Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Keraguan Archie


__ADS_3

Archie menatap minuman yang ia pesan dengan perasaan tidak minat. Ia jauh lebih ingin mendengar alasan wanita itu meminta nya datang dan apa yang ingin dia sampaikan padanya tentang Kaivan.


Wanita yang ada di depan Archie memasang wajah penuh senyuman. Begitu ramah dan manis.


"Akhirnya saya bisa bertemu dengan kamu, Archie. Saya sangat senang." Ucap wanita itu yang tidak lain adalah Nisa.


Archie menghela nafas lalu mengangguk pelan. "Sebenarnya apa yang mau anda katakan tentang suami saya?" Tanya Archie.


Nisa tersenyum. "Kaivan pasti pernah cerita tentang saya sama kamu, makanya kamu bersedia menemui saya kan." Tebak Nisa.


Archie hanya menjawabnya dengan anggukan kepala saja, tidak ada kalimat atau kata yang keluar dari bibirnya.


"Kamu pasti juga sudah tahu tentang kondisi suami kamu kan, gangguan yang dia punya?" Tebak Nisa lagi.


"Iya, Mbak. Saya tahu, semuanya saya tahu. Mas Kaivan sudah bercerita dengan saya semuanya, dia sudah jujur." Jawab Archie dengan tenang.


"Ketika saya sudah tahu semuanya dari mas Kaivan, saya tidak butuh lagi cerita dari orang lain. Maaf, saya permisi." Pamit Archie lalu bangkit dari duduknya.


"Tapi apa kamu tahu tentang hubungan Kaivan dengan Inka?" Ucapan Nisa berhasil membuat gerakan Archie terhenti.


Wanita itu membalik badannya dan menatap Nisa kembali. Keningnya mengkerut mendengar nama seorang wanita yang disebut lalu disusul dengan nama suaminya.


"Sepertinya kamu belum tahu, terlihat jelas dari ekspresi wajah kamu." Kata Nisa.


"Maksud anda apa? Siapa itu Inka?" Tanya Archie dengan rasa penasaran.


"Duduklah, saya akan ceritakan semuanya." Tutur Nisa dan Archie kembali duduk di tempatnya tadi.


Archie meletakkan kedua tangannya di meja, tatapannya tidak teralihkan sama sekali dari wanita berbaju biru di depannya ini. Wanita yang seakan mengetahui banyak hal tentang suaminya.


"Archie, sebelumnya saya minta maaf. Saya tidak berniat untuk menjelekkan Kaivan apalagi membuat kalian bertengkar, saya justru ingin menyelamatkan rumah tangga kalian." Ucap Nisa lalu membuang nafasnya.


"Saya mungkin masa lalu Kaivan, saya adalah gadis yang pernah hampir kehilangan nyawa di tangannya sampai saya memilih untuk pergi meninggalkan dia untuk selamanya. Tapi saya tidak pernah membenci Kaivan, percayalah." Tambah Nisa dengan jujur.


"Maksudnya anda masih mencintai suami saya?" Tanya Archie dengan hati-hati dan was-was.


"Tidak membenci bukan berarti masih mencintai, Archie. Saya sudah tidak mencintai Kaivan sejak dulu, kamu jangan salah paham." Jawab Nisa lalu memegang tangan Archie.


"Terakhir kali saya mengirim pesan sama kamu adalah untuk menceritakan gangguan yang Kaivan miliki, namun karena kamu sudah tahu dan menerimanya, maka saya akan bercerita tentang siapa itu Inka." Ucap Nisa lagi setelahnya.

__ADS_1


Archie manggut-manggut, mempersilahkan Nisa untuk bercerita padanya.


"Inka itu sepupu saya, dia juga gadis yang pernah berhubungan dengan Kaivan setelah berpisah dari saya. Entah apa yang Inka lakukan sampai Kaivan luluh padanya." Ucap Nisa lalu membuang nafasnya.


"Awalnya hubungan mereka berjalan baik, bahkan Kaivan pernah berencana untuk melamar Inka, namun saat Inka tahu kondisi Kaivan yang memiliki gangguan, gadis itu pun meninggalkan Kaivan dengan alasan ingin fokus belajar dan mengejar karir." Tambah Nisa dengan nada bicara yang semakin pelan.


"Apa mas Kaivan tahu bahwa Inka itu sepupu anda?" Tanya Archie dan Nisa menjawabnya dengan gelengan kepala.


"Sejak saya memilih untuk pergi dan membatalkan pernikahan kami, saya tidak pernah lagi bertemu dengannya. Saya mengasingkan diri dan tidak pernah terlihat atau melihat Kaivan." Jawab Nisa.


Archie terdiam. "Lalu?" Tanya Archie.


"Beberapa hari lalu Inka datang ke rumah saya, dia mengatakan pada saya bahwa dia ingin kembali pada Kaivan." Jawab Nisa lalu menatap Archie yang terkejut mendengarnya.


"Apa? Kembali?" Beo Archie.


