
"Jujur, aku setuju kalau mama nanti balikan terus nikah sama om Rudi, pokonya aku dukung mama 100 persen".
"Iya terserah kamu lah, mama minta doanya saja".
"Siap ma, Sofia pasti selalu dukung mama" kata Sofia penuh semangat.
Malam ini mama Sonya membuat hidangan khusus untuk Vernon dan Sofia. Saat tengah memasak, bel rumah berbunyi.
Vernon yang mendengar suara bel langsung membuka pintu. Dilihatnya om Rudi sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum.
"Loh pak Rudi. Silahkan masuk" ujar Vernon yang memang mengenal om Rudi karena merupakan investor di perusahaannya.
"Ada apa bapak datang malam-malam begini? apa ingin membahas masalah pekerjaan? lanjut Vernon bertanya, ia memang belum mengetahui pertemuan antara Sofia, mama Sonya dan om Rudi.
"Oh bukan. Saya kesini ingin bertemu Sonya".
"Sonya? maksud bapak, mama Sonya?" tanya Vernon memastikan.
"Iya betul. Oh iya jangan panggil bapak, panggil saja saya om" jawab om Rudi.
"Baik pak, eh om. Saya akan panggilkan mama Sonya dulu"
Vernon bangkit dari kursinya dan memanggil mama Sonya yang sedang asyik memasak di dapur di bantu oleh Sofia.
"Ma, ada om Rudi cariin mama".
"Apa? dimana?" tanya mama Sonya terkejut.
"Di ruang tamu" ucap Vernon.
"Ya ampun, gimana ini?" tunjuk mama Sonya pada masakan yang dimasaknya.
"Nanti biar aku yang lanjutin ma, mama temui om Rudi dulu. Sekalian ajak aja makan malam disini, boleh kan mas?".
"Iya boleh".
"Ya sudah kalau begitu, mama temui om Rudi dulu ya, maaf mama nggak bisa nerusin masak".
"Iya nggak apa" kata Sofia.
Setelah mama Sonya pergi menemui om Rudi, Vernon mendekat ke arah istrinya karena penasaran.
"Ada hubungan apa sih mama sama om Rudi?".
"Mereka mantan pacar waktu SMA dulu".
"Wah cinta lama bersemi kembali nih kayaknya" kata Vernon sambil tertawa.
"Iya mas, tapi aku setuju kok mama sama om Rudi. Om Rudi juga baik orangnya".
"Ngomong-ngomong mas kenal om Rudi darimana?".
"Om Rudi itu salah satu investor di perusahaan kami".
"Ohh gitu. Ya sudah mas aku mau lanjutin masak dulu, mas temenin om Rudi sama mama di ruang tamu aja".
"Nggak mau, nanti mas jadi obat nyamuk lagi. Mas disini aja nemenin kamu masak" ucap Vernon, memeluk Sofia yang sedang memasak dari belakang.
"Nemenin sih nemenin tapi nggak peluk juga dong mas. Aku susah masaknya nih".
__ADS_1
"Tapi mas pengen meluk kamu kayak gini" kata Vernon semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas lepasin dong. Nanti kalau mama Sonya sama om Rudi lihat kan jadi nggak enak".
"Iya deh mas lepasin" kata Vernon mulai melepaskan pelukannya.
Vernon memilih duduk di meja makan sambil menatap punggung istirnya yang sedang memasak.
"Kamu seksi deh yang, kalau lagi masak" ucap Vernon memangku dagu dengan tangannya.
"Kamu gombal terus deh mas".
"Aku serius loh".
"Iya terserah kamu aja" ucap Sofia pasrah.
"Kalau nanti restoran kamu udah jadi, kamu nggak boleh jadi kokinya ya, aku nggak mau orang lain melihat keseksian kamu saat memasak".
"Mas kamu mah berlebihan" kata Sofia sambil tertawa.
"Nggak apa-apa berlebihan, kan sama istri sendiri. Kalau istri orang baru salah".
"Iya deh. Kamu panggil aja mama sama om Rudi, masakannya udah jadi nih".
"Oke sayang".
Vernon memanggil mama Sonya dan om Rudi yang sedang asyik mengobrol, untuk makan bersama.
Setelah makan malam bersama, om Rudi pun pamit karena sedang ada urusan lainnya.
"Mama juga diundang di pernikahan Rey?" tanya Sofia, selepas kepulangan om Rudi.
