Dinikahi Om Kekasihku

Dinikahi Om Kekasihku
Pulang duluan


__ADS_3

Setelah istirahat beberapa jam akhirnya Archie keluar dari kamar. Wanita itu melihat jika teman-teman kerjanya masih menikmati waktu di pantai bersama.


Archie tidak akan ikut menikmati air pantai, ia memilih untuk duduk di salah satu kursi guna menikmati angin pantai saja di sore itu.


"Archie." Seseorang tiba-tiba datang dan langsung memanggil Archie.


Archie menoleh, ia mengerutkan keningnya melihat siapa yang datang.


"Pak Rafi, ada apa?" Tanya Archie dengan sopan.


"Kamu kemana saja, saat kita semua menikmati waktu bersama kamu malah tidak ada." Ucap Rafi seraya duduk di sebelah Archie.


"Saya kurang enak badan, Pak. Jadi saya nggak ikut untuk nikmatin pantai." Jelas Archie seadanya.


"Kenapa memangnya, Pak?" Tanya Archie balik.


"Tidak apa-apa, hanya saja kurang lengkap tidak ada kamu." Jawab Rafi dengan jujur.


Archie manggut-manggut, ia tidak menyahut lebih banyak dan memilih untuk menatap lurus ke depan.


Saat itulah Archie sadar jika ada sepasang mata yang memperhatikannya. Melihat itu, tentu saja Archie terkejut, bahkan sampai bangkit dari duduknya.


"Archie, ada apa?" Tanya Rafi bingung melihat Archie yang tiba-tiba berdiri.


Archie menghela nafas pelan dengan perasaan panik. Kaivan melihatnya duduk bersama Rafi, Archie takut suaminya akan marah.


"Tidak ada apa-apa, Pak. Saya permisi dulu, sampai nanti." Jawab Archie lalu pergi meninggalkan tempatnya duduk tadi.


Archie benar-benar tidak sadar dengan keberadaan suaminya, jika saja Archie melihat pasti dia akan menghindar dari Rafi.


Lagipula Archie tidak mempersilahkan Rafi untuk duduk tadi, pria itu langsung duduk saja. Jika begitu, maka apa yang bisa Archie lakukan.


Sementara itu Kaivan, pria itu mengepalkan tangannya. Karyawannya itu berani dekat-dekat dengan istrinya dan Kaivan tidak suka.


"Setelah mengincar para atasan, sekarang Archie mendekati pak Rafi. Wanita itu benar-benar ya."


Kaivan mengerutkan keningnya ketika telinganya menangkap suara yang sedang membicarakan istrinya.


Kaivan tidak membalik badan, hanya diam saja karena ingin tahu apalagi yang dibicarakan oleh karyawannya tentang Archie.


"Sudah lihat foto hari ini? Pak Kaivan dan Archie sedang berciuman."


Lagi, Kaivan mendengarnya tanpa melihat siapa yang berbicara. Pria itu cukup syok, ternyata ada yang melihat aksinya dengan istrinya.

__ADS_1


Kaivan semakin mengepalkan tangannya. Kaivan bukan hanya tidak suka Archie dekat-dekat dengan pria lain, tapi ia juga tidak suka jika ada yang membicarakan hal buruk tentang istrinya.


Kaivan tidak bisa tinggal diam.


Kaivan menghela nafas, pria itu tidak membalik badan agar orang-orang yang membicarakan Archie tadi bisa melihatnya. Kaivan pergi begitu saja.


Kaivan pergi ke kamarnya, kamarnya dan bukan kamar Archie. Kaivan tahu istrinya itu pasti ada di kamar, Archie tidak mungkin berani jauh-jauh.


"Sial, amarahku memuncak!" Geram Kaivan lalu tanpa sadar memukul tembok sampai menciptakan bunyi yang keras.


Suara itu berhasil mengundang ketukan pintu penghubung antara kamarnya dan kamar Archie.


Tidak lama kemudian Archie masuk dengan tatapan terkejut. Ketika Archie masuk, Kaivan masih memukul temboknya.


"Mas, apa yang kamu lakukan!!" Archie memekik lalu menahan tangan suaminya.


Kaivan tidak menjawab, pukulan tangannya di tembok pun berhenti. Pria itu mengatur nafasnya yang terengah-engah seperti orang habis berlari.


Archie menarik suaminya untuk duduk di pinggir ranjang, lalu dirinya menuangkan segelas air minum untuk suaminya.


Archie kembali, wanita itu lekas memberikan air minum itu dan Kaivan langsung menerima dan menenggaknya hingga tandas.


