Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
S2. Honeymoon


__ADS_3

"Memang dasar adik kurang ajar. Ketawa di atas penderitaan kakaknya sendiri" kesal Joshua.


"Yang sabar ya kak" ucap Sofia ikut tertawa.


.


.


.


Hari ini Joshua berencana untuk memberi kejutan lainnya kepada Angel, dibantu oleh Vernon dan Sofia.


"Kamu yakin ini pasti berhasil kan Sofia?" tanya Joshua memastikan.


"Yakin kak, tenang aja" jawab Sofia dengan mantap.


"Baik, kalau begitu kita mulai sekarang" ucap Joshua lagi.


Sofia bertugas menghubungi Angel untuk datang ke restoran, tempat dimana mereka saat ini berada. Sedangkan Vernon bertugas mengurus keperluan dekorasi dan mencicipi masakan.


"Ingat ya kak, liburan honeymoon untuk kami berdua" kata Vernon mengingatkan.


"Sip. Kalau rencana ini berhasil, langsung aku kasih tiket honeymoon untuk kalian".


"Mas, kamu kan janji mau bukain restoran untuk aku. Nanti kalau honeymoon gimana caranya aku kerja?".


"Setelah honeymoon nanti baru aku bukain restoran buat kamu".


"Nggak bisa gitu dong. Perjanjiannya kan.."


"Eh kenapa kalian yang jadi berdebat? urusan rumah tangga nanti urus di rumah lah, heran sama nih suami istri" potong Joshua.


"Iya, iya maaf" kata Vernon dengan malas.


Tiba-tiba terdengar suara mobil sudah berada di depan restoran.


"Cepat-cepat semua ambil posisi" kata Sofia.


Sofia dan Vernon bersiap di dekat pintu memegang konfeti ulang tahun. Sedangkan Joshua telah siap di depan sebuah piano.


Saat pintu restoran terbuka, Joshua mulai memainkan alunan piano dan mulai menyanyikan lagu A Thousand Years.


Angel melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran. Saat ia melangkah masuk kertas-kertas konfeti ulang tahun bertebaran di udara.


Restoran yang sunyi ditambah Joshua menyanyikan lagu A Thousand Years, menambah suasana romantis di ruangan itu.


Angel terharu melihat Joshua untuk pertama kalinya bernyanyi di hadapannya.


"Kenapa kau melakukan ini semua?" tanyanya.


"Aku ingin meminta maaf padamu sayang. Aku tahu selama ini aku hanya melakukan hal yang monoton terus menerus saat kau marah, jadi kali ini aku ingin memberikan kamu kejutan yang lainnya" ujar Joshua dengan sungguh-sungguh.


"Terima kasih sayang" ucap Angel, menitikan air mata.


"Ehem.. jangan lupa tiket honeymoon harus jadi ya" celetuk Vernon.


"Sip" kata Joshua mengedipkan matanya.


Kejutan mereka pun berhasil. Akhirnya Angel dan Joshua kembali berbaikan.


Beberapa hari kemudian, Joshua menepati janjinya untuk memberikan tiket honeymoon kepada Sofia dan Vernon.


"Ini tiket yang udah aku janjiin" ucap Joshua, menyodorkan tiket kepada Vernon.

__ADS_1


"Kirain udah lupa" kata Vernon, bercanda.


"Ini honeymoon ke Korea?".


"Iya. Bukannya kau pernah bilang Sofia ingin sekali kesana?"


"Iya benar. Terima kasih kak".


"Iya sama-sama. Usahakan pulang nanti aku bisa mendapatkan ponakan".


"Siap. Itu pasti kak" kata Vernon.


Vernon sampai di rumah sudah larut malam, ia menuju ke kamarnya dan mendapati Sofia yang sudah tertidur. Ia menatap wajah istrinya yang sangat cantik bahkan ketika tertidur. Ia mencium kening Sofia lalu pergi menuju ke kamar mandi untuk melepaskan kepenatan sehabis bekerja.


Selesai berendam Vernon hendak keluar dari kamar mandi, namun ia terkejut karena melihat Sofia yang sudah berdiri di depan kamar mandi.


"Kamu kenapa berdiri di sini sayang? mas kan jadi kaget" ujar Vernon mencoba mengontrol keterkejutannya karena Sofia.


"Kenapa mas baru pulang jam segini? tanya Sofia menatap tajam ke arah Vernon.


"Mas bisa jelasin, tapi mas ganti baju dulu ya".


"Nggak mau. Jelasin sekarang juga".


"Kamu mau mas jelasin sambil telanjang dada begini? nanti kalau mas khilaf gimana?".


"Ya sudah ganti baju sana, jangan lama" kata Sofia berbalik pergi menuju kasur.


Vernon terkekeh melihat tingkah Sofia. Ia segera berganti pakaian, kemudian menuju ke kasur, tempat dimana Sofia sudah menunggunya.


"Jadi udah siap dengar penjelasan mas?".


Sofia mengangguk.


"Pergi kemana?" tanya Sofia penasaran.


"Ke Korea. Kita mau honeymoon di sana. Kak Joshua sudah belikan tiketnya".


"Serius mas? berarti aku bisa ketemu artis korea kan di sana?" tanya Sofia yang sangat bersemangat.


"Kamu nggak puas sama mas mu ini sampai kamu pengen banget mau ketemu artis korea?" Vernon merasa cemburu, karena Sofia lebih mementingkan bertemu idolanya daripada bersamanya.


