Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Kita bersaing


__ADS_3

Kaivan berbeda, oh tidak. Pria itu sama seperti pria pada umumnya, ketika sudah merasakan yang namanya nikmat dunia, maka akan terus ketagihan.


Seperti sekarang ini, Archie masih berada diatas tempat tidur usai melayani napsu suaminya yang tak berkesudahan. Terhitung 3 kali Archie 'keluar' sementara Kaivan hanya 1 kali.


Andai saja pekerjaan tidak banyak, mungkin Kaivan akan kembali mengajak istrinya untuk mereguk kenikmatan dunia bersama.


Archie baru saja selesai mandi dan berpakaian, saat ini wanita itu sedang bersiap untuk merias diri sebelum ke kantor.


Walaupun tubuhnya terasa lemas, namun Archie bahagia karena bisa melayani suaminya dengan baik. Sekarang waktunya dia melayani sang suami sebagai sekretaris.


Archie memoles sedikit wajahnya dengan makeup, tidak terlalu menor namun tetap terlihat makeup nya.


Ketika Archie sedang pakai lipstik, Kaivan datang dan langsung memeluknya dari belakang. Pria itu mendekap erat tubuh mungil Archie.


"Mas, aku lagi pakai lipstik." Ucap Archie menegur suaminya.


Kaivan yang sudah memakai setelan jas tanpa dasi itu tidak menghiraukan ucapan istrinya, dia malah semakin menduselkan pada istrinya.


"Wangi sekali kamu, Archie. Saya sampai tidak mau berjauhan." Bisik Kaivan lalu menarik rambut istrinya agar tergerai ke belakang.


Archie hanya tersenyum, ia harus sedikit memiringkan kepalanya karena Kaivan saat ini menciumi kabarnya yang penuh tanda namun sudah ia tutupi dengan conceler.


"Jangan buat tanda ya, Mas. Yang kemarin sama yang tadi saja aku susah nutupin nya." Ucap Archie mengingatkan.


Kaivan hanya berdehem, seperti mau-mau tidak-tidak mendengar ucapan istrinya. Kaivan sedang begitu menikmati aroma tubuh istrinya.


"Aku sudah selesai, kita harus berangkat sekarang kan mas." Ucap Archie lagi lalu melepaskan pelukan suaminya.


Archie menghela nafas ketika melihat suaminya belum memakai dasi. Dasinya malah di sampirkan di bahu dan bukan di pakai olehnya.


"Sini aku bantu pakai." Ucap Archie lalu lekas mengikat simpul dasi di leher sang suami.


Postur tubuh Kaivan yang tinggi membuat Archie harus sedikit berjinjit walaupun ia sudah pakai heels.


Kaivan memanfaatkan kesempatan itu untuk memegang pinggang kecil istrinya dan memberikan kecupan di kedua pipinya.

__ADS_1


"Mas, ahh!!" Archie malah melenguh manja, membuat Kaivan tersenyum.


"Saya cuma cium pipi masa sudah desahh begitu." Goda Kaivan lalu mengusap wajah wanitanya.


Archie tidak menyahut, wanita itu hanya memasang wajah yang di tekuk. Archie selesai mengikat simpul dasi langsung mengajak Kaivan keluar dari walk in closet.


Pasangan suami istri itu tidak lupa memakai parfum, lalu keluar dari kamar mereka menuju meja makan dimana sarapan sudah di sediakan oleh bi Sari.


Semenjak Archie bekerja, ia jarang sekali memasak, hanya ketika dia libur saja atau ketika Kaivan sedang ingin makan masakannya.


Archie melayani suaminya dulu, lalu kemudian dia mengambil makanan nya sendiri. Keduanya makan bersama dengan tenang.


"Hari ini saya ada pertemuan pribadi dengan rekan saya, dan saya akan makan siang dengan dia. Artinya siang nanti kamu dibebastugaskan sebentar." Ucap Kaivan sembari mengunyah makanannya.


Archie hanya diam dan tidak menyahut, wanita itu malah menyantap makanan nya dengan tenang.


"Sayang, dengar kan saya bicara?" Tanya Kaivan lembut.


"Nggak, lagian ini masih dirumah. Aku masih istrinya mas Kaivan, bukan sekretaris nya." Jawab Archie mengingatkan.


"Saya minta maaf ya." Ucap Kaivan sembari mengusap rambut panjang istrinya.


Archie tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya. Sampai akhirnya mereka pun selesai makan dan bersiap untuk pergi ke kantor.


Seperti biasa Archie akan turun di dekat kantor, ia tidak mau ikut suaminya sampai ke parkiran karena akan ada banyak karyawan yang melihatnya.


"Selamat pagi, Mbak Archie." Sapa satpam kantor.


Archie tersenyum. "Pagi, Pak." Balas Archie ramah.


Ketika Archie masuk, Kaivan pun masuk. Mereka melempar pandangan sebentar, namun Kaivan hanya memasang wajah datar.


"Profesional sih, tapi jangan begini juga kali. Di kantor sama dirumah beda, apalagi ekspresi kalau minta jatah." Batin Archie geleng-geleng kepala.


Ketika mereka sedang menunggu lift, keduanya dibuat terkejut dengan kedatangan seseorang ke kantor Kaivan.

__ADS_1


"Hai, Om dan Archie?" Aditya datang dan menatap om juga mantan tunangannya.


Archie menatap sinis, wanita itu memilih untuk mundur dan menjauhi Aditya. Kaivan yang peka pun langsung mengambil tempat lebih dekat dengan Aditya.


"Ada apa?" Tanya Kaivan to the point.


Aditya tersenyum miring. "Tidak ada apa-apa, Om. Aku datang hanya ingin memberitahu jika mulai hari ini aku akan menggantikan papa di kantor." Jawab Aditya bangga.


Kaivan memijat pelipisnya, lalu melirik jam di pergelangan tangannya.


"Kau datang pagi-pagi ke kantorku hanya untuk mengatakan ini?" Tanya Kaivan dingin.


"Tentu saja, om harus tahu jika sekarang kita bersaing dalam bisnis." Jawab Aditya dengan senyuman penuh arti buruk.


Kaivan manggut-manggut, tidak menyahut dengan kata-kata.


Aditya memiringkan kepalanya, membuatnya bisa menatap Archie yang hanya diam.


"Apa kabar, mantan tunangan?" Tanya Aditya.


Aditya berani menyapa seperti itu karena berpikir om nya tidak akan peduli sebab tidak mencintai Archie, namun Aditya salah besar.


"Berhenti bicara kata-kata yang berhubungan dengan masa lalu, lebih baik kamu pergi dari sini." Usir Kaivan dengan suara yang tidak bersahabat.


Aditya langsung terdiam mendengar suara Kaivan. Pria itu pun memutuskan untuk pergi, namun Aditya menyempatkan diri untuk menoleh ke belakang.


"Bye." Ucap Aditya tanpa suara, lalu mengedipkan sebelah matanya pada Archie.


Archie melototkan matanya, ia lalu menatap suaminya yang sepertinya tidak melihat kelakuan Aditya barusan karena posisinya membelakangi pria itu.


"Tidak sopan dan sangat kurang ajar." Gumam Archie berdecak pelan.


ADA YANG KOMEN 2 BAB KURANG, YAUDAH DEMI KALIAN AKU TAMBAH 1 BAB LAGI 😙


Bersambung..........................................

__ADS_1


__ADS_2