Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
Kesalahpahaman


__ADS_3

Saat Alena akan masuk ke kelasnya, tiba-tiba Gevan mencium keningnya yang sontak saja membuat satu kelas Alena heboh dengan tindakan Gevan.


"Aku ke kelas dulu ya sayang"


"iy-iya" Alena masuk ke kelas dengan hati yang marah pada Gevan, Alena menunduk saat berjalan melewati bangku temannya.


"wahh gilakkk gue lagi gak mimpi kan"


"Demi apa itu Kak Gevan cium Alena kan"


"kalau ini nyata gue mau ini hanya mimpi"


"cepet cubit gue... aww jangan keras juga kalau mau cubit gue"


"ALENA" saat Alena sudah duduk di bangkunya, serempak kaum hawa yang ada di kelasnya memanggil dirinya dengan ekspresi beragam.


"iy-iya" Alena bukanlah orang penakut tapi kalau sebanyak ini sihh siapa coba yang gak ketar-ketir jadinya.


"Beneran lo pacaran sama Gevan"


"iya"


"itu tadi kak Gevan kan yang cium lo bukan kloningan dia kan"


"iya itu Gevan"


"wahh parah lo Alena, lo bikin hati gue sakitt jahat loo ahh"


"selamat pagi semua" Alena merasa beruntung kali ini, karna ia tidak usah menjawab pertanyaan dari teman kelasnya berkat guru killer masuk.


*


*


*


Kring....


kring....


kring...

__ADS_1


Bel pulang sekolah telah berbunyi, semua murid membubarkan dirinya dari sekolah tak terkecuali Alena. kini ia sedang menunggu Gevan diparkiran seperti yang di suruh sang suami.


Tapi saat ia sedang asyik bermain HP, tiba-tiba ada seseorang menyodorkan minuman padanya.


"Saga lo gak pulang" Alena mengambil minuman yang di sodorkan oleh saga tadi karna berhubung ia juga sedang haus. Ya rezeki mana boleh di tolak.


Saga duduk di sebelah Alena tanpa permisi, di parkiran tempat Alena menunggu memang di sediakan kursi panjang untuk murid duduk ataupun menunggu orang tua mereka menjemput.


"Gue tadinya emang mau pulang tapi pas liat lo sendirian di sini ya gue pikir lebih baik nemenin lo aja" jelas Saga yang hanya di angguki oleh Alena sebagai responnya.


"oh ya thanks ya buat minumannya, lain kali gue yang traktir deh"


Tak terasa sudah 35 menit Alena lewatkan untuk menunggu Gevan, untung ada Saga jadi ia tak merasa bosan harus menunggu sendirian.


"Na lo nungguin siapa" tanya Saga


Alena diam sejenak tak menjawab pertanyaan Saga, "Nungguin pacar lo ya" Sambung saga yang menjawab pertanyaan nya sendiri.


"Hah pacar gue? siapa" Alena malah bertanya balik dengan saga, saga tentu saja merasa aneh dengan sikap Alena yang pacar sendiri saja ia tidak tahu.


"Gevan bukannya tu orang pacar lo" Jawab saga menatap bingung pada Alena.


"heheh iyaa gue lupa"


Ucapan Saga tentu saja membuat Alena sedikit kaget, "lo gak salah liat kan Ga" tanya Alena memastikan kembali.


"gak gue yakin gue gak salah liat" ucapan saga terlihat seperti tidak berbohong di mata Alena.


Dan jika Alena perhatikan kembali, mobil Gevan memang sudah tidak ada lagi di parkiran.


'padahal gue udah nungguin lo dari tadi Van, tapi ternyata lo udah pulang ya' batin Alena sendu jika melihat sikap Gevan yang semena-mena seperti ini pada dirinya.


"Kalau gitu gue pulang dulu ya Ga, makasih udah temenin gue di sini" saat Alena akan pergi Saga mencegat Alena.


"Pulang bareng gue aja, gak ada penolakan anggap aja ganti dari air minum tadi"


Alena mau tak mau harus pulang bersama Saga, tohh Alena juga lupa bawa uang jadi hitung-hitung tumpangan gratis.


