
Kandungan Archie yang semakin besar membuat Kaivan seringkali merasa khawatir jika istrinya itu terus bekerja.
Dalam perjalanan pulang setelah meeting bersama klien di salah satu restoran, Kaivan kembali bicara soal Archie yang lebih baik berhenti bekerja.
"Sayang, aku bukan mau melarang kamu untuk bekerja tapi aku takut kamu kelelahan. Lihat perut kamu, udah bisa aku unyel-unyel gini." Ucap Kaivan sembari mengusap-usap gemas perut istrinya.
Archie tersenyum. "Terus kenapa, Mas?" Tanya Archie.
"Berhenti bekerja ya, diam saja di rumah. Nanti kalau si baby ini sudah lahir, kamu boleh bekerja lagi di kantor." Jawab Kaivan dengan lembut dan hati-hati.
Kaivan tidak mau membuat istrinya berpikir jika ia melarang Archie bekerja, padahal tidak sama sekali.
Kaivan tidak pernah mau mengekang kebebasan istrinya untuk berkembang dalam hal karir dan cita-citanya.
Mungkin Kaivan posesif, tapi jika soal pekerjaan big no. Kaivan sangatlah profesional jika soal pekerjaan. Ia akan mengizinkan istrinya bekerja dan merintis karir.
"Kamu khawatir ya?" Tanya Archie sembari memegang tangan suaminya yang masih asik mengusap perutnya.
"Bukan cuma khawatir, tapi aku juga takut sayang. Kamu kan istri aku, lagi hamil anak kita. Aku mau yang terbaik untuk kalian." Jawab Kaivan sembari menoleh sesekali pada istrinya.
Mendengar ucapan suaminya, Archie pun menghela nafas. Wanita itu menatap suaminya, kemudian menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, jika memang begitu aku akan berhenti sementara dari kantor. Tapi …" Archie mau menuruti kemauan suaminya, namun malah menggantung ucapannya.
"Tapi apa, Sayang?" Tanya Kaivan mengerutkan keningnya.
Kaivan bertanya dengan wajah penuh senyuman. Bahagia sekali karena akhirnya sang istri mau menuruti permintaannya.
"Tapi Karin yang harus gantiin aku, dia jangan jadi anak magang." Jawab Archie dengan antusias.
"Percaya banget saya anak itu ya?" Tanya Kaivan mengerutkan keningnya.
"Iya dong, selama ini dia sudah banyak bantu aku, jadinya dia pasti paham tugas-tugas apa saja yang harus dilakukan ketika aku cuti hamil dan lahiran." Jawab Archie menjelaskan.
"Lagian aku nanti cemburu kalau kamu rekrut sekretaris baru, gimana kalau cantik terus bikin kamu …" Archie menggantung ucapannya lagi, ragu untuk melanjutkannya.
Kaivan tertawa pelan, kemudian mengusap kepala istrinya lembut.
"Nggak dong, aku nggak mungkin tergoda sama perempuan lain. Dapetin kamu susah." Timpal Kaivan yang paham akan kalimat apa yang ingin istrinya ucapkan.
"Dapatin aku susah gimana maksudnya? Kamu kan nggak berusaha untuk mengejar aku dulu." Kata Archie mengerutkan keningnya.
"Enak aja." Kaivan menyahut tak terima sembari menarik hidung mancung istrinya.
"Nggak mengejar kamu bilang? Kamu pikir aku ngikutin Aditya yang selingkuh itu bukan effort namanya? Kurang kerjaan banget aku kalau ngintilin Aditya tanpa maksud." Tambah Kaivan sedikit sewot.
Archie tertawa, lalu mengusap-usap kedua pipi suaminya yang sedang ngambek.
"Jadi dapetin aku dengan cara membuka aib Aditya ya?" Tanya Archie.
__ADS_1
"Biarin, yang penting aku dapetin kamu. Lagian mana mungkin aku biarin cewek cantik ini sama cowok suka selingkuh." Jawab Kaivan lebih sewot dari sebelumnya.
Archie kembali tertawa dengan begitu lepas. Suaminya yang sedang sewot malah memberikan kesan lucu padanya.
Archie mendekat, lalu menciumi pipi suaminya dengan gemas.
"Lucu banget papanya anak-anak aku." Bisik Archie dengan penuh godaan.
Kaivan tersenyum dengan wajah bersemu merah. Jarang sekali Archie mau menggodanya, dan sekalinya menggoda rasanya Kaivan ingin pingsan saja.
"Jangan ngambek lagi ya? Nanti aku masih jatah deh biar fit lagi." Bisik Archie.
Kaivan seketika menoleh dengan penuh semangat.
"BENAR YA?!!" Ucap Kaivan dengan lantang, dan antusias.
"Awas kamu alasan lagi kalau mual dekat aku." Tambah Kaivan.
"Ihh aku nggak alasan, kemarin memang mual dekat kamu." Sahut Archie tidak terima dibilang beralasan oleh suaminya.
Biar Kaivan cerita sedikit tentang kemarin malam. Pria itu sudah niat untuk minta jatah setelah istrinya selesai mandi, dan Archie sudah setuju untuk memberikannya.
