Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Kangen baby melon


__ADS_3

Kaivan pulang larut sekali. Dia langsung naik ke atas untuk bisa bertemu dengan istri dan calon anak mereka. Kaivan sangat merindukan keduanya.


Selama bekerja, Kaivan benar-benar muak karena bertemu Inka dan terus saja diikuti oleh wanita itu.


Kaivan membuka pintu perlahan, dan melihat suasana kamar sepi dengan pencahayaan temaram. Meski begitu, Kaivan masih bisa melihat istrinya yang berbaring di atas ranjang.


Kaivan meletakkan kunci mobil dan dompet begitu saja. Dia kemudian mendekati istrinya dengan langkah pelan.


"Sayang." Panggil Kaivan sangat pelan.


Kaivan ingin mencium kening Archie, namun ia baru ingat jika dia dari mana-mana dan harus bersih-bersih agar tidak menyebar virus kepada istri dan calon anaknya.


Kaivan pun kembali menjauh, dia melangkahkan kakinya menuju walk in closet.


Tidak terlalu lama sebelum akhirnya Kaivan keluar dari walk in closet dengan penampilan yang sudah berubah. Kaivan sudah mandi dan berganti pakaian.


Kaivan lalu naik ke atas ranjang. Satu Minggu dia tidak berdekatan dengan istrinya dan itu membuatnya sangat merindukan istrinya.


Kaivan menggeser tubuhnya pelan-pelan, lalu memeluk Archie yang tidur membelakanginya.


"Kangen banget sama kamu, Sayang." Ungkap Kaivan sembari mengirup aroma tubuh istrinya yang wangi.


Archie menggeliat sambil mengerang. Wanita hamil itu tiba-tiba berubah posisi dan membalik badan sehingga berhadapan dengan Kaivan.


Kaivan tersenyum mendapatkan respon baik dari istrinya. Dia membalas pelukan itu, sambil sesekali menciumi rambut istrinya.


"Tidur lagi, maaf aku ganggu tidur kamu." Bisik Kaivan lalu ikut memejamkan matanya.


Selama jauh dari Archiena, Kaivan cukup kesulitan tidur nyenyak tapi sepertinya hari ini tidak karena istrinya sudah ada dalam dekapannya.


Sementara itu di tempat lain, tampak seorang gadis duduk termenung di meja belajarnya. Dia melamun sambil mengetuk-ngetuk meja.

__ADS_1


"Besok aku tunangan, dan setelah itu sampai selamanya aku tidak akan bisa menjalin hubungan dengan pria manapun kecuali Yogi." Gumam Karin.


Keputusan sudah diambil jika besok Karin dan Yogi yang merupakan anak RW itu akan bertunangan sebelum pernikahannya dilangsungkan setelah Karin lulus. Tentunya ini permintaan dari Karin sendiri.


Karin membuang nafasnya. Dia bangkit dari duduknya, lalu melangkah naik ke atas ranjangnya.


Karin berbaring, menatap langit-langit kamarnya dan mulai memejamkan matanya.


***


Keesokan harinya, Archie bangun dan terkejut saat melihat suaminya sudah ada di sebelahnya dengan memasang senyuman manis.


Awalnya Archie menjerit kaget, namun selanjutnya dia memekik senang dan langsung mendekap tubuh Kaivan.


"Kangen …" ucap Archie dengan manja.


"Siapa? Kamu atau baby melon?" Tanya Kaivan sembari mengusap punggung istrinya.


"Disana kamu nggak macam-macam kan?" Tanya Archie takut-takut.


"Nggak, aku pure kerja sayang. Tapi ada gangguan dari mahluk halus sedikit." Jawab Kaivan asal-asalan.


"Hah?! Makhluk halus? Hotel tempat kamu menginap angker atau gimana mas?" Tanya Archie dengan polosnya.


Kaivan tertawa gemas. Dia menangkup wajah cantik istrinya lalu menciuminya tanpa ada yang terlewatkan.


"Ihh jawab dulu, kamu lihat mahluk halus?" Tanya Archie sembari mendorong suaminya pelan.


"I.N.K.A. Dia lah mahluk halus yang aku maksud." Jawab Kaivan mengeja nama perempuan yang sangat ia benci.


Wajah penasaran Archie seketika berubah cemberut mendengar jawaban suaminya. Jadi ini mengapa perasaannya tidak enak.

__ADS_1


"Jadi perempuan itu masih ganggu kamu, nyebelin ah." Ketus Archie.


"Lhoo, kok marahnya ke aku? Aku kan nggak ngapa-ngapain, malah dia aku kasih peringatan untuk jangan ganggu kita." Kata Kaivan sembari mengusap wajah istrinya.


"Iya iya, yang penting kamu harus ingat kalau sudah punya aku. Inka, Nisa atau wanita manapun yang berusaha merusak rumah tangga kita harus kamu tendang pokoknya." Ujar Archie.


"Ingat ya, Mas. Aku, Archiena Kinan Xeviola, gadis yang udah kamu bikin melendung ini istri kamu." Tambah Archie lalu menunjuk perutnya yang sudah semakin besar.


Kaivan tergelak, dia menangkup wajah Archie lalu mengusap-usapnya dengan gerakan lembut.


"Aku tahu, lagian kamu kan kenal siapa suami kamu. Kaivan Arsangga Diando yang dingin ini sudah sangat bucin sama istrinya." Timpal Kaivan.


Archie dan Kaivan sama-sama tertawa tanpa peduli tentang Inka. Menurut Archie dan Kaivan, hal yang membuat mereka akan bertengkar tidak perlu di bahas lebih jauh.


"Kangen baby melon, boleh aku jenguk nggak?" Tanya Kaivan sembari melempar tatapan menggoda.


Archie hendak menjawab, namun suara ketukan pintu membuat keduanya langsung menoleh ke pintu.


"Maaf, tuan dan nyonya. Kalian sudah ditunggu nyonya besar untuk sarapan." Ucap bi Sari dari luar kamar.


Archie lekas turun dari ranjang. Dia mengambil jepitan di meja lalu mencepol rambutnya asal.


"Aku ke bawah duluan ya, Mas. Kasihan mama, kamu mandi terus ke bawah juga." Ucap Archie lalu keluar dari kamarnya.


Kaivan mengusap wajahnya kasar. Niat hati ingin jenguk anaknya kalah tidak bisa.


"Nanti malam, habis kamu sama aku sayang." Gumam Kaivan sambil senyum-senyum.


KANGEN SAMA KALIAN 😭 MULAI HARI INI UP RUTIN LAGI YA🥺


Bersambung..............................

__ADS_1


__ADS_2