"Karena itulah saya datang dan menemui kamu, saya mau kamu tahu jika saat ini ada bahaya yang mengintai rumah tangga kamu." Jelas Nisa dengan lembut.


"Tapi kenapa anda memberitahu saya? Kenapa anda membantu saya dan bukan sepupu anda?" Tanya Archie menatap curiga pada Nisa.


Nisa terkekeh pelan, lalu tersenyum dengan lebar.


"Saya tidak akan tersinggung dengan pertanyaan kamu, bahkan saya memakluminya. Tapi alasan saya membantu dan mengatakan ini sama kamu adalah karena Kaivan." Jawab Nisa.


"Benarkah begitu? Bukan karena anda berniat untuk kembali pada mas Kaivan juga?" Tanya Archie mengerutkan keningnya.


Nisa menggelengkan kepalanya. "Tidak, Archie. Saya benar-benar mau membantu kamu." Jawab Nisa.


"Lalu apa yang akan dilakukan oleh Inka?" Tanya Archie dengan mata berkaca-kaca.


"Saya tidak tahu soal itu, tapi saya yakin Inka akan berusaha untuk merebut Kaivan. Dia gadis yang licik dan jahat, kamu harus berhati-hati." Jawab Nisa mengingatkan.


"Kenapa bisa Inka tiba-tiba mau kembali sama mas Kaivan setelah meninggalkannya?" Tanya Archie, bukan pada Nisa tapi pada dirinya sendiri.


"Archie, Kaivan itu seorang pengusaha sukses yang terkenal. Banyak berita dan majalah yang meliputnya. Hal itu membuat Inka tahu jika Kaivan sudah baik-baik saja, karena itulah dia ingin kembali." Jawab Nisa menjelaskan.


Archie menggeleng tidak terima. Ia tidak akan mungkin membiarkan seorang wanita berani mengusik rumah tangganya dengan Kaivan.


"Saya dan Inka tidak memiliki cinta setulus kamu untuk Kaivan, Archie. Karena itulah kamu mau menerima kondisi Kaivan, dan saya juga yakin kamu akan bisa menjaga rumah tangga kalian dengan baik." Ucap Nisa.

__ADS_1


"Tapi darimana anda tahu tentang saya, bahkan nomor saya?" Tanya Archie, ia hampir lupa menanyakan ini.


"Saya mungkin sudah tidak berhubungan baik dengan Kaivan, tapi saya masih sering menghubungi mertua kamu. Saya dapat informasi dan nomor kamu darinya." Jawab Nisa dengan jujur.


"Lalu bagaimana dengan anda? Maksud saya, kehidupan anda sekarang?" Tanya Archie. Entah mengapa pikiran Archie begitu was-was.


Nisa tersenyum lalu menatap play ground yang ada di kafe tersebut.


"Sayang, Mas. Sini." Nisa tiba-tiba memanggil seseorang.


Tidak lama kemudian datang seorang anak perempuan dan laki-laki yang mungkin lebih tua sedikit dari Kaivan.


"Archie, kenalkan. Mereka suami dan anak saya." Ucap Nisa memperkenalkan.


"Jadi dia istri Kaivan yang sangat ingin kamu temui?" Tanya suami Nisa dan wanita itu mengangguk.


"Kakak Mila, ayo sapa Tante Archie." Nisa beralih menatap dan meminta putrinya.


"Hai, Tante. Aku Mila." Sapa bocah perempuan yang mungkin berusia 5 tahun.


"Halo." Balas Archie lembut, lalu mengusap pipinya.


Suami dan anak Nisa pergi setelah berkenalan dengan Archie. Membiarkan Nisa kembali bicara dengan istrinya Kaivan itu.


"Saya menikah beberapa tahun lalu dan saat ini saya sedang hamil. Putri saya yang cantik tadi adalah bawaan suami saya." Ucap Nisa memberitahu.


Archie menatap Nisa. "Saya senang anda sudah menikah." Sahut Archie.


"Saya tinggal di Bandung, kemungkinan saya sangat jarang datang kesini. Saya harap kamu bersedia menyimpan nomor saya agar kita bisa berkomunikasi." Ujar Nisa penuh minat.


"Saya akan menyimpannya, tapi kenapa anda sangat baik pada saya?" Tanya Archie, masih ada secercah keraguan dalam dirinya.


"Karena saya tahu kamu wanita yang tulus. Kaivan yang baik, sangat cocok dengan kamu yang tulus." Jawab Nisa.


"Kalian berhak bahagia tanpa diganggu oleh orang lain." Tambahnya dengan senyuman manis.


Archie tidak menyahut, ia hanya diam saja. Fokus Archie saat ini adalah tentang gadis bernama Inka.


"Mas Kaivan cinta sama aku, dia nggak akan mungkin mau kembali atau membiarkan mantannya mengusik rumah tangga kami." Batin Archiena.

__ADS_1


NISA ITU TULUS ATAU BULUS YAA???


Bersambung......................................


__ADS_2