Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
S2. Ngidam (2)


__ADS_3

Ini serius Sofia yang aku kenal? kok jadi menjengkelkan kayak gini ya. Apa ini bawaan hamil? sumpah aku pengen larat tentang keinginan aku yang pengen disuruh-suruh karena ngidam, ternyata ini sangat menyusahkan.


Lagi-lagi Vernon membatin tanpa bisa mengungkapkannya.


Pagi harinya, Vernon dan Sofia mendapat kabar bahwa Angel akan segera melahirkan. Mereka berdua segera bergegas ke rumah sakit setelah mendengar kabar tersebut.


"Mas kita singgah ke toko pakaian bayi sebentar ya" kata Sofia, di dalam mobil.


"Iya sayang".


Vernon yang sedang berkendara kemudian segera menepi saat menemukan toko pakaian bayi.


"Oh iya mas, ade bayinya laki-laki atau perempuan?".


"Waduh mas juga lupa tanyain. Beli aja yang warnanya netral" ucap Vernon.


"Oke kalau begitu" Sofia segera memilih pakaian bayinya, kemudian membayarnya di kasir.


Mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah sakit.


"Mas nanti kira-kira anak kita perempuan atau laki-laki ya? aku udah nggak sabar pengen tau".


"Iya, mas juga udah nggak sabar. Nanti ya, kita tunggu 1 atau 2 bulan lagi".


"Siap mas".


Sesampainya di rumah sakit, mereka melihat sudah ada bunda Anya, ayah Bram serta orang tua dari Angel.


"Bagaimana keadaan Angel, bun?" tanya Sofia kepada bunda Anya.


"Angel masih di dalam ruangan bersalin, Joshua yang menemaninya di dalam" ujar bunda Anya.


"Kita tunggu dan terus berdoa, semoga bayi serta ibunya sehat dan selamat" ucap ayah Bram.


"Amin" kata Sofia dan Vernon bersamaan.


30 menit kemudian, terdengar suara tangisan bayi membuat mereka yang menunggu di luar ruangan bernapas lega. Selanjutnya, keluarlah dokter dari ruang bersalin disusul oleh Joshua dibelakangnya.


"Bagaimana Joshua? proses bersalin istri kamu berjalan lancar?" tanya bunda Anya.


"Iya bun alhamdulillah semuanya lancar".


"Syukurlah".


"Apa kita boleh masuk ke dalam?" tanya Sofia.


"Tentu saja, ayo semuanya silahkan masuk" ucap Joshua.


"Wah bayinya perempuan ya, namanya siapa Angel?" tanya Sofia bersemangat.


"Namanya Latania Bramaputra" ucap Angel.


"Hai Tania, kamu cantik banget sih" gemas Sofia.


"Kamu udah adzanin Tania, Joshua?" tanya ayah Bram.


"Iya sudah yah" jawab Joshua.


"Gue boleh peluk dia nggak?" Sofia ingin sekali memeluk bayi Tania.


"Boleh kok, ini pelan-pelan ya" ucap Angel, memberikan Tania di gendongan Sofia.


"Mas aku udah cocok belum?" tanya Sofia yang tengah menggendong bayi Tania.

__ADS_1


"Cocok banget sayang. Nanti kita juga bakal punya bayi selucu ini" ucap Vernon.


Sofia tersenyum sambil terus memandangi wajah bayi Tania yang kemerahan karena baru saja lahir.


"Udah nggak sabar nih mau lahiran juga?" goda Angel pada Sofia.


"Iya Angel, gue udah nggak sabar banget. Kira-kira anak gue nanti bakal ikut wajah papanya atau gue ya?".


"Hmm..nggak tau sih, tapi mau ikut lo atau Vernon juga tetap ganteng atau cantik kok".


"Ah lo bisa aja deh kakak ipar" ucap Sofia sambil tertawa.


"Sofia, bunda mau coba peluk dong cucu bunda" ujar bunda Anya.


"Oh iya ini bun, aku jadi keenakan gendongnya tadi".


"Kamu nanti nyusul sayang, masih ada 7 bulan lagi" ucap Vernon.


"Iya mas".


Sepulangnya dari rumah sakit, Vernon lagi-lagi mendapat permintaan-permintaan aneh dari Sofia yang sedang mengidam.


"Mas aku pengen mangga yang asem banget yang diambil langsung dari pohonnya".


"Dimana mas bisa ngambil mangga? mas nggak punya perkebunan mangga sayang"


"Mas, kan banyak yang punya pohon mangga, mintain kek gitu".


"Masa seorang Vernon pemilik perusahaan terbesar di Jakarta manjat mangga milik orang nggak dikenal".


