Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Kabar kehamilan


__ADS_3

Dokter yang panggil sudah datang dan siap memeriksa Archie. Karena mau diperiksa, Archie yang sedang tidur pun terbangun.


Dokter yang memeriksanya tentu adalah dokter wanita, Kaivan mana rela istrinya dipegang-pegang pria lain.


Dokter itu duduk di kursi sebelah ranjang, lalu memeriksa kondisi Archie yang masih tetap berbaring.


"Nyonya, apa anda ingat kapan terakhir datang tamu bulanan?" Tanya dokter pada Archie.


Archie terdiam, ia baru ingat jika dirinya sudah lama tidak datang tamu bulanan. Archie terlalu menikmati kebersamaan dengan suaminya, sampai-sampai lupa dengan hal yang rutin ia dapatkan dulu.


"Saya lupa, Dok. Tapi bulan ini saya belum dapat tamu bulanan nya." Jawab Archie ragu-ragu.


Archie tidak ingat, karena itulah dia ragu menjawabnya. Wanita itu memijat pelipisnya yang sedikit pusing.


"Apa semua baik-baik saja, Dok?" Tanya Kaivan dengan cemas.


Dokter tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Iya, Pak. Bahkan sangat baik." Jawab dokter itu ambigu.


Kaivan dan Archie saling pandang, mereka bingung mendengar jawaban yang dokter lontarkan barusan.


"Maksudnya, Dok?" Tanya Kaivan lagi.


"Berdasarkan pemeriksaan terkini saya, istri anda ini sedang hamil. Untuk memastikannya, kalian boleh melakukan tes menggunakan alat tes kehamilan." Jawab dokter, menjelaskan dengan senyuman.


Mendengar ucapan dokter, Kaivan dan Archie sontak terkejut. Mereka berdua saling pandang, lalu melempar senyuman.


"Saya hamil, Dok?" Tanya Archie dengan mata berkaca-kaca.


"Benar, Nyonya. Selamat ya!" Jawab dokter itu menganggukkan kepalanya.


Kaivan yang tadi berdiri lantas mendekat, pria itu memeluk istrinya dengan erat sebagai bentuk rasa bahagianya dengan kabar hari ini.


Kaivan melepaskan pelukannya lalu menatap dokter yang menyaksikan aksi peluk-pelukannya dengan sang istri.


"Terima kasih banyak, Dok. Terima kasih." Ucap Kaivan.


"Sama-sama, Pak. Untuk usia lebih jelasnya bisa bawa istri anda ke rumah sakit ya." Balas dokter sembari bersiap untuk pergi.


Setelah selesai diperiksa, dokter pun pergi meninggalkan kamar hotel pasangan suami istri itu. Meninggalkanku Archie dan Kaivan berdua saja.


"Mas …" panggil Archie dengan lembut.


"Ya, Sayang?" Sahut Kaivan sembari mendekat.


"Kamu bahagia?" Tanya Archie sembari mengusap perutnya.


Kaivan duduk di pinggir ranjang, tangannya terulur untuk ikut mengusap perut istrinya yang kini sudah ada buah cinta mereka.


"Pertanyaan apa itu, Sayang. Tentu saja saya bahagia, bahkan sangat bahagia." Jawab Kaivan, lalu menunduk dan mencium perut istrinya.

__ADS_1


Archie tersenyum, ia mengusap kepala suaminya yang terlihat bahagia sama sepertinya. Archie merasa hangat mendapat perlakuan suaminya.


"Bisa aku minta sesuatu, mungkin ini ngidam pertamaku, Mas." Pinta Archie dengan senyuman manis.


"Tentu saja, kamu mau apa sayang? Bilang sama saya, saya akan berusaha untuk mewujudkannya." Ujar Kaivan dengan penuh semangat.


Sebagai suami tentu Kaivan sangat ingin bisa memenuhi keinginan istrinya yang sedang hamil.


Astaga, Kaivan masih tidak menyangka jika dia akan menjadi ayah. Istrinya sedang hamil buah cinta mereka.


"Berhenti menggunakan kalimat saya. Aku susah bedain nya ketika kamu jadi mas Kaivan atau pak Kaivan." Kata Archie sembari mengusap pipi suaminya.


Mendengar itu Kaivan tertawa, ia pun menganggukkan kepalanya mendengar permintaan istrinya. Itu adalah hal yang mudah bagi Kaivan.


Kaivan itu memang biasa bicara formal, dengan siapapun itu. Dia tidak biasa menggunakan bahasa sehari-hari bahkan dengan keluarganya sendiri.


"Maaf ya, saya– maksudnya aku akan berusaha untuk mengubah cara bicaraku. Demi istriku yang cantik ini." Sahut Kaivan lalu menciumi wajah cantik istrinya.


"Jangan dekat-dekat, Mas." Tegur Archie sembari mendorong tubuh suaminya agar menjauh.


Kaivan melongo sebentar. "Tadi ada dokter kamu nggak nolak, Sayang. Masa sekarang nolak, aku mau peluk kamu tahu." Ucap Kaivan dengan lembut.


