
Brakkk......
Gevan dan Natasya melihat ke arah sumber suara yang tak lain adalah pintu yang seperti di dobrak oleh seseorang dari luar, Alena dan saga memaksa masuk dari arah pintu samping karna pintu utama sudah terlebih dahulu di kunci oleh Natasya agar Gevan tak dapat kabur
" woii maju lagi tu mulut monyong lo, gue jamin lo gak bakal bisa lagi buka mulut lo seumur hidup " Alena dan saga berjalan dengan cepat atau lebih tepatnya Alena ia bahkan tak lagi ingat kalau ada saga di samping nya yang telah tertinggal
" Ck beraninya lo masuk mengganggu kesenangan gue, dasar j@lang " Dengan wajah yang tak bisa di kontrol kalau saat ini Natasya sangat emosi dengan perkataan Alena apalagi Alena telah menganggu kesenangan nya sekarang
" Wahhhh j@lang teriak j@lang, gak sadar lo itu lagi ngatain diri lo sendiri liat aja tu badan kayak bayi baru lahir aja lo, gak pakai sehelai benang pun dan apa ini lo mau memperkosa suami gue "
Saga dan Natasya yang mendengar kata suami yang keluar dari mulut Alena keget tapi berbeda dengan ekspresi orang yang terduduk karena mabuk, Gevan menyeringai walaupun dalam keadaan mabuk, apa ia benar-benar mabuk atau...
" SIAPA YANG LO PANGGIL SUAMI HAH " Natasya maju menghampiri Alena, ia berdiri di depan Alena seakan menantangnya
" Ga lo bawa Gevan dulu dan tunggu gue di mobil " suruh Alena yang saga yang masih setia berdiri ter bengong
" Ga " Alena memanggil lagi Saga dengan suara yang kali ini lebih keras
" iy_ya Na, kenapa " Saga langsung kembali ke kesadaran semulanya setelah mendengar suara cempreng Alena
__ADS_1
" Lo bawa Gevan pergi dari sini dan tunggu gue di mobil, cepetan ga! " Saga langsung menuruti perkataan Alena, ia membawa pergi Gevan dengan cara memapah, walaupun sempat di halang oleh Natasya tapi dengan sigap Alena memegang tangan Alena dengan sangat erat sampai Natasya merasakan sakit di tangannya seperti orang yang tangannya akan patah atau retak
" Lepas " suruh Natasya dengan ekspresi menahan kesakitan
Alena mengacuhkan perkataan Natasya, dengan tatapan mengintimidasi nya, ia menatap Natasya yang berhasil membuat Natasya kelimpungan dengan tatapan nya itu
"Le.. lepas, lepasin gue dasar j@lang " Dengan amarah Natasya membentak Alena dengan tangan yang coba ia lepaskan sampai akhirnya Alena melepaskan tangan nya dengan ekspresi jijik
" Iyuuuu eh lo gak malu apa, telanjang di depan gue atau lo emang udah gak ada rasa malu kali ya " Alena mencibir Natasya dengan mata yang seperti menilai penampilan Natasya dengan matanya yang naik turun
" Seterah gue, tubuh-tubuh gue dan kalau lo masih natap gue, gue congkel mata lo biar gak bisa liat lagi, ngerti!! "
" ALENA " dengan tangan terkepal Natasya hendak menampar Alena dengan ekspresi marah nya
Hap.. (bunyi Alena menahan tangan Natasya)
" Lo jangan macam-macam sama gue, kalau gak lo sendiri yang akan hancur " Alena langsung menepis tangan Natasya dengan kencang
Alena langsung pergi dengan ekspresi datarnya, tapi saat beberapa langkah tiba-tiba langkah nya berhenti melihat kebelakang
__ADS_1
" Karna lo udah telanjang bulat, gue udah booking beberapa gigolo buat lo tapi lo gak usah terimakasih ke gue kok " Alena melanjutkan langkah nya meninggalkan Natasya yang sedang menahan amarah dengan perkataan Alena barusan
" ALENA AWAS AJA LO, GUE BAKAL BALAS SERATUS KALI LIPAT DARI PADA PERLAKUAN LO KALI INI KE GUE DASAR J@LANG, AAAA.. " Natasya berteriak seperti orang gila, saat Alena sudah tak lagi berada di situ
" Maaf ya gue agak telat " Ucap Alena saat ia sudah masuk ke mobil Saga
" Ya gak terlalu lama kok, gimana keadaan lo Na, lo di sakitin atau gimana " khawatir Saga membolak-balikan tubuh Alena melihat apa ada bagian terluka atau tidak
" Gak kok gue baik " senyum Alena membalas kekhawatiran Saga
" uhuk.... uhuk"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf ya author telat updatenya
tapi jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya
__ADS_1