Dijodohkan Dengan Ketos

Dijodohkan Dengan Ketos
foto


__ADS_3

Gevan menatap Alena yang sekarang duduk di depannya, membuat si yang ditatap pun menjadi risih.


" Ngapain natap gue " ucap Alena tanpa melihat ke arah Gevan.


" Kamu terlalu cantik " ucap Gevan dengan tangan menopang daku.


Alena yang tak menyangka mendapati jawaban seperti itu dari Gevan, sontak saja membuatnya langsung terbatuk. Saat itu dirinya sedang ngemil saat Gevan memberikan jawaban yang diluar nalarnya.


uhuk...


uhukk...


uhukk....


"kamu kalau lagi makan jangan ngomong dong na, nanti kamu sama baby kita kenapa-kenapa" Gevan langsung memberikan air minum yang terletak diatas meja, lalu tangan nya dengan sigap menggosok punggung Alena.


"Van lo gak lagi sakit kan" tanya Alena saat ia sudah tidak batuk lagi.


"Gak aku sehat, emang kenapa sayang" tanya Gevan dengan wajah polosnya, padahal ia tahu penyebab Alena batuk tadi itu karena ulahnya.


"Hah, sayang? Van lo mending periksa deh ke dokter, gue yakin lo lagi sakit sekarang" Alena benar-benar kaget dengan semua perilaku Gevan sekarang. kemana perginya Gevan yang ia kenal dingin, cuek dan tak peduli padanya? pikir Alena.


"Van gue mau tanya sesuatu dan lo harus jawab jujur pertanyaan gue" Alena menatap Gevan dengan wajah datarnya.


Gevan hanya mengangguk dengan senyuman yang mampu melelahkan hati setiap kaum hawa termasuk Alena.


'fokus Na, kamu gak boleh tertipu sama serigala di depan kamu ini' batin Alena menormalkan kembali ekspresi wajahnya.

__ADS_1


"Kenapa sikap lo kayak gini sama gue van? " tanya Alena yang sekarang menunggu jawaban dari Gevan.


"karna aku cinta sama kamu Na" dengan santainya Gevan menjawab pertanyaan Alena dengan tangan yang memasukkan keripik ke mulut.


Ada sedikit rasa senang dihati Alena saat mendengar jawaban dari Gevan, tapi tetap saja saat ia teringat dengan hubungan Gevan dan Natasya hatinya kembali menampik rasa sukanya apalagi ada sesuatu hal yang tak Gevan ketahui.


"Hubungan kita gimana sih van?" Alena terdengar sendu saat bertanya hubungan nya dengan Gevan sekarang.


"Kita kan suami istri Na" dengan lembut Gevan memberikan jawabannya pada Alena.


"terus Natasya? jangan lo pikir gue gak tau selama ini lo main api dibelakang gue dan itu yang lo sebut cinta" Alena sedikit meninggikan oktaf suaranya, saat membicarakan tentang hubungan sang suami dengan Natasya yang Alena tau selingkuhannya Gevan.


Sesaat Gevan terdiam, lalu ia memegang tangan istrinya, "Na kamu jangan salah paham, yang kamu pikir tentang aku belum tentu benar Na, kamu harus percaya sama aku Na, Natasya bukan siapa-siapa nya aku cuma kamu Na" Gevan berusaha meyakinkan sang istri kalau yang dikatakan nya tadi tidak lah benar.


Alena nampak sangat kecewa dengan jawaban Gevan, ia pikir Gevan akan jujur seperti yang dikatakan nya tapi tidak Gevan tetap saja berbohong dan itu terus ia ulangi.


"enggak na aku gak bohong" ucapan gevan barusan memang terlihat seperti sedang tidak berbohong, dari matanya saja terlihat keseriusan dari setiap kata-kata Gevan. Tapi tetap saja saat Alena ingin mempercayai perkataan Gevan, sebuah amplop di tangannya membuat ia sulit untuk mempercayai itu.


"Huft...kalau lo gak boong bisa jelasin semua hal yang ada dalam amplop ini Van" Alena melempar amplop dari tangannya ke atas meja, Gevan langsung mengambil dan membuka amplop tersebut ia ingin tahu apa yang membuat Alena sampai berbicara seperti ini dengan nya.


Gevan nampak terkejut dengan isi dalam amplop yang baru saja diberikan oleh Alena, pantas saja sang istri sampai berbicara seperti itu pada dirinya. mengapa tidak? karena dalam amplop itu berisikan poto Gevan dengan seorang wanita yang sempat berpura-pura menjadi kekasihnya yang tak lain adalah Natasya yang sedang tidur bersama seperti suami istri dan di poto berikutnya Gevan yang sedang memeluk mesra Natasya dan ada juga poto Gevan yang seperti sedang mencium Natasya.


"Na ini bukan seperti yang kamu pikirkan" Gevan berusaha meyakinkan Alena kalau apa yang Alena lihat di poto bukan lah seperti itu kenyataannya.


"kalau bukan terus apa Van, jelas-jelas lo sama Natasya orang dalam poto gak mungkin orang lain kan, udah lah Van kali ini gue benar-benar udah kecewa sama lo" Alena merasa benar-benar sudah muak dengan semua ini, sempat ia berfikir untuk meminta cerai dari Gevan sekarang tapi bagaimana nasib anaknya kelak kalau ia bercerai dari Gevan.


'Gak, gue gak boleh berfikir kayak gitu, gimana nanti sama anak gue. Na lo jangan egois, kan dari awal ini cuma perjodohan jadi lo harus terima semua orang yang masuk ke kehidupan Gevan' batin Alena coba untuk mencari keputusan yang tepat.

__ADS_1


Gevan mengambil ponsel miliknya, nampak ia sedang menghubungkan seseorang dan tak lama orang itu pun menjawab panggilan Gevan.


"Lo sekarang datang ke rumah gue"


..........


"Gue tunggu 10 menit"


.....


Gevan mengakhiri panggilannya dengan seseorang yang Alena tak tahu siapa itu, "Na tunggu sampai besok pasti aku jelasin semua hal yang ada di poto"


"Seterah Van, gue gak peduli lagi mau lo punya hubungan sama Natasya atau wanita lain silahkan, lagian gue juga gak punya hak untuk ngelarang lo kan" Setelah mengatakan itu, Alena masuk ke kamarnya meninggalkan Gevan yang hanya bisa diam mendengar perkataan Alena.


*


*


*


"Ada apa tuan" tanya seseorang dalam ruangan kerja milik Gevan.


"Lo cari siapa orang yang berani nge potoin gue kayak gini" titah Gevan sambil melempar amplop berisi poto tadi ke arah asistennya.


"Baik tuan besok saya akan kasih laporannya ke tuan" ucap Gandi pada pada atasannya.


"Lo boleh pergi sekarang"

__ADS_1


Gandi langsung pergi dari rumah atasannya, sekarang ia harus mengerjakan perintah sang atasan secepatnya kalau tidak bonus bulan ini akan terancam atau bahkan pekerjaannya.


__ADS_2