Di saat tegak-tegaknya tombak Kaivan, Archie malah kabur dan mengatakan bahwa ia mual. Archie enggan melanjutkan apa yang Kaivan inginkan.
Alhasil Kaivan harus cosplay jadi penyanyi solo, namun bukan bernyanyi melainkan mendesahh di kamar mandi.
"Nanti beneran kok, aku soalnya nggak mau sabun aku habis lagi sama kamu." Ucap Archie menyindir.
Kaivan hanya meliriknya dengan sinis. Lirikan sinis yang tentu saja hanya sebuah gurauan, dan Archie memahaminya.
Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di rumah. Archie dan Kaivan keluar bersamaan dan melangkah menuju pintu.
Ketika sudah sampai di depan pintu, tiba-tiba saja Kaivan menggendong tubuh istrinya ala bridal style dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Mas, nanti dilihat bi Sari." Tegur Archie pelan.
Kaivan tidak menghiraukan, ia tetap melangkah masuk ke dalam rumah.
Ternyata memang benar, ada bi Sari yang baru saja menutup pintu samping. Wanita itu sampai terjingkat melihat aksi majikannya.
"Eeehh … selamat malam, Tuan dan Nyonya." Sapa Bi Sari gelagapan.
"Malam juga, Bi." Balas Archie, berusaha tenang setelah menekan rasa malunya.
Kaivan akhirnya berhasil membawa istrinya ke dalam kamar mandi. Ia merebahkan tubuh istrinya lalu membantu Archie membuka pakaiannya.
Karena Archie memakai dress, maka dengan membuka resleting saja Kaivan sudah nyaris membuat istrinya polos.
"Nggak mau mandi dulu?" Tanya Archie sembari mengusap rahang tegas suaminya.
__ADS_1
Kaivan mengangguk kemudian melempar dress beserta pakaian dalam istrinya sehingga Archie benar-benar polos.
"Curang, aku sudah kayak lontong gini kamu malah masih kayak ketupat." Ucap Archie menekuk wajahnya.
"Nanti saja di dalam kamar mandi, bersatu deh lontong sama ketupat nya." Balas Kaivan kemudian kembali menggendong tubuh istrinya.
Archie pasrah, ia melingkarkan tangannya di leher sang suami bahkan dengan jahil menciumi leher Kaivan.
"Nakal sekali nyonya Arsangga ini." Bisik Kaivan dengan suara yang berat.
Sampai di kamar mandi. Kaivan mendudukkan istrinya di dalam bathtub yang sudah terisi air karena Archie sudah meminta bi Sari menyiapkan air mandi sebelum sampai di rumah tadi.
"Buruan, jangan kayak pengantin apa sih buka baju lama banget." Ucap Archie tidak sabar.
"Nggak sabar banget, napsu berat ya sama saya, Bu?" Tanya Kaivan, balasan atas ucapan Archie sebelumnya.
Archie terkekeh, ia pun tanpa malu langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Archie sudah sangat menginginkan sentuhan suaminya.
Setelah sama polosnya dengan Archie, Kaivan pun ikut bergabung di dalam bathtub yang ukurannya besar itu.
"Bathtub ini cukup kayaknya buat satu keluarga." Ucap Archie sembari membahasi bagian lehernya dengan air sabun itu menggunakan tangannya.
"Satu kampung juga bisa." Balas Kaivan sembari mengambil posisi duduk di belakang istrinya.
Archie hendak menimpali ucapan suaminya, namun siapa sangka jika Kaivan sudah memegang rahangnya dan menariknya sehingga bibir mereka pun menempel.
Archie langsung memejamkan matanya dan membalas kecupan dari suaminya yang lembut dan penuh perasaan.
Ahh, bibir Kaivan. Rasanya kres-kres kalau kata Archie, persis seperti menyantap kerupuk. Ada gurihnya.
Sembari bibir itu menyatu, tangan Kaivan langsung mengambil perannya untuk bermain di dua aset kesayangannya pada tubuh istrinya.
"Makin gede ya, Sayang." Ucap Kaivan setelah melepaskan penyatuan bibirnya dengan bibir istrinya.
"Ck, jangan di omongin mulu ah. Tiap malam kamu mainin gimana nggak makin gede." Sahut Archie dengan sewot.
Kaivan tersenyum, ia pun kembali mencium bibir dengan tempo yang lebih dinaikkan dari sebelumnya.
Setelah pemanasan di kamar mandi, Kaivan lekas mengajak istrinya untuk kembali ke kamar. Melanjutkan permainan ke intinya.
Kaivan tidak mungkin mengajak istrinya bermain di kamar mandi, karena itu pasti akan membuat istrinya kelelahan.
Kali ini jatah Kaivan tidak gagal seperti malam kemarin. Sabun Archie pun selamat dari tangan Kaivan.
AKHIRNYA YA MAS, AWW AWW BERHASIL 🤣
Eh btw makasih ya yang sudah mau bantu naikin rate novel ini, lopyu 🖤
__ADS_1
Bersambung...................................