Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Bertemu Archie


__ADS_3

Aditya di bawa ke rumah sakit setelah mengerang kesakitan ketika sedang bertengkar dengan istrinya.


Yang ke rumah sakit awalnya hanya kedua orang tua Aditya saja, namun akhirnya papa Jefry dan Adinda ikut kesana.


Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya dokter pun keluar. Dokter itu bukan hanya memeriksa kondisi Aditya, namun juga melakukan tes.


"Dokter, bagaimana putra saya?" Tanya Risa dengan penuh rasa khawatir.


"Kalian keluarganya pak Aditya?" Tanya dokter itu balik.


"Ya, kami keluarganya. Bagaimana putra saya, Dok?" Tanya Anto lagi.


"Mari bicara di ruangan saya, ada hal penting yang harus saya beritahu pada kalian." Ajak dokter, lalu melangkah duluan meninggalkan kedua orang tua Aditya beserta yang lainnya.


Adinda menghela nafas, ia malas namun akhirnya tetap ikut untuk mendengar laporan kesehatan suaminya.


Walaupun ia kesal pada suaminya, namun ia tetap tidak bisa tidak peduli pada Aditya sekalipun pria itu telah menyakitinya.


Sesampainya di ruangan dokter, Risa dan Anto duduk di depan dokter sementara Adinda berdiri di belakangnya.


"Anda siapa?" Tanya dokter pada Adinda.


"Saya istrinya Aditya, Dokter." Jawab Adinda dengan ramah dan sopan.


Dokter menghela nafas, ia menatap Adinda dengan serius. Dibanding kedua orang tuanya, istri pasiennya itulah yang harus lebih tahu tentang kondisi sang pasien.


"Bagaimana, Dok? Anak saya baik-baik saja kan?" Tanya Risa dengan resah.


"Ini benar-benar kabar yang akan membuat kalian terkejut, terutama anda nyonya Aditya." Kata dokter dengan serius.


Adinda mengerutkan keningnya. "Memangnya ada apa, Dok?" Tanya Dinda.

__ADS_1


"Setelah melakukan pemeriksaan, terbukti jika pak Aditya menderita penyakit HIV stadium empat." Jawab dokter itu dengan sedikit pelan.


"APA!! HIV?!!" Risa memekik terkejut sampai bangkit dari duduknya.


"Benar, pak Aditya mengalami infeksi pada alat kelaminnya dan membuatnya menderita penyakit tersebut." Jelas dokter lagi.


Bukan hanya Risa dan Anto yang terkejut, melainkan Adinda juga. Ia benar-benar syok mendengar jika suaminya menderita HIV.


"Jika kak Adit kena HIV, lalu … lalu bagaimana denganku?" Gumam Adinda ketakutan dengan mata berkaca-kaca.


Adinda menggelengkan kepalanya, ia tidak mau sampai menderita penyakit itu. Ia tidak mau!


"Dinda! Jangan bicara seolah-olah Aditya adalah hal yang menjijikan. Ingat! Dia itu suami kamu." Tebus Risa dengan nada tidak suka.


"Nggak, Ma. Aku nggak mau. Aku mencintai kak Aditya, tapi bukan berarti aku mau menerima penyakitnya." Tolak Adinda menggelengkan kepalanya.


"ADINDA!!" Bentak Risa lalu mendekat dan langsung mencekal tangan menantunya.


"Ma, diamlah." Tegur Anto, ia tidak mau merusak citra keluarganya karena sikap sang istri.


Anto lalu beralih menatap dokter. "Dok, anak saya bisa sembuh kan?" Tanya Anto dengan serius.


"Pasien memang bisa di obati, namun tidak bisa di sembuhkan, Pak." Jawab dokter dengan berat hati.


Mendengar itu, Adinda semakin takut. Ia pun keluar dari ruangan dokter tanpa mengatakan apa-apa.


Adinda tidak rela jika dirinya harus tertular penyakit Aditya yang suka bergonta-ganti pasangan.


"Aku tidak mau, aku harus memeriksa kondisiku. Aku nggak mau sakit." Gumam Adinda dengan resah.


Adinda terus melangkah tanpa tujuan, ia terlalu kalut dalam pikirannya tentang penyakit Aditya, sampai-sampai ia tidak memperhatikan langkahnya.

__ADS_1


Tanpa sengaja, Adinda menabrak seseorang ssmpai map yang di bawa oleh orang di depannya itu jatuh.


Adinda lekas mengambilnya. "Maafkan saya, saya–" ucapan Adinda terhenti ketika melihat siapa yang ada di depannya.


"Adinda, kamu apa kabar?" Tanya Archie antusias.


Archie memegang tangan adiknya, ia sangat merindukan Adinda karena selama 1 bulan lebih mereka tidak berkomunikasi apalagi bertemu.


Adinda yang melihat kakaknya mendadak ingin menangis, ia menatap wanita cantik yang tersenyum tulus itu lalu menggelengkan kepalanya.


"Dinda, kamu ngapain disini?" Tanya Archie lagi.


Adinda tidak menjawab, ia malah membalik badan dan menyembunyikan wajahnya yang hampir menangis.


"Dinda …" panggil Archie.


"Sayang, ayo kita pergi." Ajak Kaivan setelah dirinya terus diam sejak tadi.


Archie hendak memanggil Adinda lagi, namun Kaivan menghentikannya dengan memberikan kode berupa gelengan kepala.


Akhirnya Archie dan Kaivan pun pergi menjauh dari Adinda. Hal itu membuat Adinda menoleh ke belakang dan menatap tubuh kakaknya yang semakin menjauh.


"Maafin aku, Mbak." Lirih Adinda dengan tatapan nanar.


Adinda tidak berani menatap Archie, ia benar-benar sangat merasa bersalah namun tidak mampu untuk sekedar mengatakan kata maaf secara langsung pada kakaknya itu.


Satu hal, Dinda cukup lega karena Archie tidak menikah dengan Aditya. Kenyataanya, Aditya yang begitu ia banggakan malah berkhianat.


MAAF YA, HARI INI UP CUMA SATU AKU LAGI SIBUK SAMA RL🖤


Bersambung...........................

__ADS_1


__ADS_2