Dosenku Sahabatku

Dosenku Sahabatku
EP20 Berhenti Mengganggu


__ADS_3

"Kurang ajar wanita itu. Aku minta tolong sama kalian untuk menjaga Sofia. Aku akan pergi untuk memberi perhitungan pada wanita itu"


Angel dan Rey mengangguk setuju. Vernon pun pergi ke tempat Bianca dikurung.


Sesampainya Vernon ditempat Bianca dikurung, tanpa basa basi Vernon langsung menampar kedua pipi Bianca secara bergantian.


"Kenapa kau menamparku Vernon?" teriak Bianca sambil menangis tersedu-sedu. Bianca sangat takut melihat perlakuan Vernon terhadapnya.


"Kenapa kau bilang? kau yang menampar Sofia lebih dulu" pekik Vernon.


"Aku hanya ingin kembali bersamamu Vernon, aku masih mencintaimu"


"Cinta kau bilang? kau sendiri yang selingkuh dariku. Aku sudah mencoba menerima dan mau berteman denganmu. Tapi apa yang kau lakukan sekarang hah?"


"Aku tidak segan-segan membunuh siapa pun yang menyakiti Sofia" lanjut Vernon sambil mencekik leher Bianca.


Bianca mencoba melepaskan cengkeraman Vernon di lehernya, tentu saja itu tidak berhasil. Bianca mulai merasa kehabisan napas, tiba-tiba Vernon melepaskan cengkeramannya dari leher Bianca. Membuat Bianca tersengal-sengal.


"Kenapa kau tidak jadi membunuhku? Kau takut masuk penjara kan?" ujar Bianca.


"Untuk apa takut? aku bisa keluar dengan mudahnya. Kau tahu jika aku membunuhmu, bagaimana perasaan orang tuamu yang kehilangan anak tunggalnya? Aku bisa pastikan mereka akan berteriak histeris dan sakit jantung yang diderita ayahmu akan kambuh" ucap Vernon.


"Dasar gila! jangan pernah menyentuh keluargaku! teriak Bianca histeris.


"Kalau begitu berjanjilah padaku, kau tidak akan pernah muncul lagi dihadapanku dan tidak akan menyentuh orang-orangku"


"Baiklah. Aku tidak akan mengganggumu. Tapi tolong lepaskan aku" kata Bianca.


"Baiklah aku akan melepasmu, tapi kau harus pergi dari negara ini. Jangan pernah tinggal disini lagi!" perintah Vernon.


"Kenapa aku tidak bisa tinggal disini? kau tidak bisa mengaturku Vernon" ujar Bianca menolak perintah Vernon.


"Bunuh dia. Pastikan orang tuanya menderita melihat anaknya mati mengenaskan" perintah Vernon kepada orang suruhannya.


"Tung..tunggu. Baiklah, aku akan pergi. Aku janji tidak akan berada disini. Tapi tolong lepaskan aku" Bianca akhirnya menerima syarat yang diajukan Vernon.


"Lepaskan dia. Pastikan dia benar-benar meninggalkan negara ini malam ini juga". Kata Vernon.


Kemudian Vernon segera pergi menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Di rumah sakit, terlihat Angel dan Rey masih setia menunggu Sofia siuman. Setelah 1 jam menunggu, Sofia akhirnya siuman.


"Dimana aku?" tanya Sofia mulai membuka kedua matanya. Samar-samar Sofia melihat Rey dan Angel yang berada disampingnya.


"Alhamdulillah akhirnya lo udah sadar Fi" kata Angel sangat bahagia melihat sahabatnya yang telah siuman.


"Aku panggil dokter dulu ya" ujar Rey. Angel mengangguk, dan sekarang ia kembali fokus pada Sofia.


"Jangan bangun dulu dong, tunggu dokternya datang. Lo lagi di rumah sakit sekarang" tahan Angel pada Sofia yang ingin berusaha bangun.


"Vernon dimana Angel? sepertinya dia tadi yang menyelamatkanku" tanya Sofia mengingat samar-samar wajah Vernon yang menolongnya.


"Engg.. dia lagi urus sesuatu. Udah nggak usah dipikirin dulu, kesehatan lo yang penting sekarang." kata Angel berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia tidak mau sahabatnya tahu kalau Vernon sedang menemui Bianca untuk memberinya pelajaran.


Dokter akhirnya datang dan segera memeriksa Sofia.


"Gimana dok? teman saya baik-baik saja kan?" tanya Angel.


"Iya nona Sofia baik-baik saja. Hanya perlu istirahat yang banyak dan jangan sampai banyak pikiran" kata dokter.


