
"Nggak apa-apa sayang, kita bisa buat lagi 7 kali nonstop malam ini"
"Ih mas, mesum" teriak Sofia, melemparkan bantal ke arah Vernon.
.
.
.
Vernon dan Sofia menyelesaikan honeymoon 3 hari 2 malam mereka di Korea tanpa mendapatkan hasil apapun.
Meskipun begitu, mereka tidak pernah menyerah ataupun putus asa dan tetap berusaha untuk mendapatkan momongan.
1 bulan kemudian, hari pernikahan Joshua dan Angel pun tiba.
Mereka akan melangsungkan akad nikah di kediaman keluarga Angel, kemudian melanjutkan resepsi di hotel bintang 5.
Acara berlangsung sangat meriah. Sofia dan Vernon yang juga turut hadir di acara itu, terlihat sangat bahagia melihat Joshua dan Angel yang telah resmi menjadi sepasang suami istri.
"Udah ada yang sah nih. Selamat ya" ucap Sofia.
"Makasih loh, kalian berdua juga udah bantuin kita selama ini" ujar Angel.
"Iya sama-sama. Kita senang juga buat ngebantu kok. Iya kan mas?" Sofia ingin mendapat persetujuan dari Vernon.
"Iya betul" kata Vernon.
"Mulai sekarang kak Joshua bakal ngerasain apa yang aku rasain selama ini. Tunggu aja" lanjut Vernon.
"Memangnya apa yang kamu rasakan mas? kamu nggak bahagia sama aku?" tanya Sofia menatap tajam ke arah Vernon.
"Hayo loh Vernon, kamu salah ngomong tuh" ejek Joshua.
"Eh nggak. Maksudnya bukan begitu sayang. Aku bahagia kok sama kamu. Maksud aku tadi, kak Joshua bakal ngerasain bahagia setelah menikah, kayak aku gini".
"Alah paling cuma alasan kamu aja mas" kata Sofia dengan malas.
"Bukan gitu sayang. Aku beneran cinta kamu kok".
"Tolong jangan berkelahi di hari spesial kami dong. Udah nggak usah marahin lagi, kita bersenang-senang hari ini" ucap Angel mencairkan suasana.
"Iya betul banget itu. Ayo meriahkan acaranya" tambah Joshua.
.
.
.
Beberapa bulan kemudian, terdengar kabar bahwa Angel telah mengandung. Mendengar hal itu tentu saja membuat Sofia dan Vernon bahagia, tetapi ada guratan kesedihan di wajah mereka karena sampai saat ini, mereka belum juga diberikan momongan sama seperti Angel dan Joshua.
"Mas" panggil Sofia kepada Vernon yang sedang berdiri di balkon kamar mereka.
"Iya sayang. Ada apa?" tanya Vernon menoleh ke arah Sofia yang sedang berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Mas pasti kecewa sama aku ya?".
"Kecewa kenapa?".
"Karena sampai saat ini aku belum hamil juga. Padahal Angel dan kak Joshua belum lama nikah, tapi Angel sudah hamil sekarang" kata Sofia tertunduk.
"Sayang, lihat aku" ucap Vernon.
Sofia tidak berani menatap wajah suaminya. Ia merasa telah gagal menjadi seorang istri karena belum bisa memberikan anak kepada Vernon, padahal keluarga mereka sudah sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu.
"Sayang, aku mohon lihat aku sekali saja".
Sofia perlahan mengangkat wajahnya menatap mata Vernon lekat.
"Mungkin aku memang sedikit sedih karena kita belum memiliki anak, tetapi bukan berarti aku kecewa sayang. Kita tetap bisa berusaha sama-sama, jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri" ujar Vernon.
"Tapi banyak orang yang selalu membicarakan kita karena belum juga memiliki anak".
"Tidak perlu mendengarkan perkataan orang lain sayang. Aku tetap mencintaimu apapun yang terjadi".
Sofia menitikkan air mata, memeluk Vernon sangat kuat. Ia bersyukur karena telah memiliki suami yang sangat mengerti dan menerimanya apa adanya.
Keesokan harinya Vernon yang baru saja tiba di kantor ruangannya, dikagetkan oleh Joshua yang menerobos masuk ke ruangannya tanpa permisi.
"Halo bapak Vernon" panggil Joshua.
"Kak, kalau masuk itu ketuk dulu jangan main menerobos saja" kesal Vernon.
"Maaf. Kenapa kamu kayak kesana banget sih hari ini?" tanya Joshua.
"Sofia kak" kata Vernon.
"Sofia kenapa?".
"Dia selalu menyalahkan dirinya karena belum bisa memberikan aku anak".
"Kalian sudah mengecek ke dokter?".
