
...༻✿༺...
Lucky memasuki kamar mandi. Ia berkutat di depan cermin. Merapikan pakaian yang sedang dikenakan.
Tiba-tiba Liam datang menghampiri. Dia memberikan kabar yang mendesak.
"Lucky! Mereka datang!" seru Liam dalam keadaan pupil mata yang membesar.
Tanpa pikir panjang, Lucky bergegas keluar. Lalu bergabung bersama yang lain ke teras gedung. Tampaklah rombongan penjahat kelas kakap yang datang dengan mobil. Mereka merupakan komplotan organisasi mafia bernama The Skull. Dipimpin oleh seorang lelaki bernama Jack.
Kebetulan Lucky dan anggota The Dark Place lainnya sering melakukan transaksi penjualan ilegal. Dari mulai narkoba, anak-anak sampai wanita. Tidak jarang aksi mereka mengganggu pebisnis ilegal lainnya. Termasuk para organisasi mafia besar seperti The Skull.
"Halo, Lucky. Kita bertemu lagi. Akhirnya aku bisa menemukan basis perkumpulanmu. Ternyata kau dan rekan-rekanmu hanyalah gelandangan tak berguna." Jack melangkah lebih dekat ke hadapan Lucky.
"Enyahlah, Jack!" balas Lucky sembari menggertakkan gigi. Ia sudah memegang pistol yang tersimpan di dalam kantong.
Bukannya takut, Jack justru tertawa geli. Kemudian mengangkat salah satu tangannya. Dia memberikan kode kepada anak buahnya.
Lucky dan kawan-kawan mengerutkan dahi. Mereka tidak mengerti terhadap tindakan Jack.
"Aku mencari tahu banyak tentangmu. Pertama, markas kalian yang kumuh ini. Kedua, mengenai keahlianmu. Ketiga, kelemahanmu." Jack mengembangkan senyuman puas. Menatap Lucky dengan remeh. "Aku senang bisa mengetahui informasi yang ketiga. Tetapi jujur saja, aku agak ragu jika tidak mencobanya. Apakah itu benar-benar akan berhasil?"
Lucky dibuat kesal dengan lagak Jack. Dia segera mengambil pistol dan berniat menembak Jack dan komplotannya.
Belum sempat menarik pelatuk pistol, anak buah Jack memainkan musik jazz untuk Lucky. Saat itulah pergerakan Lucky harus terhenti. Dia mematung di tempat dalam keadaan menodongkan pistol.
Semua rekan Lucky, tidak terima. Mereka langsung melakukan penyerangan. Menembaki Jack beserta anggotanya tanpa suruhan dari Lucky.
Seluruh anggota The Dark Place tahu betul mengenai betapa bencinya Lucky dengan musik jazz. Makanya mereka kesal ketika Jack mencoba mengusik Lucky dengan musik tersebut.
Pertarungan pun terjadi. Aksi saling tembak-menembak dilakukan oleh dua kubu yang berlawanan. Satu hingga lima orang berusaha melindungi dan membawa Lucky pergi.
Sean menyeret Lucky memasuki gedung. Dia berniat menyuruh Lucky tidak terlibat perkelahian.
Lucky memejamkan mata. Musik jazz yang terdengar belum dihentikan, sukses membuatnya harus pergi. Kini orang yang mengambil alih tubuhnya adalah Ben.
"Diamlah disini! Aku dan yang lain akan kembali!" ujar Sean. Kemudian beranjak pergi.
Ben mengedarkan pandangan ke segala penjuru. Sebenarnya ini bukan pertama kali dirinya berada di tempat perkumpulan The Dark Place. Dia selalu kesal jika harus menerima kenyataan tersebut. Hal yang paling dibenci Ben adalah berpura-pura menjadi Lucky.
__ADS_1
"Sial! Aku di sini lagi." Ben mengeluh seraya mengusap kasar wajahnya. Lalu melangkah pergi untuk mencari jalan keluar.
Ben awalnya berniat melewati pintu depan. Tetapi karena menyaksikan ada keributan, dia mencoba mencari pintu keluar yang lain.
...***...
Bella yang sedang dikurung di sebuah ruangan gelap, tidak berhenti menggedor pintu dan berteriak. Dia berusaha meminta bantuan sebisa mungkin.
"Tolong! Kumohon! Seseorang, siapapun itu?" panggil Bella. Akan tetapi tidak ada siapapun yang menyahut. Gadis itu mendengus kasar. Dia menyandarkan kepala ke pintu. Berharap ada seseorang yang mau membantu.
Trak!
Gagang pintu mendadak bergerak. Terdengar seperti ada seseorang yang memasukkan kunci. Mata Bella otomatis terbelalak. Perlahan pintu berbahan besi di depannya terbuka.
Akibat terlalu senang, Bella langsung memeluk sosok yang sudah membebaskannya. Dia tidak lain adalah Ben.
"Terima kasih..." ungkap Bella tulus. Matanya memejam rapat.
Ben membeku terhadap serangan pelukan Bella. Dia mengedipkan mata dengan canggung. Lalu menarik Bella untuk menjauh darinya.
"Dokter? Apa itu kau?" tanya Ben. Dia tidak menyangka kalau orang yang sudah diselamatkannya adalah Bella.
"Jangan mendekat! Apa maumu kali ini, Lucky?!" timpal Bella. Dia menyimpulkan orang yang di hadapannya masihlah Lucky.
