
Besoknya
Aaaaaaaaa.....
terdengar suara teriakan yang nyaring dari kamar Alena, untung lah kamarnya itu terletak di lantai dua rumah nya sehingga orang rumah tidak heboh dengan teriakan nya
" Woi bangun, ngapain lo tidur di ranjang gue " teriak Alena sambil tangan nya menggoyangkan tubuh orang di sebelah nya
Orang di sebelah Alena merasa terganggu dengan teriakan maupun tindakan yang di lakukan oleh Alena, matanya kini sudah mulai mengerjap menetralkan sinar cahaya yang tiba-tiba masuk ke kornea matanya tetapi karna rasa kantuk ia kembali tertidur dengan selimut ia tarik sampai ke atas kepalanya
" Hmm jangan ganggu Gevan ma " ucap Gevan yang kembali ingin memasuki alam mimpinya
ya....orang di yang tidur di sebelah Alena adalah Gevan suami yang tidak ia ingat, ntah bagaimana caranya sehingga mereka berdua berakhir di ranjang yang sama
Geram akan sikap Gevan yang tidak bangun- bangun juga, akhirnya Alena mengambil segelas air yang terletak di meja kecil di sebelah ranjang nya
Kalau biasanya orang menyiprat sedikit air ke wajah orang yang tidur, beda dengan Alena yang langsung menuangkan semua isi gelas itu di muka Gevan dengan sedikit kasar
" Bangun GEVAN gue bukan Mama lo_ hptmm"
Gevan yang mendapatkan guyuran air dari Alena sontak terkejut langsung menarik tangan Alena sehingga Alena terjatuh di dada bidang gevan apalagi saat itu Gevan sedang bertelanjang dada sehingga Alena bisa merasakan roti sobek sang suami
__ADS_1
Bagaikan waktu yang berhenti, begitu pula Alena dan Gevan yang terus saja saling menatap tanpa ingat sudah berapa menit yang mereka lalui hanya dengan saling menatap satu sama lain
" udah puas " tanya Gevan yang akhirnya membuka suara di tengah keheningan yang melanda
sontak saja Alena langsung berdiri dari tubuh Gevan, membuat posisi duduk di sebelah Gevan dengan ekspresi canggung
" ke.. kenapa lo tidur di sini hah " ucap Alena gugup tanpa memandang wajah Gevan di sebelah nya
" lo yang minta " dengan santainya Gevan menjawab
" Hah, gak mungkin ngapain coba gue nyuruh orang yang sama sekali gak punya hubungan apapun dengan gue untuk tidur bareng " ucap Alena yang tidak percaya dengan ucapan Gevan rasanya tidak mungkin kalau ia sendiri yang menyuruh Gevan untuk tidur bersama nya
" Siapa yang bilang kita gak punya hubungan " tanya Gevan dengan nada yang tiba-tiba berubah menjadi dingin
" kenyataan nya Kan kita emang gak punya hubungan "
" Gue bakal tanggung jawab sama lo "
" Hah tanggung jawab apaan maksud lo lay " ucap Alena khawatir ia takut yang di pikiran nya sekarang lah maksud Gevan
" gue bakal bertanggung jawab sebagai suami lo " sontak Alena heran mendengar kata suami apalagi Gevan bertanggung jawab sebagai 'suami' emang sejak kapan mereka menikah
__ADS_1
" Suami? lo ngaco ya van gue gak belum pernah nikah dan ngapain lo ngaku-ngaku jadi suami gue " ucap Alena membantah perkataan Gevan
Gevan sontak memegang kedua tangan Alena
" Kita udah nikah dari 2 bulan lalu Na, dan saat lo kecelakaan dokter memvonis lo hilang ingatan akibat benturan yang keras di kepala lo " jelas Gevan dengan nada suara yang lembut
Alena terdiam mencoba mengingat sesuatu tapi rasa sakit yang ia rasakan saat ia mencoba mengingat kejadian sesuai dengan perkataan Gevan
Aaaa.....
Alena memegangi kepalanya yang sakit, melihat itu tentu saja Gevan merasa sangat khawatir karna ia tau kalau orang amnesia mencoba mengingat sesuatu pasti ia akan merasakan sakit tapi ia harus mengambil resiko ia tak mau lagi di anggap orang luar oleh istri nya sendiri
" Van sakit van Aaaaa " ucap Alena sambil memegang kepalanya dengan air mata yang sudah mengenang di kedua matanya
Tak berapa lama Alena berjuang melawan rasa sakit yang ia rasakan, tiba-tiba saja ia ambruk jatuh pingsan
........................
jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya
__ADS_1