
"Mas mau kita periksakan ke dokter untuk memastikan apa penyebab kita belum memiliki anak sampai saat ini. Kamu mau kan?" lanjut Vernon.
"Iya mas aku mau" ucap Sofia.
"Terima kasih sayang" kata Vernon mencium lembut bibir istrinya.
Keesokan harinya, Vernon dan Sofia menuju ke ruang makan untuk sarapan. Mereka melihat Bianca tengah bersiap untuk pergi.
"Kamu mau ke mana Bianca?" tanya Sofia.
"Oh ini, aku sudah mau berangkat ke Swedia sekarang. Aku pamit ya, terima kasih banyak kalian berdua sudah mau menolongku" ujar Bianca sambil tersenyum.
"Siapa yang mengantarmu ke bandara? dan kamu nggak mau sarapan dulu bersama kami? tanya Vernon bertubi-tubi.
Sofia melirik sekilas ke arah Vernon. Entah kenapa ia merasa cemburu saat Vernon menanyakan pertanyaan itu kepada Bianca, tetapi ia hanya bisa diam karena tidak ingin membuat pertengkaran di pagi hari.
Bianca yang melihat raut wajah Sofia tidak begitu baik langsung mengerti.
"Aku naik taksi ke bandara dan aku tidak perlu sarapan Vernon, aku buru-buru soalnya. Terima kasih ya, aku pamit dulu Sofia, Vernon".
"Iya hati-hati" ucap Vernon.
"Ayo kita sarapan sayang" lanjut Vernon kepada Sofia yang sedari tadi hanya diam.
Mereka memulai sarapan mereka dengan hening, karena seperti itulah tradisi di keluarga Vernon. Setelah sarapan, Vernon bersiap untuk berangkat ke kantor.
"Sayang, mas pergi dulu ya".
"Iya mas. Oh iya, aku minta izin pergi ke rumah Angel boleh kan? sudah lama aku tidak bertemu dengannya setelah dia menikah".
"Iya boleh sayang. Nanti perginya di antar supir ya, jangan pergi sendiri".
"Iya mas".
"Assalamualaikum sayang" ucap Vernon sambil mencium seluruh wajah Sofia, dari mulai kening, turun ke mata, lalu ke hidung, pipi, dan terakhir bibir.
"Waalaikumsalam mas" Sofia tersipu malu melihat Vernon yang menciumnya.
Setelah mengantar Vernon ke depan rumah, Sofia memutuskan untuk segera bersiap pergi ke rumah Angel.
Sesampainya di rumah Angel, dari arah luar rumah, ia bisa mendengar Angel sedang tertawa dengan seorang pria yang suaranya tidak asing lagi.
Saat Sofia masuk ke dalam rumah, ia mendapati Angel sedang bersama Rey di ruang tamu, sedang asyik bercengkerama.
"Hai Sofia, akhirnya lo datang juga. Kami udah nungguin dari tadi loh" ujar Angel.
"Maaf ya, tadi jalanan macet".
"Bagaimana kabarmu Sofia?" tanya Rey tiba-tiba.
__ADS_1
"Oh baik kok. Bagaimana denganmu? tanya balik Sofia mencoba berbasa-basi.
"Baik kok. Sebenarnya aku ke sini ingin memberitahukan sesuatu kepada kalian berdua".
"Apa itu?" tanya Sofia dan Angel bersamaan.
"Aku akan menikah minggu depan" ungkap Rey.
"Wah kau muncul-muncul langsung memberitahukan pernikahanmu? tentu saja kami sangat senang, iya kan Sofia?".
"Iya benar. Jadi siapa calon istri yang bisa memenangkan hati seorang Rey ini?.
"Aku akan mengenalkannya nanti kepada kalian. Jadi kalian mau datang kan ke acara pernikahanku?".
"Tentu saja kami pasti datang. Ibumu pasti sangat senang kan Rey? karena selama ini ibumu mengharapkan kamu untuk segera menikah secepatnya" ujar Sofia.
Seketika raut wajah Rey menjadi sedih saat membahas ibunya.
"Loh wajah kamu kenapa Rey? aku salah bicara ya?" tanya Sofia, yang belum mengetahui musibah apa yang menimpa keluarga Rey.
"Orang tuanya bercerai" ucap Angel sangat pelan, takut menyinggung Rey.
"Iya orang tuaku sudah bercerai. Ibuku selingkuh".
