
Archie kebingungan dengan tingkah suaminya yang berubah sejak mereka pulang dari rumah sakit. Sikap Kaivan yang biasanya selalu manis dan romantis, kini malah banyak diam.
Seperti sekarang, Archie datang membawa segelas kopi untuk suaminya yang sedang bekerja di ruang tamu.
Wanita yang sedang hamil itu lekas mendekat, lalu meletakkan kopi buatannya ke atas meja.
"Mas, kopinya." Tutur Archie dengan sopan.
Kaivan menatap istrinya, ia melempar senyuman tipis namun tidak bicara apa-apa.
Archie duduk di sebelah Kaivan, lalu mengusap bahu suaminya dengan gerakan lembut.
"Mas kenapa?" Tanya Archie penuh pengertian.
"Aku? Aku nggak apa-apa, Sayang. Hanya sedikit pusing karena banyak kerjaan." Jawab Kaivan tanpa menatap istrinya.
"Mas lebih banyak diam, berbeda dari biasanya. Aku pikir aku punya salah sama kamu, Mas." Ujar Archie lagi dengan kepala yang menunduk.
Mendengar itu Kaivan lantas menatap istrinya. Ia memperhatikan Archie yang menunduk. Sikapnya ini ternyata telah membuat istrinya merasa sedih.
"Sayang, kamu tidak salah apa-apa." Sahut Kaivan sembari mengusap-usap kepala istrinya.
"Aku minta maaf ya, tidak seharusnya aku membawa masalah pekerjaan ke rumah. Aku janji nggak begini lagi." Tambah Kaivan lalu memeluk tubuh istrinya.
Archie membalas pelukan suaminya. Ia menginginkan ini sejak tadi, namun karena sikap Kaivan yang sedang cuek membuatnya ragu untuk meminta pelukan.
"Dari tadi aku mau dipeluk kamu, Mas. Cuma karena kamu diam terus, aku jadi nggak berani mintanya." Ucap Archie memberitahu.
Kaivan tersenyum, ia mengusap punggung sang istri lalu mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Aku yang salah, sekarang aku akan memeluk kamu sampai pagi." Sahut Kaivan semakin mengeratkan pelukannya.
Archie melepaskan pelukannya, wanita itu tiba-tiba menggelengkan kepalanya membuat Kaivan bingung.
"Sudah nggak mau, ini saja sudah cukup. Mas pakai parfum yang kemarin lagi ya, aku mual." Ucap Archie menutup hidungnya.
Kaivan tertawa, ia memegang kedua tangan istrinya lalu mengangkat pinggang sang istri sampai terduduk di pangkuannya.
"Jangan dekat-dekat, aku mual." Cicit Archie dengan mata yang menyorot ke arah Kaivan
"Aku bau? Coba cium." Pinta Kaivan menunjuk pipinya.
Archie menggelengkan kepalanya, menolak permintaan suaminya. Hal itu tentu membuat Kaivan gemas.
Tanpa persetujuan sang istri, Kaivan lantas menciumi seluruh wajah Archie bahkan sampai ke lehernya.
__ADS_1
"Mas, sudah!!" Pekik Archie sembari berusaha menjauh.
Kaivan tidak mengindahkan permintaan istrinya, ia malah menggendong Archie dan mengajaknya ke kamar mereka.
Kaivan meninggalkan semua pekerjaannya karena ada yang harus ia lakukan kepada istrinya yang cantik ini.
"Tadi perasaan cuek, kok sekarang malah jadi dekat-dekat aku?" Tanya Archie dengan tangan yang mengalung di leher suaminya.
"Tadi kan lagi pusing, tapi setelah di peluk kamu pusingnya hilang. Sekarang jadi semangat deh untuk minta jatah." Jawab Kaivan lalu membuka pintu kamar dan menutupnya dengan kaki.
Kaivan membawa tubuh istrinya untuk berbaring diatas ranjang, lalu dirinya pun ikut berbaring.
"Tidur, besok kita harus bekerja." Ucap Kaivan sembari memeluk tubuh Archie.
"Aku nggak dikasih cuti ya?" Tanya Archie mendongakkan kepalanya.
"Di kasih, tapi harus cium direkturnya dulu." Jawab Kaivan asal-asalan.
Archie memegang bibir suaminya, lalu tertawa.
"Bisaan banget, mentang-mentang kamu direkturnya aku jadi disuruh cium kamu." Timpal Archie.