"Mas, aku tahu apa kesalahanku. Aku minta maaf ya, aku nggak tahu jika pak Rafi akan menghampiriku." Ucap Archie lembut.


Lagi-lagi hanya Archie yang bisa membuat amarah Kaivan reda. Pria itu memeluk tubuh istrinya yang kini sedang mengandung.


"Aku yang minta maaf, kamu nggak salah apa-apa." Balas Kaivan pelan.


"Aku mungkin terlalu egois, sekali lagi maafkan aku ya." Tambah Kaivan dengan perasaan yang lebih tenang.


Kaivan membalas pelukan istrinya tak kalah erat, seakan ia takut istrinya itu pergi darinya.


Sekali lagi Kaivan katakan bahwa ia tidak akan sanggup dan rela istrinya pergi darinya.


"Sayang, kita pulang duluan ya? Ada yang mau saya urus di Jakarta." Ucap Kaivan mengajak istrinya.


"Sekarang, Mas?" Tanya Archie.


"Iya, hari ini. Bagaimana menurut kamu?" Tanya Kaivan lagi.


Archie hanya mengangguk, tentu ia akan menurut saja ketika suaminya sudah mengambil keputusan.


Archie tidak tahu apa yang mau diurus oleh suaminya, dan Archie tidak mau mencaritahu kecuali Kaivan yang bercerita padanya.

__ADS_1


"Aku akan ikut saja, Mas. Sebagai istri dan sekretaris, aku harus nurutin kamu kan." Jawab Archie lembut.


Kaivan manggut-manggut, ia kembali memeluk istrinya sambil sesekali menciumi puncak kepala Archie.


"Kita ambil penerbangan malam ya." Ucap Kaivan dan lagi-lagi Archie menganggukkan kepalanya.


Kaivan melepaskan pelukannya, ia meraih ponselnya lalu mengubungi salah satu karyawan untuk mengajak semuanya berkumpul.


Kaivan akan pamit sebelum pergi, dan ia juga akan membiarkan para karyawan nya itu untuk melanjutkan kuburan sampai waktu yang sudah ia berikan.


Archie dan Kaivan pun sama-sama bersiap untuk pulang. Barang-barang sudah mereka kemas dan langsung keluar dari kamar masing-masing.


Archie dan Kaivan tidak perlu waktu lama untuk berkemas dan bersiap-siap. Keduanya pun melangkah menuju pantai dimana karyawan Kaivan sudah menunggu.


Sampai di pantai, Kaivan berdiri dengan tegak begitupula dengan Archie yang setia menemani suaminya.


"Kalian lanjutkan liburan ini, saya sedang ada urusan mendadak sehingga saya harus kembali lebih cepat." Ucap Kaivan dengan lantang dan tegas.


"Tidak perlu khawatir, selama kalian tidak melewati batas hari yang saya berikan, kalian masih bebas liburan." Tambah Kaivan memperjelas.


"Pak, apa Archie akan ikut pulang?" Tanya Monika setelah mengangkat tangannya.


"Tentu, dia sekretaris saya dan sudah pasti saya membutuhkannya. Dia akan pulang bersma saya." Jawab Kaivan sambil menoleh sesekali pada istrinya.


Archie menghela nafas, ia menatap orang-orang di belakang sana yang bisik-bisik. Archie tahu mereka semua pasti membicarakan hal yang buruk tentangnya.


Archie tidak peduli, ia tidak mau memikirkan hal yang tidak penting. Ia tidak mau jika pikiran-pikiran itu akan berdampak buruk bagi kandungannya.


"Itu saja yang ingin saya sampaikan, kalau begitu saya pergi ya. Selamat menikmati liburan kalian." Ucap Kaivan.


"Terima kasih banyak, Pak." Balas semua karyawan secara bersamaan.


Kaivan hanya mengangguk, setelah itu ia pun pergi bersama istrinya meninggalkan hotel tempat mereka menginap.


Mereka diantar oleh taksi lokal menuju bandara. Kebetulan sekali mereka langsung mendoakan tiket untuk pulang.


"Setelah urusan saya selesai, kita jalan-jalan lagi. Hanya berdua." Ucap Kaivan lembut sembari mengusap rambut panjang istrinya.


Archie mengangguk paham, ia melempar senyuman lalu bersandar di dada bidang suaminya.


URUSAN APA NIH SAMPAI KAIVAN MILIH PULANG DULUAN ☺️🙄


Bersambung......................................

__ADS_1


__ADS_2