
Akhirnya hari yang Adinda dan Zayn tunggu telah tiba. Hari ini adalah hari pertunangan Adinda dan juga Zayn sebelum nanti hari pernikahan.
Acara digelar di salah satu ballroom hotel berbintang dengan cukup meriah. Banyak para tamu yang hadir meskipun ini baru pertunangan saja.
Calista, anak Zayn pun ada disana dan terlihat akrab sekali dengan Adinda. Bocah itu bahkan enggan jauh-jauh dari calon mama barunya.
“Mau temani saya ketemu rekan bisnis saya nggak?” tanya Zayn dengan lembut.
“Mau, Mas. Ayo …” Ajak Adinda sembari melingkarkan tangannya di lengan calon suaminya.
Adinda dan Zayn, pasangan malam ini itu tampak sangat serasi. Banyak yang membicarakan hal positif tentang keduanya.
“Cowok sama ceweknya cocok banget ya, mana saling bisa menerima masa lalu masing-masing. Ihh beruntungnya mereka …” Ucap salah satu tamu undangan.
Mama Gita yang mendengar tentu saja bahagia mendengar anaknya dibicarakan hal baik. Dia juga bahagia melihat putri keduanya akan segera merasakan kebahagiaan seperti anak pertamanya.
“Ma, kok senyum-senyum aja?” Archie datang dan menegur ibunya.
“Archie, Kaivan sama si kecil mana?” tanya mama Gita.
“Itu disana sama papa, ada mama Fia juga. Mama mau kesana nggak?” tawar Archie dan sudah pasti mama Gita mengangguk.
Selain seluruh keluarga, tentunya ada tamu dari pihak Adinda juga. Contohnya Aditya dan Risa yang juga datang ke acara pertunangan Adinda dan Zayn.
“Sayang mama nggak bisa lihat Dinda, dia pasti bahagia banget ya Nak?” tanya Risa kepada putranya.
“Pasti, Ma. Nanti kita temuin Dinda ya, sekarang kita ke om Kaivan dan Archie dulu.” Ajak Aditya kemudian mendorong kursi roda sang mama.
Sementara di bagian lain. Tampak Karin juga hadir dalam acara pertunangan Adinda dan Zayn. Dia tidak datang sendiri, melainkan bersama calon suaminya-Yogi. Pria itu sengaja pulang demi bisa bertemu tunangannya.
“Kak Dinda cantik ya, kelihatannya juga bahagia banget.” Ucap Karin sembari menikmati makanan yang disajikan.
“Cantikan kamu, Sayang.” Sahut Yogi sembari terus memperhatikan wajah calon istrinya.
Karin membalas tatapan Yogi, dia lantas tersenyum malu-malu begitu matanya bertabrakan dengan mata Yogi.
“Kamu ini, bisa banget ngerayu. Disana ada kembang desa yang kamu rayu nggak?” tanya Karin dengan usil.
“Nggak ada lah. Buat apa aku ngerayu, orang aku udah punya calon sendiri, mana cantik banget.” Jawab Yogi dengan cepat sembari membelai pipi Karin.
__ADS_1
Karin semakin tertawa, Yogi memang pandai merayu dan membuatnya tersenyum. Pria itu juga terlihat tulus melakukannya, bukan sekedar menggoda untuk menutupi kesalahannya.
“Kamu tahu nggak, Rin? aku tuh udah nggak sabar mau nikah sama kamu, mau tinggal serumah terus kemana-mana berdua sama kamu.” Ungkap Yogi dengan tangan yang semakin menggenggam tangan Karin.
Karin membalas genggaman tangan Yogi. “Sabar, nanti ada waktunya. Sekarang kita fokus persiapan, supaya nanti nikah udah nggak pusing mikir ini itu.” Balas Karin lembut.
“Gimana aku nggak tambah cinta sih, Rin. Kamu manis dan gemesin gini!!” Ungkap Yogi dengan sungguh-sungguh.
“Sebelum pulang, kita temui mbak Archie sama pak Kaivan ya. Bos sekaligus keluarga kedua aku.” Ajak Karin dan Yogi balas dengan anggukkan kepala.
“Kemanapun kamu ajak, aku mah ikut wae …” Timpal Yogi dengan logat sundanya.
Yogi dan Karin asik menebar keromantisan, tanpa keduanya sadari jika ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan rasa cemburu yang begitu besar.
