Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
SAH


__ADS_3

Beberapa hari berlalu dengan kesibukan orang-orang yang tengah mempersiapkan pernikahan gevan dan Alena yang tinggal menghitung beberapa jam lagi atau lebih tepatnya hari ini adalah H-1 sebelum hari pernikahan


Di dalam kamar terlihat seorang gadis berbicara dengan mamanya dengan nada memohon dan air mata yang hampir terjatuh membasahi pipinya


"ma.. aku gak mau nikah ma, tolong ngertiin aku" Alena mencoba membujuk mamanya agar pernikahan besok tidak jadi terlaksanakan


"seharusnya kamu yang harus ngertiin kondisi mama sama papa mu sekarang nak, kami melakukan yang menurut kami terbaik untuk kamu le" ucap Melia lembut ia mengerti kondisi anaknya yang harus melepas masa lajangnya besok apalagi itu dengan cara terpaksa


"terbaik apa ma? ale masih pengen bebas, ale masih pengen sekolah sama kayak yang lain tanpa adanya ikatan apa pun" air mata yang sedari tadi Alena tahan jatuh mengenai pipi putihnya, sakit melihat orang tua yang selama ini menjadi orang terdepan untuk membahagiakan Alena bagaimana pun caranya dengan teganya mau menikahkan ia dengan gevan tanpa ada persetujuan dari dirinya, kecewa? iya Alena sangat kecewa ia terkadang bertanya-tanya sebenarnya siapa orang yang mau menikah ia atau orang tuanya?


"mama Minta maaf le karna mengambil keputusan sendiri tanpa persetujuan ale, tapi mama Mohon tolong Terima perjodohan ini ya nak"


katakan lah mereka egois karna telah memaksa kehendak mereka seenaknya, tapi mereka mempunyai alasan mengapa mereka harus menjodohkan anak-anak mereka yang masih sekolah


"mama mohon le" mohon Melia pada anak gadisnya itu


alena yang tak mau mamanya sedih apalagi memohon padanya pun hanya mengangguk kan kepalanya, walaupun hatinya sangat berat mengiyakan apa yang di mau mamanya itu


"Terima kasih nak" ucap Melia bahagia, mencium anaknya


Melia akhirnya keluar dari kamar yang bernuansa monokrom itu dengan hati yang sangat bahagia, ia ingin memberi joni papanya alena tentang kabar baik ini


alena yang melihat mamanya sangat bahagia dengan keputusan nya juga ikut bahagia walaupun sakit karena sebentar lagi ia akan mendapat status baru yakni seorang istri, baginya ini mungkin keputusan yang terbaik untuk kedua belah pihak

__ADS_1


karna saking lamanya terhanyut dalam dilema, alena tak menyadari bahwa matahari sudah membenamkan dirinya dan digantikan oleh cahaya bulan untuk menerangi bumi


alena terlelap begitu saja tanpa makan malam padahal ia mempunyai riwayat penyakit magh


...----------------...


keesokannya


di kediaman alena, semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing tak luput juga Alena yang dari jam 4 tadi harus terjaga untuk mempersiapkan dirinya karna beberapa jam lagi ia akan menyandang status istri


"ma harus gini amat ya" komentar Alena melihat baju kebaya yang ia pakai sampai menyentuh lantai


"iya nak"


"le jangan" ucap Melia cepat-cepat mengambil gunting dari tangan anaknya itu


"kenapa ma? " tanya Alena


"ya gak boleh nak itu kan udah fashion nya, kalau kamu gunting jadinya nanti gak bagus" jelas Melia pada anaknya, ia tau kalau anaknya itu termasuk gadis tomboy, jadi wajar saja kalau anaknya itu tidak suka memakai baju yang mencerminkan karakter perempuan


"Ya-ya-ya ma" pasrah Alena dengan perkataan mamanya


tok.. tok.. tok

__ADS_1


"permisi Bu, mempelai prianya udah datang Bu" ucap salah satu pelayan


"ya Terima kasih"


"ayo nak kita turun, calon suami kamu udah datang" ucap Melia pada anaknya sambil menuntun Alena ke bawah


Alena berjalan diiringi Melia disampingnya, Alena merasa gugup walau ini cuma pernikahan yang di awali perjodohan tapi tetap saja ini sakral baginya


saat Alena menuruni tangga menuju tempat akad nikahnya, semua orang menatap dirinya tak terkecuali gevan yang sebentar lagi akan menjadi suaminya


Alena dihantarkan Melia duduk disebelah gevan, terlihat gevan yang sudah menjabat tangan joni papanya Alena dengan serius


"saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Gevan Alvaska Frans Alvaska dengan anak saya yang bernama Alena Attahirah dengan mas kawin di bayar tunai" ucap joni selalu ayah nikah alena


"saya terima nikahnya Alena Attahirah binti joni kurniawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Gevan yang hanya dengan satu tarikan nafas saja


"SAH"


mendengar kalimat terakhir yang diucapkan gevan membuat Alena tanpa sengaja menitikkan air mata, bukan air mata bahagia tapi air mata kesedihan karna ia harus hidup dengan laki-laki yang selalu saja membuat dirinya harus menerima hukuman, alena pikir apa ia sanggup menjalani bahtera rumah tangga dengan suami yang ia sebut ketlay


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


***kalau ada yang salah dalam pengucapan ijab kabulnya maaf ya, maklum masih dalam tahap belajar

__ADS_1


jangan lupa dukungan nya😊***


__ADS_2