
Seperti yang sudah Archie janjikan kepada suaminya jika dia tidak akan masuk kerja lagi karena perutnya yang sudah semakin besar.
Jika Kaivan bilang, perut Archie mirip melon. Bulat dan belum terlalu besar seperti semangka.
Memang, Presdir satu itu sangat kreatif dalam menyebut janin dalam kandungan Archie.
"Baby melon kesayangan papi, papi berangkat kerja dulu ya. Baik-baik sama mami di rumah." Ucap Kaivan sembari mengusap dan menciumi perut istrinya.
Archie terkekeh setiap kali mendengar suara suaminya yang memanggil bayi mereka dengan sebutan 'baby melon'.
Menggemaskan dan sangat manis.
"Iya, papi ganteng." Balas Archie menirukan suara anak kecil.
Kaivan mendongakkan kepalanya, menatap wajah cantik istrinya yang tersenyum padanya.
Kaivan lantas bangkit dari posisinya yang berlutut di depan perut Archie, kemudian mencium kening istrinya dengan hangat dan cukup lama.
"Nanti ke rumah mama Gita diantar sama sopir mama ya, jangan naik taksi." Tutur Kaivan mengingatkan.
Archie menganggukkan kepalanya. Ia memang ingin main ke rumah orang tuanya sekalian melihat Adinda.
Archie ingin diantar oleh Kaivan, namun harus sekarang sedangkan Archie mau datang sedikit siang nanti sehingga Kaivan tidak bisa mengantarnya karena ada pertemuan penting.
"Nggak apa-apa kan diantar sopir? Atau mau sekarang berangkatnya biar bisa aku antar?" Tanya Kaivan menawarkan.
"Nggak mau, aku masih pakai daster gini." Tolak Archie menggelengkan kepalanya lalu menatap penampilannya sendiri.
Kaivan tertawa. Padahal istrinya itu sangat cantik dengan daster bunga-bunga kesayangannya itu. Ditambah lagi dengan rambut panjangnya yang di cepol asal-asalan.
"Gini saja kamu cantik, Sayang. Ya ampun, kamu itu cantik banget tahu nggak." Ujar Kaivan lalu menangkup wajah istrinya.
Kaivan gemas sekali, ia pun langsung menciumi wajah istrinya dengan gemas dan tanpa ada yang terlewat.
Penjaga rumah, dan juga bi Sari yang sedang menyapu halaman langsung sama-sama melongo melihat aksi majikannya mereka.
Namun selanjutnya mereka mengalihkan pandangannya, enggan mengganggu keromantisan suami istri itu.
"Gemesin amat sih, Non." Celetuk Kaivan setelah selesai menciumi wajah istrinya.
Archie tersenyum, ia kemudian melongok ke arah belakang Kaivan dimana para pekerjanya sedang tidak melihat.
Archie pun gantian menangkup wajah tampan suaminya, lalu memberikan kecupan di wajah Kaivan.
"Impas deh, kamu juga ganteng banget." Bisik Archie memuji.
__ADS_1
Kaivan menangkup wajah istrinya lagi. Ia sudah memiringkan kepalanya dan siap memberikan kecupan di bibir istrinya, namun sayang sekali ada yang datang.
"Ehh, Kaivan belum berangkat?" Mama Fia datang dari dalam rumah.
Mendengar suara mertuanya, Archie langsung mendorong suaminya menjauh darinya.
"Eh mama, iya nih mas Kaivan belum berangkat." Jawab Archie dengan sedikit gugup dan gelagapan.
Sementara Kaivan, ia hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar kemudian mendengus pelan.
Morning kiss sebelum berangkat gagal karena kedatangan mama Fia, dan Kaivan sangat mengenal istrinya yang enggan menebar kemesraan.
"Aku berangkat sekarang ya, Ma." Ucap Kaivan, lalu mencium punggung tangan mama Fia.
Kaivan lalu beralih menatap Archie. "Berangkat ya, Sayang." Pamit Kaivan sembari mengusap kepala istrinya.
Archie menganggukkan kepalanya, ia pun tetap berdiri di sana sampai mobil suaminya sudah tidak terlihat oleh pandangannya.
"Kamu jadi main ke rumah orang tua kamu, Sayang?" Tanya mama Fia lembut sembari mengusap punggung menantunya.
"Jadi, Ma. Nanti agak siang kesana nya, aku juga belum mandi." Jawab Archie tersenyum malu-malu.
"Yaudah nggak apa-apa, mama masuk dulu ya." Kata mama Fia lalu masuk duluan ke dalam rumah.
