
Alena membawa motornya membelah jalanan dengan kecepatan di atas rata-rata, untung saja keadaan jalanan saat ini sepi karna masih jam kantor
Saat Alena sedang fokus mengendarai motor nya dengan kecepatan yang lebih cepat dari yang tadi, tiba-tiba saja sebuah mobil menyalip dan melintang di depan jalan Alena, terpaksa Alena harus memberhentikan motornya secara mendadak sampai-sampai bagian belakang motornya terangkat ke atas karna saking cepat nya dan tiba-tiba harus berhenti mendadak
Alena turun tanpa melepaskan helm yang dari tadi melekat di kepalanya
" woii keluar lo " teriak Alena sambil mengedor-ngedor kaca mobil yang baru saja hampir membuat nya kecelakaan
Nampak pintu mobil bergerak, membuat Alena memundurkan langkah kaki nya memberikan ruang agar pintu mobil bisa tergeser dan menampakkan orang yang hampir mencelakai nya tadi
Orang yang ia tunggu akhirnya menampakkan wajahnya, belum juga Alena mau menceramahi nya orang itu malah menatap tajam pada Alena membuat Alena nyali Alena sedikit menciut ketika menatap mata tajam nya itu
" Lo mau mati hah, cuma gara-gara omongan anak sekolah yang semena-mena sama lo "
Baru juga mau menjawab perkataan laki-laki di depan nya tapi ia sudah di buat kaget akan perilaku laki-laki di depan nya yang tanpa izin memeluk nya depan erat membuat Alena sampai kesusahan untuk bernafas
" woii gu... gue gak bisa nafas lay " sontak saja Gevan langsung melepas pelukan nya, saat pelukan mereka terlepas Alena melihat ada rasa khawatir di raut wajah Gevan
" Maaf, maff gue gak sengaja "
" hmm "
" tapi tetap aja lo kenapa ngalangin jalan gue kalau gue gak lihai bawa motor nya gimana, mungkin gue bakal ngalamin kecelakaan untuk yang kedua kali nya tau gak lo " cerocos Alena menceramahi Gevan yang hanya menatap nya dengan raut wajah bersalah
__ADS_1
" ya maaf, tapi lo juga kenapa mau mati " ucap Gevan yang tak mau diri nya saja yang di salahkan
" lo nyumpahin gue " Alena menatap tajam pada Gevan, ia merasa bukannya Gevan khawatir padanya malahan ia rasa Gevan sedang menyumpahi diri nya
" bukan gitu "
*
*
Sore hari nya, Alena tampak di ruangan yang didominasi oleh warna putih dan bau obat yang menyengat ada di mana-mana
" Jadi dok anak saya kenapa " tanya Bu Melia pada dokter yang menangani Alena saat ia mengalami kecelakaan dulu
" kan ma, Alena udah bilang ale gak kenapa-kenapa " ucap Alena yang duduk di samping sang Mama
" apa nya yang gak kenapa-kenapa, tadi kamu tu sampai pingsan Ale, untung aja ada Gevan yang nganterin kamu ke rumah "
ya...Alena pas pulang di antar oleh Gevan,ia merasa takut kalau Alena akan nekat lagi membawa motornya dengan kecepatan di atas rata-rata, tapi saat Alena sudah memasuki rumah nya tiba-tiba saja tubuh Alena ambruk ke lantai membuat Bu Melia berlari dari dapur ketika melihat Alena tidak sadarkan diri di ruang tamu
kring... kring...
terdengar suara dari ponsel Alena, membuat perhatian dokter dan Bu Melia teralih menatap ponsel nya
__ADS_1
" Ma ale keluar dulu ya mau angkat telpon dari teman Ale " ucap Alena meminta izin pada sang Mama
Bu Melia hanya mengangguk di sertai senyum merekah di bibir nya
saat Alena keluar, pandangan dokter yang tadi masih diam di sertai dengan senyuman sekarang berubah serius menatap Bu Melia seperti akan membicarakan hal yang sangat serius tapi Alena tidak boleh mendengar nya
" Mumpung Alena nya lagi gak di sini saya mau berbicara serius dengan anda Bu " ucap dokter pada Bu Melia yang kali ini benar-benar serius di banding tadi
" ya dok " Bu Melia seakan tahu apa yang akan dikatakan oleh dokter tentang kondisi putri nya
" jadi begini Bu kondisi Alena semakin buruk peluang ia bisa untuk mendapatkan kembali ingatan nya mungkin sangat kecil Bu " jelas dokter yang berhasil membuat Bu Melia menjadi sedih dan khawatir dengan keadaan putri nya
" tapi masih bisa di sembuhkan kan dok " tanya Bu Melia yang masih yakin kalau putri nya itu bisa sembuh dari penyakit amnesia nya saat ini
" masih bisa Bu tapi kemungkinannya kecil, jadi saran saya agar Alena istirahat banyak dan kalian sebagai keluarganya harus terus berusaha untuk mencoba mengingatkannya pada diri nya dulu jika perlu bawa orang dari masa lalu nya untuk masuk kembali ke kehidupan nya mungkin saja itu bisa membuat ingatan Alena berangsur-angsur pulih " jelas dokter dengan serius membuat Bu Melia seakan mempunyai peluang yang besar untuk kesembuhan sang putri
" tapi ingat jangan memaksa kan ingatan Alena jika ia merasa kesakitan akan hal itu "
" ya dok, terimakasih saya keluar dulu "
***************
***jangan lupa tinggal kan jejak ya😄
__ADS_1
sampai jumpa di episode selanjutnya***