Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Kaivan tidak peduli?


__ADS_3

Archiena masuk ke dalam kamar setelah berpikir berulang kali. Wanita itu melihat jika suaminya sudah berbaring di atas ranjang dengan posisi membelakanginya.


Archie menutup pintu pelan, lalu mendekati ranjang. Sebelum tidur, Archie membuka cepolan rambutnya sehingga rambut panjangnya tergerai.


Archie menghela nafas, lalu ikut naik ke atas ranjang. Archie ingin memegang bahu suaminya, namun tidak jadi.


Archie lalu beralih memegang perutnya dan memberikan usapan lembut disana. Archie sekarang bisa mengajak calon anaknya untuk bicara.


"Lihat, baby. Papi lagi marah sama mami, tapi mami harus gimana. Situasi menempatkan mami ditempat yang serba salah." Gumam Archie.


Archie kembali membuang nafasnya, ia menarik selimut lalu menyelimuti tubuh Kaivan dan tubuhnya sebelum akhirnya memilih untuk tidur.


Archie sejujurnya ingin memeluk suaminya, namun karena tahu jika Kaivan sedang marah maka Archie pun memilih untuk tidur membelakangi suaminya.


Tidak butuh waktu lama, Archie pun pulas. Wanita itu sudah begitu lelap dalam tidurnya, berbeda dengan Kaivan yang ternyata bekuk tidur sejak tadi.


Kaivan membalik badan, ia mendengar ucapan istrinya tadi yang mengajak calon anak mereka bicara.


Kaivan menatap istrinya, ia mengusap punggung Archie dengan lembut, lalu naik ke bahunya.


Tanpa bicara apapun, Kaivan kembali tidur. Kaivan sudah salah selama ini, emosinya ternyata belum benar-benar bisa ia kontrol, bahkan Archie pun terkena dampak atas amarahnya.


Keesokan harinya, Archie terbangun dari tidurnya dengan mata yang sedikit menyipit karena matahari yang menerpa wajahnya. Archie perlahan duduk dan bersandar pada kepala ranjang.


Archie tiba-tiba mual, ia menutup mulutnya sendiri kemudian berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah berhari-hari tidak mual, hari ini Archie kembali merasa mual bahkan muntah-muntah di kamar mandi.


"Pusing, dan mual gini. Kemarin-kemarin nggak kok." Gumam Archie lalu menatap pantulan dirinya di cermin.


Archie mengusap wajahnya, ia lekas mencuci wajahnya dengan facial wash yang memang biasa ia pakai.


"Oh ya, dimana mas Kaivan." Gumam Archie teringat akan suaminya.


Archie mengambil jepitan milikinya dan mencepol rambutnya. Setelah itu, Archie pun keluar dari kamar mandi dan celingukan.


Kaivan tidak mungkin bekerja karena hari ini adalah hari Sabtu. Ia dan suaminya libur bekerja hari ini.


Archie pun memutuskan untuk keluar dari kamar, melangkah menuju lantai bawah yang sunyi dan sepi tidak seperti kemarin-kemarin.


Archie pun memilih untuk melangkah menuju dapur, dan disana ia melihat asisten rumah tangannya sedang bersih-bersih.

__ADS_1


"Bi Sari, lihat mas Kaivan nggak?" Tanya Archie seraya membuka kulkas.


"Eh, selamat pagi Nyonya. Tuan Kaivan sudah pergi pagi-pagi sekali." Jawab Bi Sari memberitahu.


Archie menenggak air mineral dingin yang ia tuang ke dalam gelas, kemudian meletakkan kembali gelasnya di meja dapur.


"Pergi? Kemana?" Tanya Archie.


"Nge-gym, Nyonya." Jawab Bi Sari.


Archie menghela nafas, namun ia tidak bertanya apapun lagi dan memilih untuk duduk di meja makan.


"Tolong buatin aku susu hamil ya, Bi." Pinta Archie, dan tentu saja lekas dilaksakan sang asisten rumah tangga.


Kurang dari 5 menit, susu hamil Archie pun jadi. Bi Sari menyajikannya di depan Archie dengan hati-hati.


"Kalau mama dan papa?" Tanya Archie.


