Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
S2. Malam Pertama


__ADS_3

Warning 21+


.


.


.


"Awas kamu ya, aku nggak bakal buat kamu tidur sampai pagi" kata Vernon tertawa jahat.


Sofia menelan ludah mendengar perkataan Vernon. Kali ini wajahnya benar-benar merah merona tanpa bisa disembunyikan lagi.


Sofia dan Vernon terus menyalami para tamu undangan tanpa henti, hingga akhirnya tiba lah mereka di penghujung acara, membuat Sofia dan Vernon bisa bernapas lega.


Malam ini mereka memutuskan untuk menginap di rumah mama Sonya, karena memang acara akad dan pernikahan mereka diadakan di Bandung. Ayah Bram dan bunda Anya memilih langsung pulang ke Jakarta karena harus bekerja, begitu pun dengan Angel dan Joshua.


"Sofia, kamu dan suami kamu mau tidur dimana? kamar tamu atau kamar kamu? tanya mama Sonya kepada Sofia sesampainya mereka di rumah.


"Di kamar Sofia aja ma" sahut Vernon.


"Kan aku yang ditanya mas".


"Maaf hehe".


"Ya sudah kalian langsung ke atas saja, mama mau ke kamar dulu ya" pamit mama Sonya.


Sofia dan Vernon mengangguk, mereka berdua juga segera menuju ke lantai atas.


Sesampainya di dalam kamar, Sofia langsung menjatuhkan badannya ke atas kasur.


"Mandi dulu sayang, memangnya badan kamu nggak lengket?" tanya Vernon.


"Kamu duluan aja mas, aku istirahat sebentar, capek banget soalnya" jawab Sofia sambil memejamkan matanya.


"Baiklah kalau begitu".


Vernon menuju ke kamar mandi dan segera membasuh badannya yang terasa lengket. Sedangkan Sofia masih asyik berbaring di kasurnya karena kelelahan menyapa tamu undangan.


Beberapa saat kemudian terdengar pintu kamar mandi terbuka. Sofia membuka matanya dan menoleh ke arah pintu, ia disuguhkan pemandangan yang luar biasa dimana ia bisa melihat badan six pack Vernon untuk pertama kalinya, dengan rambut basah yang menambah aura keseksian di dalam diri Vernon.


Sofia terlihat tidak mengalihkan pandangannya sedikit pun, ia seakan terhipnotis dengan pemandangan di depannya itu.


"Kenapa diliatin terus? udah nggak sabar ya?" tanya Vernon sambil tersenyum jahil.


Sofia bangkit dari kasur dan mulai mendekat ke arah Vernon. Ia menyentuh roti sobek milik Vernon, membuat pemiliknya merasa bingung.


"Mas sejak kapan punya tubuh kayak begini?"


"Sejak kuliah. Kamu suka?"


Sofia tanpa sadar mengangguk dan segera menyadarkan kembali pikirannya.


"Eh maksud aku, yah bagus lah. Jarang loh ada cowok yang bisa six pack kayak gini".


"Jujur aja, pasti kamu terpesona kan punya suami yang tubuhnya atletis kayak gini? buktinya tadi kamu pegang-pegang" goda Vernon.

__ADS_1


"Nggak mas, udah aku mau mandi dulu udah lengket banget badan aku" kata Sofia sambil berlalu ke kamar mandi.


"Mau mas mandiin nggak?"


"Nggak" sahut Sofia dari dalam kamar mandi.


Vernon terkekeh, ia senang menggoda istrinya itu.


"Jangan lama-lama ya, mas tungguin loh".


Di dalam kamar mandi Sofia tidak menjawab perkataan suaminya itu, ia terlalu gugup saat ini untuk menjawab.


Aku harus apa nih, oh iya mandi, mandi dulu deh. Gumam Sofia.


Akhirnya Sofia melakukan ritual mandinya, setelah mandi, ia terlihat memikirkan sesuatu cukup lama. Saat sedang berpikir, terdengar suara pintu kamar mandinya yang diketuk.


"Sayang kamu nggak apa-apa? kenapa lama banget?" Vernon khawatir, karena Sofia sudah 1 jam berada di kamar mandi.


"Iya nggak apa-apa kok mas, sebentar lagi aku keluar kok" kata Sofia.


Setelah mengecek keadaan istrinya, Vernon kembali ke kasur dan mulai memainkan hp nya sambil menunggu istrinya keluar dari kamar mandi.


5 menit kemudian terdengar suara kamar mandi terbuka, Sofia terlihat keluar dari kamar mandi masih menggunakan jubah mandinya. Ia mengambil sesuatu dari koper dan meja riasnya kemudian kembali berlari ke arah kamar mandi. Vernon yang sedari tadi memperhatikan apa yang dilakukan istrinya juga merasa bingung.


Setelah 10 menit, terdengar pintu kamar mandi kembali terbuka. Saat pintunya dibuka, aroma parfum yang sangat semerbak langsung tercium ke seluruh kamar itu.


