
Setelah berkendara cukup lama, akhirnya Vernon menepikan mobilnya dan mulai berbicara "Aku mencintaimu Fia. Jangan dekat-dekat dengan pria lain" ucap Vernon lembut.
"Apa?" Sofia kaget mendengar pernyataan cinta mendadak dari Vernon.
"Aku Mencintaimu Sofia Angelista"
Vernon menatap dalam wanita yang dicintainya itu, tak terasa bulir air mata membasahi pipi Sofia. Sofia tidak menyangka sahabatnya yang dicintai selama ini juga mencintainya.
"Ak..aku juga me..mencintaimu Ver" lirih Sofia sambil sesegukan.
Vernon langsung memeluk Sofia. Ia sangat bahagia ternyata Sofia juga mencintainya.
"Sejak kapan kamu mulai mencintaiku?" tanya Vernon sambil melepas pelukannya.
"Sejak dulu saat masih kecil" jawab Sofia membuat Vernon semakin gemas "Bodoh, kenapa tidak pernah mengatakannya?" Vernon menyentil dahi Sofia.
"Kamu sendiri tidak pernah mengatakannya" sungut Sofia. Melihat Sofia yang kesal membuat Vernon tertawa dan tiba-tiba mencium pipi Sofia.
"Yak kenapa tiba-tiba kamu menciumku?" tanya Sofia sambil menyembunyikan wajahnya yang merah di dada bidang Vernon.
"Hahaha kamu gemesin sih" jawab Vernon sambil mengelus dan mencium puncak kepala Sofia. Vernon dapat mencium wangi sampo Sofia yang seperti membuatnya candu.
"Dasar killer, pluto, valak upss" celetuk Sofia tanpa sadar membuat pria di hadapannya menatap tajam dirinya. ******, kenapa bisa keceplosan begini sih" batin Sofia merutuki dirinya sendiri.
"Jadi selama ini kamu membuat julukan seperti itu?" Sofia hanya bisa menganggukan kepalanya perlahan.
"Kenapa bisa aku dijuluki begitu?" tanya Vernon sambil melepas pelukannya.
"Soal..nya ka..kamu punya aura horor dan killer, terus ak..aku jadinya pengen melemparmu ke pluto deh" jawab Sofia terbata-bata. Sofia melihat Vernon seperti ingin marah kepadanya, sehingga ia menutup matanya karena takut akan dimarahi.
Bukannya marah, Vernon malah mencium bibir Sofia. Sofia membuka matanya dan merasa pipinya kembali merona merah sekarang. Vernon lagi-lagi tertawa melihat tingkah lucu Sofia yang malu-malu.
__ADS_1
"Aku nggak akan tinggalin kamu lagi, aku janji" ucap Vernon sambil mencium kening Sofia.
Setelah hari itu, mereka akhirnya memutuskan untuk berpacaran. Mereka merahasiakan hubungan mereka di kampus, demi profesionalitas keduanya.
Sofia sangat bahagia hari ini, ia akhirnya berpacaran dengan sahabat yang dicintainya. Sofia baru sadar, ternyata Vernon sangat bucin saat pacaran. Buktinya Sofia baru sampai di rumah, Vernon langsung menelponnya seakan tidak ingin jauh darinya.
Setelah mengobrol dengan Vernon cukup lama di telepon, Sofia memutuskan untuk menghubungi Angel untuk memberitahukan kabar gembiranya.
"Assalamualaikum Sofia sayang, tumben nelfon jam segini, kenapa? udah ketemu nomor kakak tampan itu?" tanya Angel dengan semangat 45.
Sofia menepuk jidatnya, ia lupa meminta nomor Joshua pada Vernon. "Waalaikumsalam Angel manis, maaf ya aku lupa minta. Besok aja ya, sekalian hari ini aku mau cerita nih" jawab Sofia yang hatinya sedang berbunga-bunga saat ini.
"Awas ya kalau besok nggak ada lagi. Mau cerita apa emangnya?"
"Gue udah punya pacar sekarang" Sofia menjawab dengan percaya diri, sebab selama ini ia selalu merasa sedih setiap melihat Angel yang selalu curhat tentang pacar, sedangkan dirinya tidak pernah memiliki pacar sebelumnya.
"Widih gercep nih. Siapa sih orangnya? Rey ya?" tanya Angel. Angel tau kalau selama ini Rey menyukai Sofia.
"What? lo serius Fi? gimana ceritanya? bukannya lo kesal banget ya setiap lihat dia? tanya Angel tak percaya.