Mata pria itu tampak merah dan berkaca-kaca, dia bahkan menggenggam gelas di tangan dengan erat.
“Sial, sakit sekali.” Gumam Aldavi kemudian membuang muka dan menatap ke arah lain.
***
Hari semakin malam, bahkan Yogi dan Karin yang terlalu terbawa suasana tidak sadar jika waktu terus berjalan. Mereka masih berada di tempat acara bahkan sampai selesai.
Obrolan antara Karin dan Yogi bersama Kaivan dan Archie cukup nyambung dan membuat mereka tidak sadar akan waktu. Bahkan Adinda dan Zayn pun ikut nimbrung dalam obrolan tersebut.
“Oh iya, Mas. Aku baru sadar belum lihat teman kamu dari tadi.” Archie beralih bicara kepada suaminya.
“Aku nggak tahu, Sayang. Tadi sih bilangnya bisa datang, atau mungkin dia ada urusan mendadak.” Sahut Kaivan mengangkat kedua bahunya.
Sementara Karin yang mendengar nama Aldavi hanya bisa diam. Dia berharap pria itu datang agar bisa ia kenalkan kepada Yogi, namun ternyata pria itu malah tidak hadir.
“Sayang, ayo pulang. Ini sudah malam, besok aku harus balik ke desa.” Ajak Yogi berbisik di telinga tunangannya.
Karin tersenyum. Dia pun menatap semuanya yang ada di meja untuk pamitan karena hari sudah semakin malam.
"Mbak Archie, pak Kaivan. Kami permisi duluan ya, sekali lagi selamat untuk kak Adinda dan calon." Ucap Karin dengan sopan.
"Buru-buru banget, Rin. Tapi makasih ya kamu udah mau datang ke acara aku." Sahut Adinda.
"Yaudah, Karin. Hati-hati di jalan ya." Tutur Archie, dibalas anggukan kecil oleh Karin.
__ADS_1
"Permisi." Yogi ikut pamit dan menggandeng lengan Karin untuk pergi dari sana.
Setelah kepergian Karin dan Yogi, Archie menatap suaminya.
"Pria itu kelihatan sayang banget sama Karin, aku jadi ikut senang. Tapi di sisi lain kasihan juga sama dokter Davi." Bisik Archie.
"Kita lihat bagaimana takdir bertindak." Balas Kaivan.
Kaivan dan yang lainnya lanjut berbincang ringan, mereka masih menikmati obrolan terutama Kaivan dan juga Zayn.
Sementara itu Karin dan Yogi sudah dalam perjalanan menuju kost Karin. Selama perjalanan Yogi tidak melepaskan genggaman tangannya sama sekali.
"Kamu kan lagi nyetir, tangan aku lepas dulu." Ucap Karin.
"Nggak mau, lagian aku bisa nyetir sambil pegang atau natap kamu kok." Balas Yogi terkekeh.
Karin geleng-geleng kepala. Dia akhirnya membiarkan Yogi tetap menggenggam tangannya.
"Rin." Panggil Yogi lembut.
"Apa?" Sahut Karin.
"Kita nggak bisa nikah malam ini aja? Aku takut kehilangan kamu." Kata Yogi tiba-tiba.
"Kamu ngomong apa sih, jangan melantur gitu." Balas Karin dengan nada lembutnya.
Yogi menatap Karin. "Aku serius, aku takut kamu ninggalin aku atau sebaliknya." Ungkap Yogi dengan sungguh-sungguh.
"Aku cinta sama kamu, Rin." Ungkap Yogi lagi untuk yang kesekian kalinya.
"Aku tahu, terima kasih sudah mencintaiku." Timpal Karin penuh senyuman.
"Bulan depan ya nikah?" Usul Yogi dengan wajah begitu serius.
"Tapi— MAS YOGI AWAS!!!" Karin berteriak kencang begitu melihat mobil ugal-ugalan ke arah mobil mereka.
Yogi terkejut, dia berusaha untuk menghindar namun tidak bisa. Mobilnya terseret dan membentur pembatas jalan.
Dalam keadaan genting, Yogi masih terus menggenggam tangan Karin.
__ADS_1
HIATUS KALI YA BIAR DICARIIN READER, BIAR LIKE SAMA KOMENNYA BANYAK🙈🤣
Bersambung......................................