
Kaivan mengambil pakaian yang diantarkan oleh petugas hotel sesuai dengan pesanan nya. Saat ini istrinya itu sedang mandi duluan, sementara Kaivan akan menunggu.
Kaivan meletakkan pakaian yang sudah ia beli di sofa, lalu dirinya duduk di sebelahnya. Kaivan membuka ponselnya dan melihat pesan dari nomor tidak dikenal namun cukup familiar dengan Kaivan.
Kaivan menghela nafas. "Masih berani dia menghubungiku." Gumam Kaivan lalu lekas memblokir nomor tidak dikenal itu.
Jika kalian bertanya siapa pemilik nomor tersebut maka jawabannya adalah Inka. Wanita itu berkali-kali menghubungi Kaivan sejak kemarin karena takut jika dia akan memberikan pelajaran padanya.
Kaivan tahu jika Inka takut padanya, tapi wanita itu masih saja mencoba bermain-main bahkan menggodanya.
Kaivan akan mengurus wanita itu setelah dia selesai dengan urusannya bersamaan Risa dan Aditya.
"Mas, sana mandi. Aku sudah selesai." Ucap Archie pada suaminya.
"Sayang, aku nggak mau mandi." Sahut Kaivan menggelengkan kepalanya.
Kaivan tidak mau mandi karena memang dia tidak perlu mandi. Mereka datang ke hotel malam, dan sudah mandi sebelumnya.
"Terus aku gimana, aku sudah mandi gini." Kata Archie dengan polos.
Kaivan tersenyum miring, ia lekas mendekati istrinya dan langsung mendorong pelan ke arah tembok di belakang Archie.
"Masa sudah mandi?" Tanya Kaivan dengan suara yang pelan.
Archie memejamkan matanya sebentar, lalu kemudian ia membalas tatapan suaminya yang tajam, namun begitu mempesona.
"Sudah, coba saja cium." Jawab Archie menantang.
Mendengar ucapan istrinya, Kaivan lantas semakin mendekatkan wajahnya kepada sang istri. Pria itu memulai dengan mencium kening.
"Gimana?" Tanya Archie mengangkat kedua alisnya.
"Nggak kerasa, coba lagi." Jawab Kaivan lalu mencium kedua pipi istrinya lagi.
"Masih kurang." Ucap Kaivan lagi lalu mengendus leher istrinya.
Kaivan bukan hanya mencium, tetapi juga menggigit dan menghisap leher istrinya. Hal itu membuat Archie bergumam dengan suara tidak jelas.
Archie membalas perbuatan suaminya dengan mencengkram bajunya. Mata wanita itu terpejam, menikmati kenikmatan yang ia rasakan untuk kesekian kalinya.
"Eumhhh, Mashh …" erang Archie seraya mengeratkan cengkraman di baju suaminya.
Kaivan menjauhkan wajahnya ketika sudah berhasil memberikan tiga tanda kepemilikan di leher istrinya, lalu tanpa mengulur waktu ia pun langsung mencium bibir istri cantiknya itu.
Awalnya ciuman terasa lembut dan penuh perasaan, namun seiring waktu ciuman semakin bertambah dan berhasil membangkitkan gelora dalam tubuh keduanya.
Archie membalas ciuman suaminya dengan ritme yang sama, bahkan tangannya kini membalas sentuhan suaminya.
Tangan Archie yang tadi mencengkram baju, kini beralih menjambak rambut belakang Kaivan, lalu sesekali berubah mengusap leher dan tengkuk suaminya.
"Ahh, Mashh." Archie mendesahh keras ketika tangan Kaivan mulai bermain di area sensitifnya.
Archie berusaha tetap mengimbangi ciuman suaminya, sampai saat ia sedang begitu menikmati. Kaivan tiba-tiba menggendong tubuhnya dan membawanya untuk berbaring di atas ranjang hotel yang besar.
Archie yang hanya memakai bathrobe di tubuhnya membuat Kaivan dengan mudah membuat istrinya itu polos.
Dengan sekali tarikan saja bathrobe itu terbuka lebar dan menunjukkan tubuh indah Archie tanpa penghalang.
__ADS_1
"Mas, jangan dilihatin." Tegur Archie dengan nafas terengah-engah.
Kaivan tidak menyahut, pria itu duduk tegak lalu membuka bajunya sendiri. Kini Kaivan sudah bertelanjang dada.
Kaivan lalu menundukkan kepalanya, mencium leher istrinya lagi dan mulai turun guna merasai dada Archie yang begitu menggoda imannya.
Suara Archie menggema di ruangan yang memiliki pencahayaan temaram itu. Terdengar begitu nikmat dan panas.
Kaivan yang menjadi pendengar tentu semakin panas dingin, ia pun langsung membuka seluruh pakaiannya dan membuang bathrobe yang istrinya kenakan sehingga mereka sama-sama polos.
Sebelum memulai permainan, Kaivan mengusap perut Archie dan memberikan usapan lembut disana.
"Bobok ya, Sayang. Mami dan papi mau main sebentar." Bisik Kaivan.
Archie yang melihat dan mendengar perbuatan suaminya hanya tersenyum, lalu menjambak rambut suaminya yang semakin membuatnya kalang kabut.
"Mas." Panggil Archie, membuat Kaivan langsung menegakkan tubuhnya.
Pria itu lalu mencium kening istrinya dan mulai menyatukan diri. Kaivan tidak mau berlama-lama, apalagi napsu nya sudah sampai di ubun-ubun.
"Aghhh, Sayang!!!" Erang Kaivan begitu merasakan miliknya menyatu dengan milik istrinya.