"Udah besok gue cerita selengkap-lengkapnya di kampus. Ditunggu ya, gue cuma mau bilang itu doang kok hehe"
"Oke gue tunggu ceritanya besok, udah penasaran banget ini" akhirnya mereka mengakhiri panggilan mereka.
Keesokan harinya Sofia seperti biasa pergi ke kampus. Tetapi ada hal yang tidak biasa, yaitu ia pergi bersama Vernon. Walaupun nanti hanya diturunkan di dekat gerbang kampus, tetapi Sofia sangat bahagia bisa pergi bersama kekasihnya itu. Selain karena ia sangat senang pergi bersama Vernon ia juga merasa lebih irit karena tidak harus naik taksi.
"Ver, aku udah nggak di hukum lagi kan? nggak harus nulis lagi?" Sofia mencoba merayu Vernon agar hukumannya yang dulu bisa dihapus.
"Kenapa begitu?" tanya Vernon yang sedang menyetir.
"Ya aku kan udah jadi pacar kamu. Masa kamu tega sih biarin pacar kamu kelelahan karena menulis" jawab Sofia sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Imut banget sih. Iya-iya nggak ada hukuman lagi asal" kata-kata Vernon terhenti, membuat Sofia bingung "Asal apa?"
"Asal berhenti memanggilku dengan sebutan nama di luar kampus" jawab Vernon.
"Lah emangnya kamu mau dipanggil apa?" tanya Sofia semakin bingung.
"Terserah. Kan bisa panggil sayang, beb, baby, honey atau cintaku" ujar Vernon, membuat Sofia yang duduk di sebelahnya merasa mual dengan panggilan itu. Pasalnya ia tidak menyangka Vernon yang terlihat ganas dan cuek ternyata bisa sebucin ini.
"Bukannya itu agak berlebihan ya? panggil nama aja ya" ucap Sofia mencoba merayu Vernon agar menjauhkan kata-kata yang menjijikan itu.
"Yaudah kalau nggak mau ganti, jangan harap hukuman kamu berhenti kalau nggak sampai 50 ribu kalimat" mendengar itu membuat Sofia ketakutan. Sofia akhirnya mencoba mencari ide, agar ia bisa mengganti panggilan untuk Vernon tanpa harus menggunakan panggilan yang menurutnya menjijikan itu.
"Gimana kalau aku panggil mas aja? kan lebih sosweet" Sofia berusaha menyakinkan Vernon. Setelah agak lama berpikir, akhirnya Vernon pun menyetujui panggilan itu.
Sesampainya di kampus, Sofia sudah disuguhkan tatapan dari Angel yang meminta jawaban dengan pernyataannya tadi malam.
Sofia mengerti dengan sahabatnya yang sudah penasaran itu, dan mulai menceritakan kisahnya mulai dari persahabatan nya sejak dulu sampai saat ini mereka bisa berpacaran. Bahkan Sofia juga menceritakan bahwa Vernon adalah adik dari Joshua, orang yang Angel sukai.
Mendengar itu Angel sangat terkejut dan sangat bahagia "Yaampun ternyata dosen killer itu nanti akan menjadi adik ipar gue? dan lo juga bakal jadi adik ipar gue" tunjuk Angel pada Sofia.
"Dih jangan geer dulu, belum tentu kak Joshua suka sama lo" ujar Sofia.
"Siapa yang menjadi adik ipar?" sahut Rey yang baru saja datang.
"Hah? nggak kok. Kita cuma lagi bahas film tentang adik ipar nya jadi pelakor, iya kan Angel?" Sofia memberi kode pada Angel agar ia menyetujuinya.
"Eh iya, kita lagi bahas pelakor di drama korea gitu"
Rey pun mengiyakan dan segera duduk di samping Sofia. Ingin rasanya Sofia pindah karena hari ini adalah mata kuliah kekasihnya. Saat ingin pindah, tiba-tiba Vernon masuk ke kelas membuat seisi ruangan menjadi hening dan membuat Sofia gagal pindah. Tamat riwayat gue hari ini. Batin Sofia sambil menghela napas pasrah. Ia sudah menduga bahwa Vernon sedang menatapnya dengan tajam sekarang, apalagi tiba-tiba saja Rey mendekat dan memegang wajah Sofia lalu menghapus tinta pulpen yang tercoret di pipi Sofia.
Terlihat Vernon di depannya merasa geram dan memukul meja dengan sangat kuat.
__ADS_1
"Kalian berdua yang sedang bermesraan, keluar sekarang juga dari kelas saya!"