Kaivan ikut terkekeh, namun ia tidak membuka matanya hanya mempererat pelukannya dan menciumi puncak kepalanya dengan hangat.
"Selamat malam, istri aku yang cantik." Bisik Kaivan, membuat Archie lagi-lagi tersenyum.
Keesokan harinya, Kaivan yang masih tidur pulas seketika terbangun ketika telinganya mendengar suara dari arah kamar mandi.
Kaivan bahkan langsung melompat mendengar istrinya muntah-muntah, ia lekas masuk ke dalam kamar mandi dan melihat istrinya.
"Sayang …" Kaivan mendekat, lalu bantu mengusap punggungnya.
Archie tidak menyahut, ia masih muntah-muntah sambil mencuci mulutnya berkali-kali.
"Aku minta bibi buatin kamu teh jahe ya." Ucap Kaivan, namun Archie menggelengkan kepalanya.
Archie menegakkan tubuhnya, ia membalik badan lalu memeluk tubuh suaminya dengan begitu erat.
"Mual, pusing juga." Ucap Archie dengan pelan.
Kaivan mengusap punggung sang istri, lalu menggendongnya. Ia membawa Archie kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya diatas ranjang.
"Hari ini kamu nggak usah kerja ya, libur saja." Tutur Kaivan lembut.
"Nggak bisa, Mas. Aku banyak pekerjaan yang tidak bisa ditinggal." Sahut Archie menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kamu nya mual-mual begini, aku nggak tega lihatnya." Kata Kaivan dengan wajah cemasnya.
"Aku nggak apa-apa, Mas. Benar-benar tidak apa-apa." Ujar Archie dengan yakin.
Archie melirik jam yang ada di dinding kamarnya, menunjukkan pukul setengah 6 pagi.
"Aku tidur sebentar lagi ya, supaya pusingnya bisa hilang." Kata Archie.
"Baiklah, Sayang." Sahut Kaivan menganggukkan kepalanya.
Archie pun merebahkan tubuhnya dan kembali tidur. Sementara Kaivan tidak bisa tidur lagi dan memilih untuk mengusap rambut dan wajah Archie sesekali.
Setelah satu jam Archie tidur, akhirnya wanita itu terbangun. Archie lekas mandi dan bersiap ke kantor, ia sedikit panik karena tidak menemukan suaminya di kamar.
Archie pun mandi dengan cepat, lalu langsung makeup dan berpakaian. Setelah rapi dan wangi, wanita itu lekas keluar dari kamar.
"Sayang, sudah bangun." Kaivan yang hendak masuk berpapasan dengan istrinya yang baru saja keluar.
"Mas, aku pikir kamu sudah berangkat." Archie menghela nafas lega melihat suaminya masih di rumah.
Archie lalu menatap nampan di tangan Kaivan yang berisi makanan dan minuman. Ada susu juga disana.
"Kita belum sempat beli susu hamil, jadi nanti kita beli ya. Hari ini minum susu full cream ini dulu." Ucap Kaivan lalu masuk ke dalam kamar.
Archie lekas menyusul suaminya. Ia duduk di sebuah Kaivan yang juga sudah rapi dengan pakaian kantornya.
"Makan dulu, supaya perut kamu nggak mual." Ucap Kaivan sembari menyodorkan makanan ke mulut istrinya.
Archie menggelengkan kepalanya. "Aku semakin mual, Mas. Aku minum susunya saja ya." Tolak Archie.
"Sedikit ya, kasihan anak kita nanti kalau mami nya nggak makan." Pinta Kaivan lembut.
Archie menghela nafas, ia mengambil segelas air putih lalu menenggaknya sedikit. Setelah itu Archie membuka mulut dan menyantap makanan yang suaminya suapi.
Kaivan senang, ia tahu Archie muntah seperti tadi itu sangat menguras tenaganya.
"Di kantor nanti, kamu tidak usah bekerja terlalu berat ya. Aku sudah suruh orang untuk membantu kamu." Tutur Kaivan, membuat Archie tersenyum.
"Makasih ya, Mas. Kamu pengertian banget sama istri." Sahut Archie.
Kaivan menyeka sudut bibir Archie yang terdapat noda makanan, lalu ia memajukan wajahnya dan memberikan kecupan di bibir istrinya.
"Cantik banget calon mami." Ucap Kaivan, membuat Archie lagi-lagi tersenyum malu.
KEMARIN AKU NGGAK UPDATE, MAAF YA. REPOT SAMA DUNIA NYATA, HUAAAAA .....😭😭
__ADS_1
Bersambung....................................