"Yang lain aja ya sayang, mas mohon" lanjut Vernon memohon.


"Ya sudah kalau mas nggak mau, biarin aja anak kita ileran nanti" ancam Sofia.


"Kok gitu sih bicaranya"


"Iya deh mas bakalan minta ke orang lain" ucap Vernon pasrah.


Di perjalanan menuju pulang ke rumah, Sofia terlihat melihat ke arah perumahan warga, kalau-kalau ada pohon mangga disana.


Tidak lama kemudian, ia melihat ada satu rumah yang mempunyai pohon mangga yang sangat besar di halaman rumahnya.


"Mas berhenti, itu ada pohon mangga" tunjuk Sofia sangat bersemangat.


"Dimana?".


"Itu di rumah itu, ayo mas kita kesana sekarang".


"Kamu yakin yang?" ucap Vernon ragu.


"Yakin lah mas. Ayo".


Vernon akhirnya mengikuti langkah istrinya ke rumah pemilik pohon mangga.


"Hati-hati sayang, jangan lari".


"Iya mas".


Tok tok tok


"Assalamualaikum" ucap Sofia.


Setelah memanggil beberapa kali, akhirnya pintu rumah pun terbuka, keluar lah seorang bapak-bapak yang sudah berumur dari dalam rumah.

__ADS_1


"Waalaikumsalam. Mohon maaf bapak dan ibu siapa ya? dan ada keperluan apa?".


"Begini pak, kami kesini mau minta mangga apakah boleh? karena saat ini istri saya sedang hamil".


"Oh iya tentu saja boleh. Tunggu saya ambilkan ya".


"Jangan pak, nanti suami saya aja yang manjat saya pengen dia yang ngambil sendiri pak" ujar Sofia.


"Oh jadi anaknya mau bapaknya yang manjat ya? Baiklah, silahkan" ucap bapak pemilik pohon mangga, mempersilahkan.


"Sayang, kamu yakin nih mas yang manjat?".


"Iya mas, berapa kali aku harus bilang sih".


Vernon menghela napas cukup lama, kemudian membuangnya dengan kasar.


"Kalau nggak ikhlas nggak usah" sahut Sofia lagi.


"Ikhlas kok. Mas lagi ngumpulin kekuatan nih biar nggak cape manjatnya" ujar Vernon beralasan.


Vernon akhirnya mulai memanjat pohon mangga yang cukup besar dan rimbun itu.


"Sayang yang ini aja ya? di atas sana udah banyak semutnya" teriak Vernon dari atas pohon.


"Tapi aku maunya yang di atas sana mas, kelihatan lebih besar daripada yang itu kecil banget".


"Tapi semutnya banyak".


"Semut lebih penting dari anak kamu?" teriak Sofia tidak mau kalah.


Ya ampun punya istri ngidam gini amat ya rasanya. Tersiksa. Gumam Vernon.


"Apa kamu bilang mas? suara kamu kecil banget" ucap Sofia.


"Nggak kok, mas nggak bilang apa-apa".


"Tunggu mas bakal naik dulu" lanjut Vernon.


Akhirnya Vernon melanjutkan memanjat pohon mangga dan mengambil mangga paling atas yang diinginkan Sofia, tentu saja dengan semut-semut yang menggerayangi tubuh Vernon.


"Ini mangganya. Kamu liha nih badan mas pada bentol semua".


"Makasih mas. Nanti aku bakal obatin kok, kamu tenang aja".


"Beneran ya? jangan php lagi" ucap Vernon.


"Iya sayang kalau aku nggak ngantuk hehe".


Vernon hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya yang aneh saat mengidam.


"Terima kasih ya pak, ini ada sedikit uang untuk mengganti kerugian mangga bapak" ucap Vernon sambil menyodorkan amplop kepada bapak itu.


"Tidak usah nak, saya ikhlas kok. Lagian istrinya kan lagi hamil, saya tahu bagaimana susahnya urusin istri yang lagi ngidam".


"Nggak pak, saya juga ikhlas. Hitung-hitung ini ucapan terima kasih saya, tolong diterima ya".


"Baiklah, terima kasih ya nak".


"Iya sama-sama pak, kami pamit dulu" ucap Vernon.


"Terima kasih pak, assalamualaikum" kata Sofia.


"Waalaikumsalam".

__ADS_1


Setelah kepergian Vernon dan Sofia, bapak pemilik pohon mangga itu langsung membuka amplop yang diberikan Vernon kepadanya. Saat melihat isi di dalamnya, membuat bapak itu terkejut.


Mereka itu orang kaya ya, masa cuma karena mangga sampai dikasih uang 3 juta. Tapi syukur alhamdulillah uang ini untuk lunasin hutang.


__ADS_2