
Gevan yang tengah berada di kamar tidur Alena di buat kaget dengan suara ponsel nya yang sangat nyaring di telinga
Gevan merogoh ponsel nya di kantong jaket yang ia pakai, nampak bahwa sang mama lah yang menelepon nya, Gevan langsung menggeser tombol berwarna hijau lalu ia mendekat kan ponselnya pada telinga
" assalamu'alaikum ma "
.......................
" apa ma "
.............................
" yaudah sekarang Gevan kesana, assalamu'alaikum "
setelah mengatakan itu pada sang Mama Gevan mematikan panggilan dengan terburu-buru ia keluar dari kamar Natasya tanpa memberi tahu si pemilik kamar ke mana ia pergi
Gevan pergi ke garasi rumah Natasya menaiki motor sport milik nya lalu dengan kecepatan penuh Gevan melanjukan sepeda motor nya menembus jalanan yang sudah nampak gelap, untung saja jalanan yang ia tempuh sepi dari kendaraan
setelah menempuh perjalanan 30 menit dengan kecepatan yang sangat kencang akhirnya Gevan tiba di rumah sakit ***
sesuai yang di katakan oleh sang Mama
Gevan turun dari motor nya bergegas masuk ke dalam rumah sakit, saat ia sudah sampai di ruangan yang di beritahu oleh Mama nya Gevan melihat orang tua nya dan kedua mertuanya sudah berada di depan ruang operasi
" Ma gimana keadaan Alena " tanya Gevan dengan cemas
" Alena mengalami keretakan yang cukup serius di kepalanya van akibat benturan yang terjadi karena Alena mengalami kecelakaan sore tadi " jelas Bu Melia dengan tangisan yang tak henti karena meratapi nasib sang putri yang tengah berjuang di ruang operasi sekarang
" Hah, a.. apa ma ke.. kecelakaan " ucap Gevan terbata-bata karena tak menyangka istrinya akan mengalami kecelakaan
saat semua tengah bersedih karena keadaan Alena di dalam ruang operasi, ponsel Gevan berdering ia langsung merogoh kantong jaket nya mengambil benda pipih yang sedari tadi berbunyi dengan nyaring membuat semua orang yang ada di situ mengalihkan pandangan nya menatap Gevan
" Ma Gevan permisi dulu ya, mau angkat telpon dari teman Gevan " ucap Gevan memberitahu semua orang
" ya nak "
__ADS_1
Gevan langsung pergi mencari tempat yang aman untuk mengangkat panggilan dari Natasya, ya Natasya sedari tadi menghubungi Gevan tapi ia abaikan karna pikiran nya tertuju dengan kondisi Alena
Gevan menggeser tombol hijau dan mendekatkan benda pipih ke telinga nya
" kenapa sya "
" By kamu kemana aja"
" Aku pulang ada urusan penting "
" urus_"
" yaudah aku tutup ya soal nya aku banyak kerjaan sekarang "
Gevan langsung mengakhiri panggilan nya dengan Natasya, tanpa ia tau kalau sekarang Natasya sedang marah dan mengacak semua isi kamar nya karna ia merasa Gevan tidak peduli lagi dengan nya
" Van.... " panggil sang Mama
" iya ma " Gevan langsung kembali ke tempat ruangan operasi Alena melihat orang tua dan mertua nya sedang berbicara dengan dokter dan Gevan bisa melihat kelegaan dari wajah Mama Melia
" Alhamdulillah operasi Alena berhasil nak " girang Bu risa memberitahu anak nya
" huft.... alhamdulillah untung lah "
" sekarang apa boleh kami menjenguk Alena dok " tanya Gevan pada dokter yang menangani operasi Alena tadi
" kalau sekarang belum bisa mas, karna pasien nya harus istirahat dulu dan pasien juga mau kami pindahkan ke ruang rawat jadi kalian boleh menjenguk nya besok pagi " jelas dokter pada semua orang di hadapan nya
" baiklah kalau begitu saya pergi dulu "
Tak lama setelah kepergian dokter, Alena keluar dengan mata yang masih terpejam, selang infus yang masih terpasang dan di dorong oleh para suster menuju ruang inap nya sekarang
" Alena sadar nak, kami ada di sini " ucap Bu Melia yang memberhentikan dorongan dari para suster
" maaf sebelumnya apa kami bisa lewat, pasien harus cepat kami masukkan ke ruang inap agar kondisi nya bisa stabil " ucap salah satu suster
__ADS_1
Bu Melia akhirnya menyingkir membiarkan para suster melakukan tugas nya
" jangan khawatir Mel, Alena udah di tangani dokter dan sekarang dia juga sudah berhasil melakukan operasi nya " ucap Bu Risa mencoba menenangkan sang sahabat sekaligus orang tua dari menantu nya
Bu Melia hanya mengangguk walaupun sebenarnya ia sangat ingin bertemu dengan sang putri tapi ia urungkan mengingat putri nya yang baru saja sudah melakukan operasi dan pasti membutuhkan pemulihan
**
" van kamu pulang aja nak, kamu besok kan masih harus sekolah " ucap sang Mama melihat putra nya yang terduduk lesu mengkhawatirkan istri yang masih dalam keadaan tidak sadarkan diri
Gevan mendongak kan kepala nya menatap sang Mama yangu duduk di depan nya
" Gak ma, kalian aja yang pulang kalian pasti capek nunggu Alena dari tadi biar Gevan aja yang jagain Alena sekarang " tolak Gevan tidak mau pergi dari ruangan inap Alena ia mau menjaga sang istri sampai Alena sadar
" Dan juga Alena pasti perlu pakaian nya ma, Alena masih lama di sini " ujar Gevan kembali
" beneran ni nak gakpapa " ucap sang Mama yang mengkhawatirkan keadaan sang putra nya
" iya ma" ucap Gevan berusaha meyakinkan sang Mama bahwa tidak apa-apa jika ia yang menjaga Alena
" yaudah kamu jagain Alena ya van, kalau ada apa-apa kamu kabarin Mama ya " ucap Bu Melia yang hendak pergi karena tadi sudah di yakinkan oleh Bu Risa kalau tidak apa-apa jika yang menjaga putri nya
" pasti ma " jawab Gevan dengan senyuman
sepeninggal pergi orang tua dan mertua nya, Gevan aruk-arukan memikirkan kondisi sang istri di tambah lagi kenapa tak mengabari nya kalau ia mau pergi
" Na gue mohon lo jangan sampai kenapa-kenapa gue gak bisa hidup tanpa lo " Ucap Gevan tertunduk dengan mata nya yang menumpah kan air mata
* apa Gevan juga menyukai Alena?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***jangan lupa dukungan nya ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya***
__ADS_1
jangan lupa tinggal kan jejak ya gais