"Aku puas mas. Tapi kan kapan lagi aku bisa ketemu mereka mas, ini kesempatannya".


"Nggak. Pokoknya kita kesana cuma untuk honeymoon mau buat anak. Nggak ada ketemu oppa oppa korea kamu itu" tegas Vernon.


"Ih mas jahat banget deh" Sofia memilih tidur membelakangi Vernon, ia tidak ingin melihat suaminya itu karena sedang marah.


"Sayang jangan marah dong. Besok kita mau berangkat ke Korea, masa kamu marah sama mas sih" ucap Vernon, berbaring memeluk Sofia dari belakang.


"Mas ngeselin sih. Cuma artis korea aja pake cemburu segala" kata Sofia masih membelakangi Vernon.


Vernon membalikkan tubuh Sofia, sehingga mereka saling berhadapan sekarang.


"Maafin mas ya. Mas udah cemburu kayak gitu. Mas cuma mau kita fokus untuk honeymoon kita, karena keluarga mas sudah sangat mengharapkan mempunyai cucu dari kita berdua, sayang".


"Aku paham mas. Maafin aku juga ya, udah egois".


"Iya sayang. Kita tidur sekarang, besok kita akan berangkat".


"Tapi aku belum packing mas".


"Tenang saja, semua pakaian akan disiapkan bibi. Ayo tidur" kata Vernon, memeluk istrinya begitu hangat.

__ADS_1


"Baik mas" ucap Sofia membalas pelukan Vernon.


Keesokan harinya, Sofia dan Vernon sudah tiba di bandara Korea setelah menempuh perjalanan yang cukup lama yaitu kurang lebih 7 jam.


"Wah akhirnya aku sampai juga di Korea, negara impian yang pengen banget aku kunjungi sejak kecil. Makasih ya mas" Sofia mencium kedua pipi Vernon secara bergantian.


"Iya sayangku. Ayo kita ke hotel sekarang" ajak Vernon sambil merangkul pinggang Sofia.


Sesampainya di hotel, mereka langsung melakukan penyatuan cinta sesuai tujuan mereka yaitu untuk mendapatkan anak.


Setelah melakukan 5 ronde nonstop, akhirnya Vernon dan Sofia terkapar di kasur mereka karena kelelahan.


"Mas kamu kelewatan banget sih, aku capek banget mas, suer deh" ujar Sofia masih ngos-ngosan.


"Maaf sayang. Aku pengen kita cepat dapat anak, jadinya kayak gitu hehe" ujar Vernon sambil cengengesan.


"Aku mau tidur, ini udah hampir pagi mas. Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, awas ya mas" Sofia memperingati Vernon.


"Kamu nggak mau makan dulu? kan dari tadi tenaganya udah terkuras" ujar Vernon.


"Yang bikin terkuras dan nggak ingat waktu siapa?" sindir Sofia.


"Pokoknya aku mau tidur. Jangan bangunin aku mas" lanjut Sofia yang sudah sangat kelelahan.


"Baik sayang".


Pagi hari, Sofia terbangun dari tidurnya. Perutnya sudah kelaparan karena sejak kemarin belum makan.


"Mas bangun mas, aku lapar" kata Sofia membangunkan Vernon.


"Eungg..ada apa sayang? tidur lagi yuk".


"Aku lapar mas. Dari kemarin kita belum makan loh" kata Sofia mengerucutkan bibirnya.


"Iya, iya mas bangun. Kita pesan online aja ya".


"Iya terserah mas saja".


Setelah menunggu beberapa menit, pesanan mereka pun tiba. Sofia yang sudah sangat kelaparan langsung melahap makanannya. Tapi tiba-tiba ia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh makanannya.


"Sayang kamu kenapa?" susul Vernon ke kamar mandi.


"Nggak tahu mas. Aku tiba-tiba mual pas makan".


"Jangan-jangan kamu hamil? cepat tes sayang" ujar Vernon bersemangat.


"Mas, nggak mungkin dong secepat itu langsung hamil".


"Bisa aja sayang. Coba kamu tes dulu, kalau memang benar kamu hamil, berarti kejantanan aku tidak diragukan lagi" kata Vernon dengan bangganya.


"Jangan terlalu berharap, nanti sakit loh kalau nggak jadi kenyataan" ucap Sofia.


"Iya sayang. Kamu tes dulu ya".


Sofia akhirnya pasrah dan segera mengetes test pack yang sudah dibelinya sebelum berangkat ke Korea.


Setelah menunggu 15 menit, akhirnya tes nya keluar. Sofia dengan perasaan gugup mulai mengecek hasilnya, dan ternyata hasil yang didapatkan adalah negatif. Sofia merasa sedikit kecewa dan segera memberitahukan hasilnya kepada Vernon.


"Ini hasilnya. Kan aku udah bilang, jangan terlalu berharap secepat itu mas".


Vernon melihat hasil test pack yang diberikan Sofia, terlihat guratan kekecewaan di wajah Vernon, namun tiba-tiba wajahnya berubah menjadi tersenyum.


"Nggak apa-apa sayang, kita bisa buat lagi 7 kali nonstop malam ini"

__ADS_1


"Ih mas, mesum" teriak Sofia, melemparkan bantal ke arah Vernon.


__ADS_2