Archie menggelengkan kepalanya, tangan kanan nya sampai menutupi hidungnya karena menolak sang suami.


"Sayang …." Kaivan memelas, membuat Archie tidak tega.


"Aku mual, Mas." Archie balas memelas, ia tidak berbohong soal mual-mual nya ketika berdekatan dengan suaminya.


Archie turun dari ranjang, lalu melangkah pelan menuju meja rias di kamar itu. Ia pun mengambil parfume miliknya dan menyemprotkannya ke tubuh sang suami.


Kaivan melongo, ia bisa mencium aroma feminim dari tubuhnya sekarang. Aroma yang jauh berbeda dengan parfume miliknya.


"Sayang, aku wangi parfum perempuan dong ya." Kata Kaivan.


"Memang kamu nggak suka?" Tanya Archie dengan mata yang mengedip berkali-kali.


"Ahh suka kok suka." Jawab Kaivan dengan cepat.


Archie memekik senang, wanita itu pun lekas memeluk sang suami. Aromanya kali ini tidak membuat Archie mual, bahkan malah membuatnya betah berlama-lama memeluk suaminya.


"Nah, kalau kamu peluk begini aku siap mandi parfum, yang penting kamu jangan jauh-jauh." Ujar Kaivan membalas pelukan istrinya tak kalah erat.


"Mau beli alat tes kehamilan nggak mas?" Tanya Archie mendongakkan kepalanya.


"Mau, tapi setelah kita sampai di Jakarta ya. Lagipula aku yakin kalau kamu memang hamil." Jawab Kaivan lalu mengecup bibir istrinya.


"Mama pasti senang ketika tahu aku hamil, ayo beritahu mereka." Ucap Archie mengajak.


Kaivan manggut-manggut, pria itu meraih ponselnya lalu menghubungi sang mama melalui panggilan video.


Tidak butuh waktu lama bagi mama Fia untuk mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Hai, Sayang. Aduhh, telepon mama cuma buat kasih tahu kalian peluk-pelukan?" Mama Fia langsung bicara dengan senyum-senyum di wajahnya.


"Tidak, Ma. Sebenarnya ada yang ingin aku katakan." Archie menjawab dengan lembut.


"Archie hamil, Ma. Mama akan jadi nenek, nenek-nenek." Ucap Kaivan langsung to the point, diiringi ledekan untuk sang mama.


"ARCHIE HAMIL? PAPA!!!"


Terdengar mama Fia begitu bahagia sampai berteriak memanggil suaminya. Papa Jefry pun datang dan ikut mendengar kabar tentang kehamilan Archie.


"Dijaga baik-baik ya, Nak. Jangan terlalu lelah, katakan pada kami jika Kaivan merepotkan ya." Ucap papa Jefry.


Archie terkekeh, ia senang sekali melihat kedua mertuanya bahagia dengan kehamilannya, belum lagi perhatian mereka yang begitu besar.


"Pa, aku juga tidak akan mungkin menyakiti istriku." Kaivan menyahut tidak terima.


Mereka pun berbincang sedikit, sampai akhirnya panggilan diputus karena Kaivan dan Archie harus memberitahu orang tua Archiena.


Kini giliran menelpon mama Gita dan papa Dito. Sama seperti mama Fia tadi, mama Gita begitu bahagia ketika mendengar kabar tentang kehamilan Archie.


"Kamu harus jaga diri ya, Nak. Jangan kerja berat-berat, ya ampun mama bahagia sekali."


Archie tersenyum. "Papa dimana? Apa dia tidak mau mendengar kabar bahwa dia akan jadi kakek?" Tanya Archie.


"Papa sedang ke kantor sebentar, Nak. Mama akan sampaikan dan dia pasti sangat bahagia."


Archie tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


"Oh iya, ada Adinda dan Aditya disini."


Mama Gita mengarahkan kamera ponselnya ke arah Dinda dan Aditya yang ada disana.


"Mbak hamil? Selamat ya."


"Wahh, semoga kalian tambah bahagia."


Pasangan suami istri itu mengucapkan dengan penuh senyuman. Ikhlas atau tidak, Kaivan dan Archie akan menerima doanya itu.


"Terima kasih." Balas Archie seadanya.


Kamera pun kembali ke wajah mama Gita. Archie dan Kaivan berbincang dengan ibu mereka sebentar sebelum akhirnya memutuskan panggilan.


"Sekarang, kamu harus istirahat. Aku akan menemani kamu disini." Ujar Kaivan lalu menggendong dan membawa Archie untuk berbaring di atas ranjang.


"Tidak, kamu kan harus pergi ke pantai dengan yang lain." Sahut Archie mengingatkan.


"Iya, aku akan pergi. Sekalian aku katakan bahwa kamu adalah istriku." Timpal Kaivan, membuat Archie tersenyum.


SELAMAT OM DAN MBAK ATAS KEHAMILANNYA 😍


Bersambung...................................

__ADS_1


__ADS_2