Saga melajukan kendaraan menembus jalan raya yang cukup padat karna sudah jam pulang kerja.


Mereka sampai di rumah Alena atau lebih tepatnya rumah Alena dan Gevan.

__ADS_1


"Makasih ya Ga" Alena keluar masih berdiri di sebelah pintu mobil Gevan.


"ya Na, gue pulang dulu" Saga pergi dan saat itu sebuah mobil tiba di samping Alena. Alena yang tau itu mobil siapa langsung bergegas masuk ke dalam rumah tak mengindahkan panggilan dari suaminya.


"Na"


"Na"


"sayang"


"Alena"


Gevan mengejar Alena tapi Alena keburu masuk ke dalam kamarnya. Membuat Gevan hanya bisa berbicara lewat pintu saja.


"Na kamu kenapa pulang sama cowok brengsek itu, kan tadi aku udah suruh kamu nungguin aku Na" Tanya Gevan sambil tangan masih mengetuk pintu berwarna coklat itu.


"Aku cariin kamu dari tadi tapi kamunya gak ada Na, kalau kamu mau pulang dulu boleh Na tapi kabarin aku dulu dan jangan pulang sama cowok brengsek itu ataupun cowok lain cuma boleh aku Na"


Tak ada sautan dari balik pintu membuat Gevan hendak pergi meninggalkan Alena sampai ia mau keluar, tapi saat Gevan akan pergi pintu terbuka menampakkan wajah Alena yang datar seperti kemaren.


"Gue kecewa sama lo van" ucap Alena masih di depan pintu kamarnya.


"kecewa kenapa Na, apa yang aku perbuat sampai kamu kecewa sama aku" tanya Gevan yang bingung dengan perkataan Alena, jujur saja ia tak tahu tindakan apa yang ia lakukan sampai sang istri bisa mengatakan itu.


"Udah lebih setengah jam gue nunggu Van, tapi apa yang gue dapat gak ada, ternyata lo udah balik duluan ninggalin gue di parkiran" Sedih? tentu saja tidak ada orang yang mau di perlakukan seperti itu oleh suaminya seperti tidak di anggap, jangan kan suami teman kita saja jika memperlakukan kita seperti itu pasti sedih dan kecewa.


"Hah aku gak balik duluan Na, aku selesai rapat aja sekitar 45 menit gimana aku mau pulang" Gevan merasa ada orang yang sengaja membuat kesalahpahaman di antara dirinya dan Alena, agar mereka bertengkar.


"Tapi mobil kamu gak ada di parkiran"


"Mobilku tadi di pinjam sama Gio, katanya ada urusan mendadak ya aku kasih lah" jelas Gevan lagi.


"Emang siapa yang ngomong kalau aku udah balik duluan" Tanya Gevan yang kali ini nampak kesal.


"Saga katanya dia liat lo udah balik duluan" jawab Alena yang tentu saja membuat Gevan kesal dengan Saga.


"kurang ajar tu anak, berani-beraninya dia buat kamu salah paham ke aku, awas aja gue kasih pelajaran" Saat Gevan sedang menahan amarahnya, Alena langsung memegang tangan Gevan yang membuat Gevan langsung menatap ke arah tangan yang di pegang Alena.


"jangan Van gue minta jangan ngomong kasar, di buku yang pernah gue baca bayi bisa ngedenger perkataan orang walaupun masih dalam kandungan"


"jadi gue mohon jangan ngomong kayak gitu lagi, gue gak mau anak kita nantinya juga kayak gitu pas besar"

__ADS_1


"maaf na aku gak tau kalau anak kita bisa ngedengerin semua yang orang katakan"


"Nak maafin papa ya, papa janji gak bakal ngulangin lagi kamu hapus semua memori buruk tentang perkataan papa ya nak" ucap Gevan berjongkok sambil mengelus perut datar milik Alena, yang berhasil membuat jantung keduanya terpompa lebih cepat dari biasanya.


__ADS_2