
keesokannya
seperti biasa Gevan dan Alena pergi sekolah bersama tapi cuma sampai di tengah perjalanan setelah itu Alena akan turun dari mobil Gevan dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi
sehingga saat mereka sampai di sekolah seperti orang biasa yang tidak memiliki hubungan apa pun
" Hai Na,tumben lo pergi cepet hari ini " ucap sang sahabat yang tak lain adalah Sasa yang baru saja tiba
" gue pergi cepat salah, gue terlambat juga salah perasaan gue salah mulu dah " ucap Alena sedikit kesal
" Eh.. pagi udah marah aja, napa lo Na " ucap Sasa yang tau kalau sang sahabat sedang berada dalam mood yang tidak baik
" maaf gue cuma lagi badmood aja " ucap Alena yang menyadari nada bicara nya yang sedikit seperti orang sedang marah
" ya "
tring..........
Belum masuk berbunyi, semua siswa berhamburan memasuki kelas mereka masing-masing dan tak sedikit pula anak yang nakal kabur saat bel berbunyi
" selamat pagi semua " ucap guru seni budaya yang masuk ke kelas Alena
__ADS_1
"pagi Bu" kompak semua menjawab perkataan guru Seni budaya
" Baiklah anak-anak Ibu mau memberi tahu bahwa sebentar lagi sekolah kita akan berulang tahun ke- xx, jadi kelas kalian dan kelas sebelah yaitu kelas Xi MIPA 1 akan berkolaborasi dalam sebuah drama " ucap Bu Tia yang tak lain adalah guru Seni budaya memberitahu
sontak saja semua siswi kecuali Alena berteriak kegirangan saat tahu bahwa mereka akan satu drama dengan most wanted sekolah yang tak lain adalah Gevan si ketua OSIS
" Bu drama apa yang bakal kami tampilan besok " ucap salah satu siswi berkacamata
" hasil diskusi Ibu dengan para guru lainnya kemaren, drama yang akan kalian tampilkan besok adalah drama Romeo dan Juliet "
" jadi Bu peran nya belum di pilih kan " tanya si rambut kepang
"ya Bu "
"baiklah untuk drama nya kita bahas besok saja, sekarang kita lanjutkan pelajaran kita yang kemaren" ucap Bu Tia mencatat materi yang akan ia bahas dalam pelajaran hari ini di papan tulis
......................
" Na gue gak sabar banget bentar lagi kita bakal main drama sama kelas nya Gevan " ucap sasa bersemangat
" gak usah lebay deh, mending lo makan tuh bakso daripada lo bicarain si ketlay " ucap Alena yang tidak suka Sasa membicarakan suaminya, bukannya Alena cemburu tapi ia masih ingat dengan Gevan yang marah padanya
__ADS_1
" yeee jangan ketus dong, kan gue cuma berbagi kebahagiaan sama lo Na " ucap Sasa
" siapa yang ketus Sasa ku sayang " ucap Alena
" tadi "
" bukan ketus itu mah, tapi emang sifat gue dari lahir begitu " ucap Alena membela diri
" Na, Na " panggil Sasa sambil menepuk bahu Alena
" apaan " ucap Alena
" liat tuh ada babang Gevan mojok sama temannya "
" eh tapi kok ada cewek ya " sambung Sasa yang berhasil mengalihkan pandangan Alena menatap Gevan yang kini tengah di datangi seorang siswi yang bisa di bilang cantik tapi sayang nya seragam yang ia pakai terlalu ketat sehingga menampakkan lekuk tubuh siswi itu
Alena menatap Gevan terus menerus ia penasaran apa yang akan Gevan lakukan saat ini, saat siswi itu menyodorkan sebuah amplop berwarna pink dan di ikat pita di atasnya
tapi Alena tidak menyangka seorang Gevan akan menerima amplop dari siswi itu dan di sertai senyuman
saat Alena melihat itu ia langsung pergi, ia sudah tak tahan melihat sang suami memperlakukan seorang wanita begitu lembut bahkan Alena sendiri tidak perlakukan sebegitunya oleh Gevan
__ADS_1