"Aku Ben! Kita harus pergi dari sini." Ben tidak peduli dengan sikap hati-hati Bella. Dia melingus pergi begitu saja.
Entah sudah berapa kali Bella harus terperangah akan sikap Ben. Meskipun begitu, dia terpaksa mengikuti lelaki tersebut. Keduanya berupaya mencari jalan keluar.
Tanpa sepengetahuan Bella dan Ben, Jack diam-diam mengekori dari belakang. Untungnya Jack hanya membawa sebilah pisau. Sepertinya dia sedang berniat berhadapan dengan Lucky.
Bella dan Ben berhasil melewati pintu belakang gedung. Kebetulan lokasinya berhadapan dengan sungai Hudson.
"Lihat! ada kapal. Kita bisa lewat air saja." Bella berseru sambil menunjuk kapal yang ada di tepi sungai.
"Tidak! Kita cari mobil saja!" tolak Ben tak acuh. Dia berbalik badan. Hal serupa otomatis Bella lakukan. Namun langkah mereka terhenti ketika melihat Jack sudah bersiap untuk menyerang.
Tanpa mengucapkan apapun, Jack berlari menghampiri Ben yang pastinya dia kira Lucky. Pria yang menggunakan topi fedora itu mengarahkan pisau dengan lihai.
Ben lantas berusaha menghindari serangan Jack sebisa mungkin. Tanpa sadar, Ben bergerak mundur dan terpojok ke tepi sungai.
__ADS_1
"Aku akan membunuhmu, Lucky! Kau dan The Dark Place hanya sekelompok parasit untuk dunia kejahatan!" imbuh Jack. Dia mengarahkan mata pisau ke mata Ben. Saat itulah Ben menahannya sekuat tenaga. Adu kekuatan terjadi. Baik Ben maupun Jack bertekad saling mengalahkan.
Lama-kelamaan Ben mulai kehabisan tenaga. Kakinya kian bergerak mundur ke belakang. Sedikit lagi Ben akan tercebur ke sungai.
Menyaksikan Ben sedang terdesak, Bella berinisiatif membantu. Dia mencoba mencari benda yang berguna untuk menyerang Jack dari belakang.
"Sial! Kenapa aku selalu berakhir untuk menyelamatkannya?" gumam Bella yang merasa kesal. "Padahal dia selalu saja mengabaikan dan memperlakukanku sesuka hati," sambungnya. Dia sukses menemukan sebuah pemukul bisbol.
Bella segera berlari demi membantu Ben. Sebelum dirinya tiba, Ben tampak terjatuh ke sungai.
Byur!
Insiden jatuhnya Ben membuat Jack tersenyum puas. Akan tetapi itu tidak berlangsung lama, karena Bella langsung memukul kepala Jack sekuat tenaga. Dalam sekejap, Jack tidak sadarkan diri. Pria itu jatuh dalam keadaan tengkurap di tanah.
Bella mendengus lega. Dia lekas-lekas membuang alat pemukul bisbol ke tanah. Lalu memeriksa keadaan Ben. Anehnya, Ben tidak terlihat muncul ke permukaan.
"Ben!" panggil Bella sembari memperhatikan area sungai tempat Ben terjatuh tadi.
"Ben?!" Bella semakin dirundung perasaan cemas. "Jangan bilang kalau kau tidak bisa berenang?" tanya-nya yang masih saja tidak mendapat jawaban.
"Ah... aku harus turun tangan lagi?" Bella tidak punya pilihan selain menyelamatkan Ben. Ia segera melepas jaket, kemudian menceburkan diri ke sungai.
Air yang dingin mengikat langsung menyambut kulit putih Bella. Gadis itu menyelam sambil mengedarkan pandangan. Hingga dirinya berhasil menemukan Ben yang tampak mengembang ke dasar sungai.
Tanpa basa-basi, Bella bergegas menangkap Ben. Dia mengerahkan semua tenaga untuk membawa Ben ke permukaan. Jujur saja, tubuh Ben sangat berat. Apalagi pria itu dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Dengan tekad yang tinggi, Bella sukses besar mencapai permukaan sungai. Dia langsung menarik Ben ke tepian.
"Ben!" Bella menepuk-nepuk pipi Ben. Tetapi pria itu tidak kunjung sadar. Bella akhirnya harus turun tangan untuk melakukan pertolongan pertama. Yaitu dengan cara memberikan nafas buatan.
Akibat dalam keadaan mendesak, Bella menempelkan bibirnya ke mulut Ben. Selanjutnya dia menekan dada Ben berkali-kali.
Percobaan pertama tidak berjalan mulus. Membuat Bella sekali lagi harus memberikan nafas buatan yang kedua.
Ben membuka lebar matanya. Dia merasakan bibirnya bersentuhan dengan sesuatu yang kenyal dan hangat. Entah kenapa Ben merasa menemukan memori yang hilang. Kilas ingatan masa lalu sempat terlintas dalam benaknya. Yaitu tentang anak perempuan yang pernah menyelamatkannya di masa lalu.
"Uhuk! Uhuk!" Ben tidak bisa menahan rasa batuk. Semburan air otomatis keluar dari mulutnya. Sekarang Bella merasa lega.
Dari belakang, satu per satu anggota The Dark Place berdatangan. Salah satu dari mereka berhasil melihat pertolongan yang Bella lakukan kepada Ben.
__ADS_1