
Beberapa hari setelah acara pernikahan, Alena kembali masuk sekolah setelah libur beberapa hari untuk acara pernikahannya yang di bilang sangat tertutup
"le kapan lo nikah sama orang yang dijodohin sama lo itu" tanya sasa sahabatnya, mereka berdua tengah berada di kantin
"emmm perjodohan gue batal sa" bohong Alena padahal baru beberapa hari yang lalu ia mendengar gevan suaminya mengucapkan ijab kabul di sebelahnya
"lah kenapa le"
"gak kenapa-kenapa sa gue cuma mau fokus sekolah dulu" ucap Alena berusaha mencari kata-kata yang masuk akal agar sahabatnya itu tidak curiga apalagi bertanya ini itu padanya
Alena bukannya tidak mau mengakui pernikahannya pada sasa sahabatnya tapi ini sudah perjanjian antara ia dan gevan beberapa hari lalu
flashback on
gevan dan alena memasuki kamar alena yang di hias secantik mungkin ditambah dengan kelopak bunga mawar yang ditaburkan membentuk gambar love
"lo mandi dulu aja" ucap Alena pada orang yang baru beberapa jam yang lalu menjadi suami nya itu
"mm" gevan berdiri mengambil handuk dan baju ganti lalu berjalan memasuki kamar mandi
setelah 15 menit gevan keluar, gantian sekarang alena yang harus membersihkan badan nya yang sudah terasa sangat lengket akibat keringat karna memakai gaun yang sangat tertutup membuat Alena kepanasan di dalam nya
tidak membutuhkan waktu yang lama Alena keluar dengan penampilan yang lebih segar daripada yang tadi, alena melihat gevan yang tengah duduk di sofa sambil mengotak ngatik benda pipihnya
fokus gevan teralihkan saat Alena tiba-tiba duduk di depannya,"lay gue mau buat perjanjian sama lo"ucap Alena dengan memasang wajah serius
__ADS_1
"mm" jawaban gevan membuat Alena harus menyetok kesabaran sebanyak mungkin untuk menahan perilaku dingin gevan
"huff... hmm itu iya atau gak" sabar Alena berbicara pada gevan
"iya"
"lay kalau lo dingin boleh, tapi jangan berlebihan deh,gue capek ngomong panjang lebar lo nya malah 'hmm' aja" cerocos alena mengeluarkan unek-unek nya
gevan menghentikan aktivitas nya yang mengotak-ngatik benda pipihnya, ia menghembuskan nafas dalam, sedetik kemudian reaksi yang diperlihatkan gevan membuat Alena tercengang
"iya Alena istriku, perjanjian nya apa" ucap gevan tersenyum lebar tapi itu cuma sebentar setelah itu ia langsung memasang wajah datar
"dihh jangan manggil gue gitu geli tau gak" ucap alena merinding mendengar ucapan gevan
gevan tanpa pikir panjang langsung mengambil pulpen yang telah di siapkan Alena dan menandatangani kertas perjanjian yang di sodorkan Alena, melihat itu Alena terdiam menatap tak percaya akan kelakuan orang yang baru saja menjadi suami nya itu
"apa" tanya gevan melihat ekspresi Alena
"hah, lo gak baca isi perjanjian itu lay"
"udah"
'kapan si ketlay baca' monolog Alena dalam hati
"pas tanda tangan" seakan tau apa yang dipikirkan oleh istrinya itu
__ADS_1
"kok lo tau sih lay apa yang lagi gue pikirin, lo gak cenayang kan" curiga Alena pada suaminya itu
"gak"
"mm yaudah gue tidur dulu" ucap Alena langsung membaringkan tubuhnya pada kasus over size miliknya
"mm"
flashback off
"yaudah Sa gak usah di bahas lagi"
"yo ah kita pergi ke kelas" ajak Alena pada sahabat nya itu
...****************...
jangan lupa dukungan nya😊
.
.
.
oh ya kalau ada yang gak masuk di akal kalian maklumin aja ya
__ADS_1