"Kalau begitu mama harus datang dong".
"Iya sayang".
"Dipercepat hubungannya ya ma" kata Sofia sambil mengedipkan mata.
"Kamu buat mama malu aja deh" ucap mama Sonya, yang wajahnya sudah memerah.
.
.
.
Tiba lah hari pernikahan Rey. Sofia dan Vernon terlihat hadir di acara yang megah itu. Sofia tampak sedang mengobrol dengan Angel, mama Sonya dan juga bunda Anya. Sedangkan Vernon sedang bersama kakaknya Joshua serta ayah Bram dan beberapa klien perusahaan.
Sofia melihat Bianca turut hadir di acara itu. Ia segera menghampiri Bianca dan mencoba menyapanya.
"Hai Bianca".
"Oh hai Sofia" ucap Bianca sambil tersenyum.
"Kamu kapan balik ke Indonesia? aku pikir kamu lagi di luar negeri".
"Aku barusan balik kemarin kok, karena istri Rey itu adalah sepupuku jadi aku juga hadir disini" ujar Bianca.
"Ohh begitu".
__ADS_1
Tiba-tiba Sofia kembali teringat tentang rencananya yang ingin menikahkan Vernon dengan wanita lain agar bisa segera memiliki anak. Ia menatap Bianca, dan merasa kalau mungkin saja Bianca adalah orang yang tepat.
"Kamu nggak mau ketemu Vernon? dia ada disana. Tunggu aku panggil ya" kata Sofia.
"Mas, kesini sebentar" panggil Sofia dengan mengisyaratkan tangannya.
"Ada apa sayang?" tanya Vernon.
"Ini Bianca datang kesini. Katanya istri Rey itu sepupunya" kata Sofia menjelaskan.
"Ohh gitu" Vernon tidak tahu mengapa istrinya ingin membahas itu, bahkan ia tidak peduli sama sekali.
"Oh ya, kalian ngobrol aja dulu. Aku permisi ke toilet sebentar. Jangan kemana-mana ya, mas kamu temenin Bianca ngobrol dulu".
Vernon merasa bingung, tapi ia mengiyakan permintaan Sofia tanpa menaruh curiga apapun.
Sofia sengaja pamit ke toilet agar Vernon dan Bianca bisa mengobrol, tapi ternyata usahanya sia-sia, mereka tidak berbicara apapun bahkan sampai Sofia kembali datang ke tempat itu.
"Maaf ya aku agak lama di toilet".
"Oh iya nggak apa-apa kok" kata Bianca.
"Ayo kita pergi sayang, sepertinya mama udah nunggu tuh dari tadi. Kami pamit duluan ya Bianca" ujar Vernon.
"Iya, sampai jumpa Sofia, Vernon".
Mereka akhirnya menghabiskan kembali waktu bersama dengan keluarga mereka dan juga keluarga Rey.
Setelah acara selesai, Sofia dan Vernon memutuskan untuk pulang, sedangkan mama Sonya diantar pulang oleh om Rudi.
"Mas, besok kita makan malam bareng ya di restoran" kata Sofia saat Vernon keluar dari kamar mandi sehabis membersihkan diri.
"Tumben, biasanya lebih suka makan di rumah".
"Kan sekali-kali mas".
"Iya sayang aku mau. Jam berapa?".
"Pulang kantor besok, mas langsung ke restoran aja. Nanti aku kesana diantar supir".
"Kok nggak mas yang jemput aja?" tanya Vernon heran.
"Kan biasanya macet mas, jadi mending mas duluan kesana aja biar nggak lama nanti".
"Ohh gitu. Ya udah kalau begitu. Yuk tidur, mas udah ngantuk banget ini" kata Vernon sambil memeluk Sofia dari samping.
"Kamu wangi banget sayang, mas pengen peluk kamu sambil tidur".
"Iya peluk aja nggak apa-apa. Sini" panggil Sofia sambil merentangkan tangannya.
Keduanya pun tertidur sambil berpelukan.
...****************...
Author hadir kembali π
Untuk seluruh pembaca cerita ini, ditunggu kelanjutan cerita selanjutnya ya.
Author harap jangan terburu-buru mengambil keputusan, karena ceritanya masih panjang dan akan semakin seru π Jadi ikuti terus cerita Dosenku Sahabatku. Terima kasih
__ADS_1