
" uhuk... uhuk"
*
*
*
Alena yang masih fokus dengan saga, sontak langsung melihat kebelakang, melihat kondisi Gevan
" Van lo gak papa " khawatir Alena melihat Gevan sudah terkulai lemas di bangku belakang
" Alena~" lirih Gevan dengan mata yang masih tertutup
" ya gue di sini " Alena tambah khawatir dengan kondisi Gevan sekarang
" Alena~"
Alena yang tambah khawatir dengan keadaan Gevan, menyuruh Saga untuk memberhentikan mobilnya
" Ga tolong minggirin mobil ini dulu ga " pinta Alena pada saga dengan ekspresi yang terlihat khawatir
" Emang kenapa " tanya saga pada Alena yang meminta meminggirkan mobilnya di tempat yang sangat sepi apalagi hari sudah larut malam
" Gue mau pindah ke bangku belakang, kondisi Gevan buat gue khawatir Ga" Saga meminggirkan mobil di tepi jalan yang sekeliling nya di tumbuhi pepohonan tanpa penerangan cahaya kecuali cahaya mobilnya saat ini
Alena langsung keluar saat mobil sudah berhenti, ia duduk di sebelah Gevan dengan wajah khawatir
__ADS_1
Saat dirasa Alena sudah masuk kembali ke dalam mobil, Saga langsung melajukan kembali mobilnya dengan perasaan yang sangat kesal karena sesuatu yang baru saja ia lihat
" Lo gak papa kan Van " tanya Alena
" Mm pusing Na " ujar Gevan sambil memegang kepalanya
" Sini Van, nyender aja di bahu gue kalau kepala lo masih pusing " Alena membawa kepala Gevan untuk menyender di bahunya agar kepala Gevan bisa sedikit teratasi rasa pusing nya
" Lo tidur aja, mungkin dengan itu pusing di kepala lo bisa hilang, nanti pas udah sampai gue bangunin " Alena mengusap kepala Gevan dengan lembut seperti seorang ibu yang sedang menidurkan anaknya
Saat Alena tengah sibuk dengan mengkhawatirkan kondisi Gevan, seseorang di depan mereka tengah menahan emosi melihat itu semua dari tadi, bahkan pancaran kebencian dari matanya saja sangat terlihat untuk Gevan
' Awas aja lo, tunggu pembalasan dari gue ' dengan rasa benci Saga menatap Gevan yang tengah menyender dengan seringai yang seperti mengejek Saga
' kurang ajar, jadi gini permainan lo '
.....
" Lo gak pulang sama gue Na " tanya Saga yang bingung kenapa Alena tak pulang bersama dirinya
" Emm Lo pulang aja dulu gue tadi udah suruh supir buat jemput gue di sini " Dengan keadaan Alena yang sedang memapah Gevan, Alena menjelaskan kenapa ia masih di sini ntah itu benar atau tidak
Saga ragu dengan alasan Alena tapi ia tak mau menapakkan ekspresi ragu nya ke Alena, Saga langsung pergi meninggalkan Alena yang langsung memapah Gevan ke dalam rumahnya
" huftt ternyata Lo berat juga ya Van " saat berhasil membawa Gevan ke atas tempat tidurnya, Alena duduk di tepi ranjang dengan tatapan yang masih mengarah ke Gevan yang masih memejamkan kedua matanya
" Kok lo bisa ada di rumah wanita gila itu " tanya Alena pada orang yang tak sadar
__ADS_1
Saat Alena masih menatap wajah Gevan, Alena langsung teringat dengan seseorang
" Astaga gue lupa ngabarin mama sama papa lagi, ini pasti nih gue dapat semprotan ceramah dari mereka " Alena merogoh kantong celana nya, mencari benda pipih miliknya untuk berkomunikasi dengan orang tua nya
Saat telah mendapatkan benda itu, Alena langsung mencari nomor salah satu orang tuanya dan nomor itu tertuju pada sang mama
Alena mendekatkan ponselnya dengan telinga nya, saat panggilan tersambung Alena langsung di suguhi oleh cerocosan sang mama
call on
" Sayang kamu dimana?kok gak pulang, mama sama papa kamu khawatir dari tadi untung kami telpon mama kalau gak kami udah ada di kantor polisi untuk buat laporan tapi kamu di mana sih sayang " tanya Bu Melia tanpa ada jeda untuk anaknya bisa menjawab
" Ma kalau mama nanya sekaligus aku mau jawab yang mana jadinya "
" Gini ma tadi aku ada urusan sama teman dan aku gak pulang malam ini soalnya urusannya belum selesai, bolehkan ma " Alena terpaksa harus berbohong dengan sang Mama karna kalau sampai Mama nya tau ia sedang bersama dengan Gevan, Alena yakin kedua orang tuanya pasti langsung menjemput nya dan kedua orang tuanya pasti sangat marah padanya
" Oo gitu nak, kenapa gak ngabarin mama dulu, emangnya urusan apa " tanya Bu Melia
" Mm ini ma tadi baterai hp Alena lowbat jadinya baru sekarang bisa ngabarin mama, yaudah mama ya teman aku manggil ini ya "
Alena mematikan panggilan nya dengan kedua orang tuanya dengan rasa bersalah telah membohongi mereka
" Maaf Ma Alena udah boong sama Mama " sesal Alena dengan ekspresi muram sambil menundukkan wajah
" kenapa gak jujur "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan jejak ya😊
sampai ketemu di episode selanjutnya