"Apa? kenapa bisa? padahal ibumu kelihatan sangat sayang kepada ayahmu" Sofia menutup mulutnya, ia merutuki dirinya di dalam hati karena berkata seperti itu.
"Tidak masalah. Memang seperti itu kok. Aku juga berpikir sama sepertimu, tapi ternyata aku salah, ibuku berselingkuh sudah sejak lama dan ayahku tahu itu. Sampai akhirnya ibuku lah yang memilih pria itu dan meninggalkan kami berdua" ungkap Rey.
"Jadi seperti itu. Aku turut bersedih dengan apa yang kamu alami, maaf aku baru tahu".
"Tidak masalah Sofia. Sudah lupakan hal yang sedih itu, sekarang kita bersenang-senang sebelum aku menikah. Jadi kalian mau apa? aku traktir semuanya untuk kalian".
"Cuss ke mall sekarang. Horang kaya Rey ingin mentraktir kita" ujar Angel bersemangat.
"Jangan terlalu semangat Angel, ingat lagi hamil" kata Sofia mengingatkan.
"Hehe iya ya".
Ketiga sahabat itu akhirnya pergi ke mall dan berbelanja sepuasnya. Karena keasyikan berbelanja, mereka sampai lupa hari sudah mulai gelap.
Sepulang dari berbelanja, Sofia segera menceritakan semuanya kepada Vernon karena ia tidak mau Vernon salah paham padanya.
"Jadi Rey mau menikah minggu depan?" tanya Vernon, membelai lembut kepala istrinya.
"Iya mas. Dia mau kita hadir nanti".
"Tentu saja kita akan pergi" ucap Vernon.
"Terima kasih mas" Sofia memeluk tubuh suaminya itu.
__ADS_1
Vernon menyambut pelukan istrinya, lalu tangannya membelai lembut kepala istrinya, kemudian perlahan turun menuju bokong Sofia dan meremasnya pelan.
Sofia mendesah, membuat Vernon menjadi terangsang. Segera Vernon membalikkan tubuh Sofia berada di bawah dan tubuhnya berada di atas.
Diciumnya bibir Sofia dari awalnya lembut berubah menjadi ganas. Karena sudah tidak tahan lagi, Vernon segera melepas pakaiannya dan juga pakaian Sofia. Namun saat akan membuka pakaian Sofia, tiba-tiba hp Sofia berdering, membuat aktivitas keduanya menjadi terhenti.
"Mas, tolong lihat siapa yang menelepon".
"Nanti saja, sudah kepalang tanggung sayang" kata Vernon dengan nada berat.
"Tolong mas, takutnya mama yang menelepon".
"Baiklah, tunggu mas lihat" Vernon mendengus kesal karena aktivitasnya terhenti, padahal ia sudah sangat menginginkannya sekarang.
"Siapa yang menelepon mas?".
"Mama" ucap Vernon sambil memberikan hp kepada Sofia.
"Maaf ya mas, nanti kita lanjut lagi".
"Iya sayang, angkat saja dulu".
Sofia duduk bersandar, kemudian mengangkat telepon mamanya dan meloudspeaker suaranya agar bisa di dengar oleh Vernon.
*Assalamualaikum ma.
Waalaikumsalam sayang. Ucap mama Sonya di seberang.
Maaf ya mama mengganggu malam-malam.
Tidak kok ma, nggak apa-apa. Ada apa ma?.
Mama mau kasih tahu kalau 5 hari lagi mama mau ke Jakarta karena ada perjalanan dinas. Mama boleh menginap di rumah kalian*?.
Sofia melirik ke arah Vernon meminta persetujuan. Vernon mengangguk tanda setuju.
*Iya mama boleh banget. Kami tunggu ya kedatangan mama.
Terima kasih sayang. Baiklah lanjutkan aktivitas kalian yang tertunda, maaf mama sudah mengganggu ya. Assalamualaikum*.
Waalaikumsalam mama.
Sofia mematikan sambungan teleponnya dan menaruh hp nya kembali ke atas meja.
"Ayo kita lanjutkan yang tertunda tadi, seperti kata mama" ujar Vernon.
"Mas nggak sabaran banget deh. Ya sudah kemarilah" panggil Sofia dengan nada menggoda.
Tanpa basa basi, Vernon segera menerkam istrinya itu di tempat tidur dan terjadilah penyatuan dalam diri mereka.
__ADS_1