
Besoknya
Gevan yang masih tidur di kursi depan ruangan inap Alena, terganggu oleh suara seseorang
" Mas.. Mas " ucap seseorang yang berdiri di depan Gevan yang tak lain adalah suster
Saat mendengar suara yang terus memanggil nya, Gevan lantas membuka mata walaupun rasa kantuk masih melanda nya karna malam tadi ia hanya bisa tidur selama 2 jam, gelisah menunggu Alena apa iya akan sadar dan membutuhkan sesuatu itu sebabnya Gevan hanya tidur hanya 2 jam
" ya Sus ada apa " tanya Gevan dengan mata yang ia paksakan untuk terbuka
" Maaf Mas saya cuma mau memberitahu kalau mbak Alena sudah sadar dan bisa di jenguk sekarang " ucap suster yang berhasil membuat mata Gevan yang awal nya masih mengantuk sekarang menjadi segar kembali
karena saking senang nya Gevan langsung berdiri dengan senyuman yang tampil di bibir seksi nya
" Makasih ya Sus, kalau gitu saya masuk dulu" Gevan langsung bergegas masuk ke ruang inap tempat Alena berada
Saat ia masuk, Gevan melihat suster yang tengah memberikan cairan vitamin untuk menguatkan daya tubuh Alena dan sekarang saat suster yang bertugas tadi keluar Gevan berlalu masuk melihat sang istri yang kini juga melihat nya tapi ada yang aneh tatapan Alena yang di tujukan untuk Gevan seperti orang bingung
" Na " lirih Gevan melihat keadaan Alena yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan kepala yang di perban
Alena diam tidak menjawab perkataan Gevan, malah sekarang Alena semakin mengernyitkan dahi nya menatap Gevan yang berdiri di depannya dengan ekspresi sedih
__ADS_1
" Na kamu ke_ "
" Maaf anda siapa " ucap Alena yang sontak membuat Gevan seperti di sambar petir, karna Alena tak mengenali nya lagi
" N.. na kamu gak lagi pura-pura kan " tanya Gevan yang tidak percaya kalau Alena tidak tahu dengan nya dan tanpa ia sadari saat ia berbicara dengan Alena sekarang, Gevan yang biasanya memakai bahasa lo-gue tapi hari ini memakai aku-kamu
" Kamu_ "
" Alena " panggil Bu Melia yang berhambur memeluk sang anak yang terbaring di ranjang
" kamu gakpapa kan nak " tanya Bu Melia dengan khawatir
" Gakpapa ma Alena baik kok, tapi Ma mereka siapa ya " tanya Alena yang bingung melihat 2 orang lanjut usia dan Laki-laki yang masuk ke ruangan nya yang kini tengah menatap nya dengan raut wajah khawatir
" Nak kamu beneran gakpapa " tanya Bu Melia memastikan lagi
" ya Ma, Alena gakpapa nih lihat Alena baik-baik aja kok palingan cuma kepala Alena aja yang di perban " jelas Alena menunjuk bagian kepala yang di perban
" Ma biar papa panggil dokter dulu " ucap pak joni ayah nya Alena yang juga ikut khawatir melihat keadaan sang putri
" ya "
__ADS_1
Pak joni keluar memanggil dokter yang tadi menangani sang putri, ia takut apa yang sedang ia pikir kan akan terjadi
semua orang di dalam ruangan menunggu kehadiran pak joni dan dokter dengan ekspresi cemas, apalagi Gevan yang tak melepas pandangan pada wajah sang istri
Tak berapa lama pak joni datang dengan membawa seorang dokter laki-laki yang sudah lanjut usia
" ayo dok periksa anak saya kenapa dia tidak ingat dengan kami " ucap Bu Risa yang membuat Alena mengernyit bingung karena kata 'anak' di perkataan Bu risa
Bu Melia yang tengah berdiri di samping sang anak, langsung memberi ruangan pada sang dokter supaya bisa lebih leluasa memeriksa Alena
saat sang dokter sudah memeriksa Alena, dokter memanggil semua orang yang ada di dalam ruangan Alena untuk mengikuti nya kecuali Gevan karena pak joni menugaskan nya untuk menjaga Alena di ruangan nya
" ada apa ya dok " ucap pak frans membuka suara
" jadi begini, anak bapak dan ibu mengalami amnesia akibat kecelakaan yang di alaminya membuat bagian kepala nya terbentur cukup keras dan itu membuat kerusakan pada bagian sistem limbik yang di otak " jelas dokter membuat semua orang menjadi sangat terkejut
" Ap.. apa dok, amnesia "
•••••••••••••••••••
wahh gimana nasih Gevan nih?
__ADS_1
***jangan lupa dukungan nya ya😄
sampai ketemu di episode selanjutnya***