"Aku tidak berani mengajaknya ke dokter, aku takut menyakiti hatinya".
"Vernon dengar ya, kalau kamu selalu merasa takut menyakiti hati istri kamu, sampai kapan pun kamu nggak akan tahu apa penyebab kalian belum mempunyai anak. Jadi, sebaiknya kamu memeriksakan segera. Aku yakin Sofia pasti mau dan mengerti" ujar Joshua.
"Baiklah kak. Aku akan mencobanya nanti".
"Ya sudah kalau begitu, aku pergi dulu ya. Semangat untukmu" kata Joshua, meninggalkan Vernon sendiri di ruangannya.
Tidak lama setelah kepergian Joshua, terdengar ketukan pintu di ruangan Vernon dan masuklah asistennya ke dalam ruangan.
"Selamat siang pak, ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak"
"Siapa?" tanya Vernon.
"Katanya dengan Bianca pak, teman bapak" ujar asistennya lagi.
"Bianca? mau apa dia kesini?" Vernon terkejut mendengar Bianca mendatangi kantornya saat ini. Pasalnya dulu ia sudah menyuruh Bianca untuk menjauhi kehidupannya.
__ADS_1
"Hai Vernon" ucap Bianca tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Vernon.
"Maaf bu, saya sudah menyuruh ibu untuk menunggu di luar" kata asisten Vernon.
"Saya itu temannya dan ada sesuatu hal yang harus aku bicarakan dengannya. Kalian tidak bisa melarang begitu dong" ucap Bianca tidak terima.
"Biarkan dia masuk. Silahkan lanjutkan pekerjaanmu" kata Vernon kepada asistennya.
"Baik pak" asisten Vernon pun pergi, meninggalkan Vernon dan Bianca di dalam ruangan itu.
"Ada apa kamu muncul lagi dihadapan aku? Kamu tidak puas dengan penyiksaan yang aku perbuat dulu?".
"Aku mohon kamu jangan begini Vernon. Bukankah kita teman? aku tahu dulu aku salah, tapi sekarang aku tidak akan melakukannya lagi. Aku hanya ingin menjadi temanmu dan berbaikan seperti dulu lagi" ujar Bianca.
"Terserah. Jadi apa maumu?".
"Aku datang untuk kembali berbisnis denganmu. Kamu mau kan?".
"Kenapa aku harus berbisnis denganmu lagi? aku sudah bilang tidak ingin berurusan apapun denganmu" tekan Vernon.
"Aku mohon bantu aku Vernon. Perusahaan keluargaku sedang bermasalah sekarang. Hanya perusahaanmu yang bisa membantuku saat ini. Aku mohon bantu aku sebagai teman kamu".
"Kamu benar-benar tidak ada niat jahat lagi kan? jika ada, aku bersumpah akan benar-benar membuat kamu hilang dari muka bumi ini".
"Aku serius Vernon. Aku tidak ada maksud apapun. Kamu mau membantu kan?" tanya Bianca dengan penuh harap.
"Baiklah aku akan membantumu".
"Terima kasih banyak" Bianca hendak memeluk Vernon, tetapi dengan cepat Vernon menghindarinya.
"Ingat, jangan pernah mencoba menyentuhku. Aku tidak sudi disentuh olehmu".
"Baiklah kalau begitu, aku pamit" ucap Bianca dengan wajah sedih.
Setelah kepergian Bianca, Vernon yang sedang bermalas-malasan di kursi kerjanya memutuskan untuk menghubungi Sofia.
Assalamualaikum mas. Ada apa?. Tanya Sofia.
Kamu lagi ngapain sayang? mas kangen banget sama kamu. Kata Vernon dengan nada sedikit manja.
Kalau kangen ya pulang ke rumah lah mas, kenapa harus ditelfon?.
Mas masih ada meeting dengan beberapa klien nanti. Jadi mungkin mas akan terlambat pulang.
Baiklah kalau begitu. Mas mau disiapin makanan kalau pulang nanti?.
Nggak usah. Mas cuma mau makan kamu aja. Siap-siap ya sebentar malam.
Ih mas mesum banget. Sudah ya, aku mau tidur siang. Ucap Sofia mencoba menahan malu.
Iya, dah sayang. Tunggu aku di rumah ya.
Iya mas. Kata Sofia sebelum memutuskan sambungan teleponnya.
Vernon menatap layar hp nya, terlihat wajahnya bersama Sofia tersenyum bahagia saat hari pernikahan mereka.
__ADS_1
Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Sofia. Kau adalah cinta pertamaku dan sampai kapanpun, kau akan menjadi cinta terakhirku. Meskipun tidak memiliki anak, aku tetap akan bersamamu selamanya. Gumam Vernon, mengusap-usap foto pernikahan mereka.