"Uhuk..uhuk..kamu mandi parfum sayang? kenapa menyengat banget sih" tanya Vernon yang terbatuk-batuk karena parfum yang dipakai Sofia.


"Emangnya menyengat banget ya? perasaan tadi cuma 1 botol deh".


"Itu..soalnya aku baca di internet, kalau mau ngelakuin hubungan harus pakai parfum, biar badan tetap wangi" jawab Sofia dengan polosnya.


Hening sesaat.


Tiba-tiba Vernon tertawa ngakak mendengar kata-kata Sofia yang polos.


"Kamu kok ketawa sih?".


"Ya ampun istriku yang cantik, habisnya kamu lucu banget. Jadi kamu lama banget di kamar mandi tadi karena sibuk searching di internet untuk malam pertama kita?".


"Iya".


"Tenang saja sayang, nanti mas mu ini yang akan mengajarimu" kata Vernon dengan bangganya.


"Eh tapi ngomong-ngomong kenapa kamu masih pakai jubah mandi? di internet juga bilangnya gitu ya?" Vernon baru menyadari bahwa dari tadi istrinya belum juga berganti pakaian.


"Ihh nggak. Kalau ini, Angel yang bilang" kata Sofia pelan.


"Kamu nggak pakai baju sama sekali dibalik jubah mandi itu?"


"Ada kok".


"Kalau ada ya buka aja sayang. Kenapa harus ditutup kayak gitu?"


"Aku malu mas"

__ADS_1


"Kenapa malu? udah buka aja. Masa mau tidur pakai jubah mandi".


Vernon membantu Sofia untuk membuka jubah mandinya. Setelah jubah mandi itu terbuka, Vernon langsung tertegun. Ia bahkan berkali-kali menelan ludah karena terpesona melihat lekuk tubuh istrinya dibalik baju tidur yang sangat minim dan tipis itu.


"Kenapa kamu diam mas? bajunya jelek ya?".


"Hah? bagus kok" kata Vernon tersadar dari lamunannya.


"Siapa yang kasih tau kamu pakai baju kayak gini?" lanjut Vernon kembali bertanya.


"Angel" jawab Sofia.


Vernon ingin berterima kasih kepada Angel, karena sudah memberikan ide cemerlang ini kepada istrinya.


"Jadi, kamu sudah siap?"


"Iya. Tapi pelan-pelan ya mas".


Vernon mengangguk dan segera meraih tubuh Sofia kemudian membaringkannya ke atas kasur. Vernon menidih tubuh Sofia, kemudian mulai mencium bibir ranum istrinya itu. Awalnya hanya ciuman biasa, lalu berubah menjadi ganas. Saat Sofia mulai kehabisan napas, Vernon melepas ciumannya.


Vernon mulai mencium kening, lalu turun ke mata, hidung, dan kembali ke bibir Sofia. Ia merasa sangat candu dengan bibir istrinya. Setelah cukup lama saling berpagutan, Vernon turun ke arah leher jenjang Sofia dan mulai memberi tanda kepemilikan disana, yang membuat Sofia mendesah. Karena desahan Sofia, Vernon sudah tidak dapat menahan lagi hasratnya. Ia segera membuka baju dan celananya hingga tubuh polosnya terekspos. Sofia yang melihat tubuh polos Vernon, segera memalingkan wajahnya karena malu.


Vernon meraih wajah Sofia agar menatapnya, ia kembali mencium bibir Sofia hingga bibir pink itu berubah menjadi kemerahan.


"Aku boleh melakukannya sekarang?" bisik Vernon dengan nada berat.


Sofia mengangguk.


Setelah mendapat persetujuan, Vernon segera membuka seluruh pakaian Sofia. Vernon kembali tertegun melihat tubuh polos istrinya itu.


Sesaat kemudian, Vernon perlahan mulai menghujamkan miliknya ke dalam milik Sofia, membuat Sofia terkejut dan air matanya mulai mengalir karena kesakitan.


Vernon segera mencium air mata Sofia, ia tidak tega melihat istrinya menangis karena kesakitan.


"Apa kita sudahi saja dulu? kamu kelihatan kesakitan sayang" tanya Vernon.


"Tidak apa-apa, lanjutkan saja mas" jawab Sofia.


Vernon mulai menggerakkan miliknya perlahan, membuat Sofia kembali mendesah. Kemudian Vernon menggerakkannya semakin cepat hingga membuat Sofia meracau karena nikmat yang dirasakannya.


"Aku..mau keluar..mas".


"Tung..gu kita..keluar sama-sama".


"Aku..nggak tahan lagi.


"Aaakkhhhh" kata Sofia dan Vernon bersamaan.


Vernon ambruk di atas tubuh Sofia. Mereka berdua terlihat sangat lelah karena pertempuran itu.


"Aku ngantuk mas".


"Ayo kita tidur".


Sebenarnya Vernon masih ingin lagi, tapi melihat istrinya yang sudah mengantuk, ia menjadi tidak tega dan memutuskan untuk tidur. Vernon mengambil selimut dan mulai menutupi badannya dan juga badan Sofia, kemudian segera tidur dengan memeluk tubuh istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2