"Baik, terima kasih dokter" ucap Angel dan Rey.


"Maafkan aku sayang. Gara-gara aku kamu jadi seperti ini" Vernon mengeratkan pelukannya, tidak ingin kehilangan Sofia.


"Tidak mas, aku yang berterima kasih padamu karena telah menyelamatkanku" ujar Sofia membalas pelukan Vernon.


Rey yang melihat adegan itu, merasa ngilu di dadanya. Ia memang sudah terbiasa melihat adegan romantis Sofia dan Vernon tepat dihadapannya, tapi hatinya sama sekali belum terbiasa. Angel yang disampingnya berusaha menguatkan Rey. Angel dan Rey memutuskan untuk pulang, karena memang sudah tengah malam.


Sofia tengah asyik makan disuapi oleh Vernon, karena memang Sofia belum makan malam sama sekali. Tidak lama kemudian, muncul lah mama Sonya dari balik pintu.


mama Sonya terlihat sangat khawatir dengan keadaan Sofia.


"Ya Allah Sofia sayang, kamu kenapa nak? muka kamu kenapa penuh luka?" tanya mama Sonya. Ia sangat terkejut melihat anak semata wayangnya penuh luka.


"Nggak apa-apa kok ma. Aku udah membaik. Mama kenapa malam-malam begini datang dari Bandung?


"Tentu saja mama datang karena nggak bisa tenang mengetahui anak mama diculik" jawab mama Sonya.


"Maafkan aku ma. Gara-gara aku Sofia jadi begini" ujar Vernon merasa bersalah.

__ADS_1


"Ceritakan ke mama apa yang sebenarnya terjadi"


Vernon segera menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Mendengar hal itu, mama Sonya menarik napas panjang.


"Terima kasih Vernon, kamu sudah menyelamatkan Sofia. Karena kalau sampai nyawanya tidak tertolong, mama tidak punya siapa-siapa lagi" kata mama Sonya mulai menangis.


Sofia yang melihat mama Sonya menangis segera memeluk mama nya itu. Sofia tidak tega melihat ibunya sedih.


Hari-hari dilewati Sofia di rumah sakit, Angel dan Rey yang selalu datang menjenguknya. Mama nya dan Vernon yang selalu setia menemaninya setiap saat, dan bunda Sonya dan papa Bram yang sesekali datang mengunjunginya, karena papa Bram baru saja diperbolehkan pulang dari rumah sakit.


Sofia merasa senang semua orang bisa berkumpul bersama dengannya.


2 hari kemudian, Sofia diperbolehkan untuk pulang. Mama Sonya juga sudah pulang ke Bandung karena tuntutan pekerjaan.


Akhirnya tersisa Sofia dan Vernon. Vernon lalu mengantar Sofia untuk pulang. Selama ini Vernon selalu menyempatkan diri untuk menemani Sofia di rumah sakit, meskipun pekerjaan kantornya sedang sibuk-sibuknya karena telah mengalami kerugian besar akibat ganti rugi kepada perusahaan milik keluarga Bianca.


"Mas maaf ya, gara-gara aku perusahaan kamu jadi rugi besar" kata Sofia sambil tertunduk.


"Jangan pernah menyalahkan dirimu sayang. Uang masih bisa dicari, tapi kamu nggak bisa dicari ditempat lain" ujar Vernon mencoba menghibur Sofia.


"Mas mah gombal mulu" kata Sofia sambil membuang muka menatap jendela mobil, ia merasa sangat malu jika harus melihat wajah Vernon.


Vernon tertawa melihat wajah Sofia yang sudah merah seperti tomat.


Sesampainya di rumah Sofia, Vernon membantu Sofia mengangkat barang-barangnya.


Setelah itu Vernon memeluk Sofia, kemudian mencium kening Sofia. Vernon menatap lekat wajah gadisnya itu, membuat Sofia kembali malu.


"Kenapa kamu melihat ku seperti begitu mas?" tanya Sofia


"Mas mau bilang, mungkin mas akan lebih sibuk akhir-akhir ini. Kalau kamu kesepian, kamu bisa pergi dengan Angel untuk jalan-jalan. Tapi aku tidak mengizinkanmu pergi dengan Rey" jawab Vernon.


"Kenapa tidak boleh? dia kan juga temanku sekarang mas" ujar Sofia.


"Pokoknya kamu nggak boleh berduaan dengan dia, kamu bisa pergi dengan dia asal ada Angel juga"


Sofia sadar kekasihnya ini sedang cemburu, ia pun mengangguk tanda setuju dan mencium pipi Vernon.


"I love you mas"

__ADS_1


"I love you too sayang"


__ADS_2