
Alena masih belum bisa melupakan kejadian semalam, dimana Gevan mengakui kalau anak yang dikandungnya merupakan anak Gevan dan dirinya
Alena sekarang tengah berada di dalam kelasnya yang berada di lantai dua, ia melihat ke bawah dan mendapati Gevan dan kawan-kawan nya sedang bermain basket melawan saga dan kawan-kawan nya juga
" Wahh daebak, bukan hanya jadi ketos tapi tu orang juga bisa main basket, multitalent " Alena merasa kagum dengan Gevan yang tau apa saja, ia bahkan menatap kagum. Melihat ke arah Gevan tanpa ia sadari ada orang yang tengah memperhatikan nya dari tadi
" Tapi.. masa perceraian gue batal cuma gara-gara gue lagi hamil, tapi... " ya perceraian Alena dan Gevan tidak di lanjutkan lagi karna Alena sudah di pastikan hamil saat malam tadi mereka semua membawa Alena ke rumah sakit untuk periksa
bahkan Alena harus terpaksa pindah ke rumah nya dan Gevan atas perintah sang suami yang di setujui oleh semua orang
malam tadi sempat terjadi keributan antara pihak Alena dan Gevan, tapi akhirnya bisa di selesai dengan baik
" Aiihh tapi yaudah lah kan udah berlalu juga mending gue ke kantin " Alena berlalu pergi ke kantin karna sejak tadi perutnya terus saja minta di isi
*
*
*
" Awas lo Alena, mungkin ini belum saatnya tapi suatu hari nanti pasti ada masanya saat gue ngehancurin lo dan bikin nasib lo lebih parah dari gue sekarang aaaa "
. .. . ..
" Yakin lo mau tanding basket " tanya Saga dengan ekspresi meremehkan
" Jangan banyak omong " Gevan hanya menampilkan ekspresi datarnya menatap Saga yang menyeringai ntah kenapa
" Tapi kalau tanding gak seru kalau gak pakai taruhan " Dengan seringaian Saga menatap Gevan sambil memantulkan bola ke lantai berulang kali
" Jadi lo ngajak taruhan " Tanya Gevan sambil bersedekap dada menatap Saga dengan ekspresi datarnya
Saga menganggukkan kepala dengan senyuman nya yang ntah kenapa seperti memiliki arti tersirat, " Peraturan nya siapa yang menang berhak memiliki ALENA dan bagi yang kalah harus ngelepasin ALENA. Gimana Van berani? " Gevan tiba-tiba langsung menyeringai mendengar taruhan dari saga
" Oke, lo harus tepatin janji lo nanti" Gevan dengan gaya sombongnya mengambil bola dari saga , berjalan mundur dan melemparkan bolanya ke belakang dan
__ADS_1
Hap..
Dan ternyata bolanya masuk tepat ke dalam ring basket, membuat Saga yang melihat itu sangat kesal dan geram dengan kesombongannya Gevan yang berfikir ia saja yang akan menang
" Heh, lo aja yang harus ingat jangan berfikir lo bakal menang dari gue "
*
*
*
" Na, lo tau gak " Kia mengguncang tubuh Alena saat Alena sedang masuk ke alam mimpinya
" Aisss lo ganggu gue aja dari kemarin kia " Alena kesal dengan kia karna kia telah menganggu dirinya pas detik-detik di alam mimpinya ia akan berciuman dengan pangeran dari Kerajaan ntah berantah
" Ya maaf tapi ini penting na, lo tau gak " Tanya kia dengan api semangat di dalam dirinya
Alena membuang nafas seperti orang frustasi, " Gue kan lagi tidur tu dan lo nanya 'na lo tau gak' ya... Mana gue tau kia, gue aja lagi tidurrrrr "
" Tapi ki, emang ada berita apaan " Tanya Alena yang juga ikut kepo
" Oh ya hampir gue lupa kan, Gevan sama Saga lagi tanding basket " Kia dengan ekspresi histeris nya
" Lah terus apa hubungannya sama gue kia " Alena bingung dengan ucapan kia
" Ihhh bukan itu beritanya na"
" Lah terus "
" Tapi mereka buat taruhan dan lo apa taruhan mereka? Lo Alena. Lo yang jadi taruhan mereka, siapapun yang menang berhak dapatin lo dan yang kalah harus ngelepasin lo na " Alena langsung berdiri berlari keluar tak lupa ia memegang tangan kia untuk ia bawa menuju tempat anak basket latihan
Saat mereka sampai di pintu, Alena seakan terjebak dengan para fans Gevan maupun saga yang kali ini ntah kenapa jadi kompak
Alena mencoba mencari tahu dengan salah satu fans di situ, " Permisi ini ada acara apa ya "
__ADS_1
" Kami mencari Alena bisa-bisanya itu perempuan ngebuat ayang kami terkhusus nya gue memperebutkan dia kalau gue kan gakpapa, kalau lo liat Alena bilang ke gue ya biar gue habisin tu anak "
' mati gue '
"Na.. Mmm" Kia yang hampir menyebutkan namanya mulutnya langsung di bekap oleh Alena, ya siapa yang gak takut kalau fans nya bisa memenuhi ruangan latihan basket mungkin kalau di ajak demo fans mereka yang akan menang saking banyaknya
" Ayo kia kita lewat jalan lain jangan lewat sini bisa jadi roti gepeng gue " Kia mengikuti apa perkataan Alena karna ia juga jadi ngeri-ngeri sedap dengan fans mereka berdua
" Na gue boleh nanya gak " Ucap kia saat mereka sedang melewati jalan yang sempit untuk sampai ke pintu belakang ruang ganti untuk pemain basket
" Kenapa sekarang kia, lo gak tau kondisi apa tapi lo mau nanya apa " Ucap Alena yang tengah kesusahan melewati jalan yang di apit oleh dua gedung sekolah nya
" Lo punya hubungan apa sama Gevan na " Tanya Kia dengan nada ragu-ragu
Alena berhenti karena mendengar pertanyaan yang kia lontarkan
" Kenapa lo nanyain ini kia, lo suka sama Gevan "
" Gak, gue gak suka " Dengan cepat kia membantah perkataan Alena kalau ia tidak menyukai Gevan
" Lah terus kenapa lo nanyain hal itu " Sebenarnya Alena takut saat kia melontarkan pertanyaan barusan, takut kalau kia akan menjadi seperti Sasa sahabatnya dulu yang sampai tega menjebak dirinya, kalau Alena fikirkan terasa sakit di dadanya
" Gue cuma ngerasa ada yang aneh aja sama Gevan, kan biasanya dia tu cuek, dingin kayak penghuni kutub utara, terus tiba-tiba dia mau taruhan sama Gevan buat lo " Alena juga membenarkan perkataan kia dalam hatinya
" tapi kalau lo suka sama Gevan gue setuju banget na, di bandingkan lo sama saga gak cocok "
Setelah mereka berjuang melewati jalan yang sangat sempit itu tapi untung nya mereka memiliki badan yang bagus tidak gemuk jadi mereka lebih mudah melewati jalan itu
mereka masuk dengan berlari, Alena sekarang merasa takut kalau yang menang itu bukan Gevan
' mungkin ini cuma pengaruh dari anak yang sekarang gue kandung ' Alena mengusap perut datarnya, kalau kebanyakan ibu hamil kesakitan saat berlari beda dengan Alena, ia malah tak merasakan sakit apapun mungkin anak di dalam perutnya juga mendukung untuk menghentikan pertandingan Gevan
Tinggal satu pintu lagi makan Alena akan melihat pertandingan Gevan dan sampai Alena di samping lapangan
" Gevan... "
__ADS_1