"Mereka juga pergi tidak lama setelah tuan Kaivan, Nyonya." Jawab Bi Sari.


Archie manggut-manggut, mungkin saja mertuanya memang memiliki keperluan makanya pergi pagi-pagi.


"Makasih ya, Bi." Ucap Archie lalu pergi setelah menghabiskan susu hamilnya.


Archie juga merapikan kamar yang tidak terlalu berantakan, kemudian duduk di depan meja rias.


"Walaupun libur kerja, aku harus tetap makeup untuk mas Kaivan." Ucap Archie sambil menatap cermin.


Archie pun merias wajahnya dengan makeup tipis dan tidak lupa untuk menggerai rambut panjangnya.


Penampilan Archie begitu cantik dan manis, bahkan terlihat seperti gadis 19 tahun.


"Duhh, istrinya mas Kaivan ternyata cantik juga." Celetuk Archie lalu tertawa karena merasa lucu dengan pengakuannya sendiri.


Setelah rapi, Archie pun bangkit dari duduknya. Ia hendak keluar, namun suara nada dering ponselnya berbunyi sekali, tanda jika ada pesan masuk.


Archie mengambil ponselnya, ia lalu melihat pesan dari nomor tidak di kenal. Nomor baru, namun dengan orang yang sama.


"Archie, apa kabar? Masih mengingatku kan, aku Nisa." Tulis orang itu dalam pesannya.


Archie menghela nafas, ia pun membalas dengan kata 'iya'. Begitu singkat dan jelas.

__ADS_1


"Bagaimana hubunganmu dan Kaivan, Inka tidak mengacaukan rumah tanggamu kan?"


Tidak butuh waktu lama, Nisa langsung membalas pesan dari Archie.


"Iya, Inka tidak mengganggu." Balas Archie.


Mereka pun melanjutkan chat, Nisa mengajak Archie bertemu jika dia bermain ke Jakarta lagi dan Archie hanya membalasnya dengan kalimat yang sama, yaitu iya.


Archie membawa ponselnya itu keluar kamar, ia akan duduk di ruang tamu sambil menunggu suaminya pulang.


Baru saja Archie sampai di ruang tamu, ternyata Kaivan sudah pulang. Wajah Archie seketika tersenyum dengan lebar melihat kepulangan suaminya.


"Mas Kai." Sapa Archie dengan senyuman yang begitu manis.


Kaivan tidak menyahut dan hanya melirik istrinya itu. Kaivan melewati Archie begitu saja.


Melihat itu, Archie lantas ingin mengejar namun kakinya malah tersandung kaki meja yang membuat Archie terjatuh.


"Awww …" ringis Archie pelan.


Beruntung Archie jatuh terduduk dan tidak terlalu keras. Wanita itu melihat suaminya sudah melangkah ke lantai atas dan meninggalkannya tanpa tahu bahwa ia terjatuh.


"Nyonya, anda baik-baik saja?" Bi Sari datang dan langsung menolong Archie.


"Iya, Bi. Aku nggak apa-apa." Jawab Archie menganggukkan kepalanya.


Archie pun berdiri dengan di bantu Bi Sari, kemudian ia duduk dan menunggu Bi Sari yang sedang mengambilkan air minum untuknya.


"Nyonya, minum dulu." Tutur Bi Sari dan Archie langsung menerimanya.


"Nyonya mau saya antar ke kamar, atau mau saya panggilkan tuan Kaivan untuk gendong nyonya?" Tawar Bi Sari dengan lembut.


"Nggak, Bi. Aku bisa ke kamar sendiri kok, lagipula anak aku kuat." Jawab Archie lalu memegangi perutnya.


Untung saja Archie tidak jatuh telungkup, dan ia tidak merasakan apapun di perutnya. Archie harus berhati-hati lain kali atau dia akan membahayakan nyawa anaknya.


Archie sangat sedih sebenarnya, ia sudah dandan cantik demi bisa menyambut suaminya, namun Kaivan malah begitu cuek.


Mungkin Kaivan masih memikirkan masalah semalam.


EMOSI MAS KAIVAN MEMANG TIDAK STABIL GUYS, MOHON BERSABAR 😭

__ADS_1


Bersambung.....................................


__ADS_2