"Nyonya mau saya buatkan jus?" Tanya bi Sari dengan sapu lidi yang masih ia pegang.
"Nggak, Bi. Aku masih kenyang, mau duduk disini saja." Jawab Archie menggelengkan kepalanya.
"Bosan ya, Nyonya. Biasa kerja, hari ini nggak kerja." Pak Ratim, suami bi Sari sekaligus penjaga rumah Kaivan dan Archie.
"Iya, Pak. Biasanya kan sekarang sudah di jalan mau ke kantor, ini masih dasteran." Sahut Archie sambil tertawa.
***
Seperti yang Archie katakan pada suaminya jika dirinya akan pergi ke rumah orang tuanya di waktu agak siang.
Kini Archie sampai di rumah orang tuanya jam 11 siang, dimana hanya ada sang mama dan Adinda sementara papanya ke kantor.
"Mbak akhirnya main, aku bosan banget loh di rumah sendirian." Ucap Adinda dengan riang.
Archie tersenyum, kemudian menganggukkan kepalanya.
"Sekarang kan mbak sudah nggak kerja, kemungkinan bakal sering main." Sahut Archie.
"Oh mbak sudah nggak kerja, tapi kenapa? Bukannya om Kaivan kasih izin untuk kerja?" Tanya Adinda mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Iya, tapi sekarang kan perut mbak sudah makin besar jadi suami mbak nggak kasih izin sementara." Jawab Archie memberitahu.
"Kaivan memang perhatian, dia nggak mau sesuatu terjadi sama kamu dan anak kalian." Timpal mama Gita.
Adinda ikut tersenyum. "Mbak beruntung ya, om Kaivan sangat peduli." Ucap Adinda.
Archie dan mama Gita menatap Adinda dengan tatapan berbeda, bahkan Archie sampai menghela nafas.
Adinda menyadari tatapan kedua orang itu, lalu menggelengkan kepalanya.
"Mbak jangan khawatir, aku nggak ada niat untuk merebut om Kaivan kok. Aku sudah nggak mau merebut kebahagiaan mbak ku." Ucap Adinda menjelaskan.
"Mbak nggak berpikir gitu, Dinda. Tapi mbak senang sekarang kamu sudah bisa sayang sama mbak." Balas Archie lalu mengusap tangan adik perempuannya itu.
"Mama yakin, akan ada saatnya kamu juga merasakan apa yang Archie rasakan. Rasa bahagia memiliki pasangan yang sangat perhatian tentunya." Ujar mama Gita mendoakan putri bungsunya.
Adinda tersenyum lalu mengangguk. Wanita itu kemudian mendekati Archie, dan mengusap perut kakaknya itu.
"Dia suka nendang gitu nggak, Mbak?" Tanya Adinda dengan rasa penasaran.
"Iya, Dinda. Mbak kadang sampai kaget." Jawab Archie sambil tertawa, diikuti oleh adik dan mamanya.
Archie senang melihat adiknya tertawa, ia pun mengusap kepala lalu turun ke bahunya.
"Mbak senang kamu sudah lebih baik." Kata Archie penuh perhatian.
"Tentu saja, Mbak. Perceraian ku sudah dalam proses, dan aku harus melatih diri untuk bahagia mulai sekarang." Timpal Adinda lalu membuang nafasnya lega.
"Jadi kamu sudah yakin untuk bercerai? Maksud mbak, kamu nggak mau coba bicara dulu?" Tanya Archie hati-hati, takut menyinggung perasaan adiknya.
"Nggak, Mbak. Seperti yang mbak bilang jika laki-laki yang sudah biasa selingkuh itu mau setia, rasanya itu sangat sulit bahkan nyaris mustahil." Jawab Adinda dengan sangat yakin.
Archie manggut-manggut. "mbak pasti dukung apapun keputusan kamu." Tutur Archie.
"Mbak baik banget sih, makasih ya mbak." Kata Adinda kemudian memeluk kakaknya itu erat.
Archie membalas pelukan adiknya dan tidak lupa memberikan usapan lembut. Sementara mama Gita tersenyum senang melihat kedua putrinya kembali akur dan berdamai.
"Mama nggak?" Tanya mama Gita seraya bangkit dari duduknya, lalu duduk diantara kedua putrinya.
Archie dan Adinda tertawa, lalu memeluk mama Gita dan mencium pipinya.
NAMANYA BABY MELON SOALNYA MUKA EMAKNYA MANIS KAYAK MELON PREMIUM🍈😙
Bersambung..................................
__ADS_1