Kaivan pun mulai menggerakkan tubuhnya dengan gerakan pelan, dan mulai kencang. Bukan hanya itu, tangannya bermain-main dengan sesuatu yang ada di hadapannya, yang tersaji dengan begitu menggoda.
Suara Archie semakin tak terkendali, dan itu malah membuat Kaivan semakin bersemangat untuk menggerakkan tubuhnya.
Peluh sudah membasahi tubuh keduanya. Kulit Archie yang putih bersih, kontras dengan kulit Kaivan yang sedikit lebih gelap darinya.
Archie mencengkram sprei dengan sebelah tangannya, sementara tangan lainnya memegangi lengan suaminya.
"Bersama, Sayang." Sahut Kaivan lalu semakin mengencangkan tempo permainannya.
Akhirnya setelah beberapa menit, Kaivan pun mendapatkan apa yang ia kejar sejak tadi. Kaivan langsung berbaring di sebelah istrinya yang tampak lelah.
"Terima kasih, Sayang." Ucap Kaivan lalu menarik tubuh istrinya untuk masuk ke dalam pelukannya.
Archie tidak tidur, wanita itu bahkan masih sanggup untuk mengusap dada dan mencium pipi suaminya.
"Terima kasih kembali, Mas Kaivan. Seperti biasa, selalu membuat puas." Sahut Archie sedikit nakal.
Kaivan terkekeh, ia mengusap wajah cantik istrinya lalu mengecup bibirnya. Entah darimana istrinya itu belajar sehingga bisa senakal dan se-menggoda ini.
"Tidurlah, besok kita pulang pagi-pagi." Ucap Kaivan lembut.
"Aku boleh masuk kerja kan, Mas?" Tanya Archie mendongakkan kepalanya.
"Boleh, tapi jangan bekerja terlalu berat ya." Jawab Kaivan.
"Dan lagi, aku pusing dengar pertanyaan karyawan magang itu. Dia tidak berhenti menanyakan kamu." Tambah Kaivan memberitahu.
Archie tertawa mendengar Kaivan memberitakan tentang Karin. Gadis itu memang banyak bicara, namun justru itu yang membuat Archie selalu merasa terhibur.
"Anaknya baik, Mas. Lucu juga, dia bisa jadi penawar rasa lelah aku di kantor." Sahut Archie.
Kaivan yang sudah memejamkan mata, lantas membuka mata, ia menunduk dan menatap istrinya yang masih tersenyum.
"Lalu aku?" Tanya Kaivan dengan mata menyipit.
__ADS_1
"Kalau kamu bukan cuma di kantor, tapi di rumah, dan dimana saja termasuk di hotel seperti sekarang." Jawab Archie lugas.
Kaivan tersenyum lagi, ia pun semakin mengeratkan pelukannya namun masih tetap memikirkan janin dalam kandungan istrinya itu.
"Selamat malam, Mas Kaivan ganteng." Bisik Archie lalu memejamkan matanya.
"Malam, Sayang." Balas Kaivan.
***
Keesokan harinya, Archie dan Kaivan pun keluar dari hotel pagi-pagi sekali. Mereka akan pulang ke rumah sebelum pergi ke kantor.
Baju mereka sudah ganti dengan baju yang Kaivan beli semalam, sedangkan baju semalam tentu di bawa meski rasa ingin membuangnya begitu besar dirasakan Kaivan.
Kaivan itu memang gemar sekali membuang-buang uang, tapi untung ada Archie yang mencegahnya.
"Kok diam saja?" Tanya Kaivan mengerutkan keningnya.
"Capek, tapi suka." Jawab Archie ambigu.
Walaupun ambigu, namun Kaivan cukup peka. Ia lantas mengusap rambut panjang istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Maaf ya." Kata Kaivan.
"Kok minta maaf, orang aku bilang enak." Timpal Archie menekuk wajahnya.
Kaivan tertawa, ternyata Archie bisa bersikap tidak jelas juga seperti sekarang ini, namun Kaivan malah gemas mendengarnya.
Setelah beberapa menit jalan, akhirnya Kaivan dan Archie pun sampai di rumah mereka.
Keduanya keluar dari mobil, lalu melangkah langsung ke dalam rumah.
"Assalamualaikum." Salam Kaivan dan Archie bersamaan.
"Wa'alaikumsalam, akhirnya kalian pulang." Mama Fia menyahut ketika mendengar salam dari anak dan menantunya.
"Iya, Ma. Kita mau langsung bersiap ke kantor." Kata Kaivan memberitahu.
Mama Fia lalu menatap menantunya. "Archie ke kantor juga?" Tanya mama Fia.
"Iya, Ma. Aku mau tetap bekerja karena bosan jika hanya di rumah." Jawab Archie menganggukkan kepalanya.
"Tapi mama jangan khawatir, aku tidak akan bekerja berat kok." Tambah Archie dengan cepat ketika melihat raut wajah khawatir ibu mertuanya.
Mama Fia tersenyum, lalu mengusap wajah cantik menantunya.
"Baiklah, mama lega jika kamu bicara begitu. Tolong jangan bekerja berat ya, kasihan baby nya." Tutur mama Fia.
"Siap, Ma." Sahut Archie cepat.
Usai berbincang sebentar dengan mama Fia, Archie dan Kaivan pun lekas pergi ke kamar untuk bersiap ke kantor.
Archie sudah berkata tidak akan bekerja berat, dan ia akan membuktikan ucapannya. Lagipula posisi sekretaris itu tidak terlalu lelah untuknya kecuali saat ada perjalanan dinas.
ADA YANG PANAS, TAPI BUKAN KOMPOR😪🔥
Bersambung......................................
__ADS_1