gak di ajak masuk " tanya Alena bingung dengan orang yang menunggu nya di luar
" mama gak tau dia cowok sayang, pas tadi mama ajak masuk dia bilang mau tunggu di luar aja " jelas Bu Melia pada sang anak
" mending kamu liat aja di luar "
" ya ma " Alena melangkahkan kakinya keluar, penasaran dengan siapa orang yang menunggu nya pagi-pagi begini
saat Alena membuka pintu rumahnya, Alena sempat kaget melihat orang di depannya
" saga, ngapain ke sini " tanya Alena yang berdiri di depan saga
perhatian saga teralihkan oleh suara Alena, saga langsung menatap Alena dengan senyuman manisnya
" Gua mau pergi bareng sama lo "
" ya tapi gak sepagi ini juga kan " Alena sungguh heran dengan sikap saga sekarang
" gakpapa Alena, aku takut kalau gak sepagi ini kamu di jemput yang lain lagi " jelas saga lembut di sertai senyuman yang terus terukir di bibirnya
" tunggu bentar ya gue mau masuk dulu "
" ya gue tungguin lu di sini terus kok " Alena langsung pergi masuk ke dalam rumahnya lagi
tak berapa lama masuk kini ia kembali keluar dengan menyandang tas sekolah
" lo mau kemana " tanya saga melihat Alena di depan nya
" ya pergi sekolah lah " jawab Alena
" oh yaudah ayo pergi, tapi lo udah pamit ke orang tua lo kan " tanya saga kembali sebelum menghidupkan mesin motornya
" ya udah kok " Alena langsung naik saat mendapatkan persetujuan dari sang pemilik motor
__ADS_1
Mereka pergi melewati jalan yang terbilang cukup sepi, karna hari masih pagi
Beberapa menit kemudian, saga membawa motor nya melewati gerbang sekolah yang tinggi, ia memarkirkan motornya dengan cepat karna parkiran motor di sana sangat sedikit sekarang
Alena dan saga turun dari motor, berjalan menyusuri lorong sekolah yang terlihat masih sepi walaupun ada beberapa orang yang sibuk dengan aktivitas piket kelas pagi
" Na lo mau kemana dulu " tanya saga yang berjalan di sebelah Alena
" makan ga, gue lapar pas pergi tadi gak sempat makan " ucap Alena sambil mengusap perut datarnya
" kok lo gak makan sih sebelum pergi " tanya saga yang menyimpan khawatiran di dalam kata-kata nya
Sebelum menjawab pertanyaan saga, Alena menghembuskan nafas berat terlebih dahulu
" huft.. jelas-jelas gara-gara lo gue gak makan"
Saga mengernyit bingung dengan perkataan Alena yang menyalahkan nya yang tidak sempat makan
" kok gara-gara gue na "
" ya gara-gara lo lah, ngapain lo jemput gue pagi-pagi buta, ayam aja belum nge gonggong " jelas Alena dengan santai nya di sertai dengan ekspresi kesalnya menatap saga
" apaan " jawab asal Alena yang masih kesal dengan saga
" ayam bukan nge gonggong na, tapi berkokok yang nge gonggong kan anjing " jelas saga membenarkan perkataan Alena yang salah tadi dengan ekspresi polos nya
" ya seterah gue lah, mau ngatain ayam nge gonggong kek, atau apalah kek " ucap Alena asal
" yayaya katanya tadi lapar kan, ayo ke kantin " ajak saga menggandeng tangan Alena supaya mengikutinya
" ya ayo tapi lo kan yang traktir " tanya Alena
" iya sebanyak apapun lo makan nanti gue yang bakal bayarin " senyum saga melihat tingkah laku Alena yang seperti anak kecil baginya membuat ia merasa gemas sendiri
saga melangkahkan kakinya ke arah kantin sekolah dengan tangan yang masih setia mengenggam tangan Alena, Alena hanya diam melihat tangan nya di genggam ia merasa nyaman sekarang dengan perlakuan lembut saga
Alena dan saga sampai di kantin sekolah mencari tempat duduk di pojok karna itu tempat yang paling tepat alasannya bisa nyender ke dinding
" lo mau pesan apa na " tanya Saga saat mereka sudah duduk berhadap-hadapan
" Bakso deh eh tapi gak deh nasi goreng aja, gue belum makan nasi soalnya " Alena mengatakan makanan yang akan ia pesan walaupun sempat ragu-ragu
__ADS_1
" yaudah kalau gitu gue pesan dulu ya " Alena mengangguk, Saga langsung pergi ke ibu kantin untuk memesan makanan yang akan mereka santap pagi ini
Setelah saga yang pergi memesan makanan sekarang tinggal Alena sendiri di meja makan, karna merasa bosan Alena memilih membuka benda pipihnya
ntah apa yang ia lihat di HP miliknya, hingga kedatangan seseorang yang tiba-tiba muncul di depannya mengalihkan perhatiannya dari HP miliknya tapi itu hanya sementara
Awalnya Alena tak mau ambil pusing dengan orang yang tiba-tiba duduk di depannya tanpa ada izin, tapi Alena merasa risih dengan sikap orang di depannya yang dari awal ia duduk di situ tatapan matanya tidak pernah lari dari menatap Alena
" lo kenapa natap gue hah " dengan nada suara yang dingin dan tanpa mengalihkan matanya dari benda pipih miliknya, Alena bertanya karna memang ia sudah risih
" karna lo istri gue " tiba-tiba Alena langsung batuk mendengar ucapan orang di depannya
" uhuk... uhuk... lo gilak atau memang obat lo udah habis " Alena menatap orang itu dengan tajam
" Ya gue udah gila dan itu semua gara-gara lo" ucap Gevan orang yang duduk di depan Alena
Alena yang mendengar perkataan gevan, hanya bisa mengernyit melihat sikap gevan yang Alena anggap sedikit gilak
" van kalau otak lo emang udah agak geser, mending cepat lo periksa ke psikiater deh " ucap Alena yang tak tahan melihat sikap gevan yang emang sudah berubah menurut nya
Gevan hanya tersenyum manis menatap Alena tanpa ada rasa marah karna Alena telah mengatai dirinya
Tak berapa lama akhirnya saga datang membawa dua mangkok nasi goreng dengan teh es untuk mereka berdua
saat saga sudah hendak sampai di meja mereka duduk, saga mengernyit heran melihat ada seseorang di meja mereka
" ini pesanan nya na, maaf agak telat soalnya Bu kantin baru ngegoreng nasi " jelas Saga atas keterlambatan nya
" ya gakpapa ga, untung lo udah di sini ga " Alena tersenyum sambil mengambil pesanannya
" Na orang itu siapa " tanya gevan yang tiba-tiba berubah menjadi datar dengan dengan nada suara yang dingin seperti menahan amarah
.................
Mungkin beberapa hari ini author gak bisa update setiap hari, soalnya mau persiapan ujian tapi author usahain kok
***
jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya
__ADS_1